Ngaglik – Untuk mengawali kegiatan pembangunan perlu ada perencanaan yang mantap sehingga hasil pembangunan bisa dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat guna mencapai kesejahteraannya. Demikian harapan dari seluruh masyarakat Desa Sukoharjo dalam pertemuan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrebangdes) yang digelar di Balai Desa Sukoharjo, Minggu (19/11).

Acara ini dihadiri 60 peserta dari Perangkat Desa Sukoharjo, Dukuh, RW, RT, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama serta LSM di Desa Sukoharjo serta UPT Kecamatan yang sempat hadir dalam pertemuan ini.

Rangkaian acara Musrebangdes, antara lain pembukaan dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto. Kepala Desa mengatakan bahwa kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap tahun untuk itu berharap usulan-usulan dari dusun bisa ditampung dan dimasukkan dalam usulan tahun anggaran 2018 mendatang. Namun, mengingat pagu anggaran terbatas yang tidak bisa masuk dalam anggaran tahun 2018 maka bisa dimasukkan dalam anggaran tahun 2019.

Dalam tahun anggaran 2017 sampai bulan ini telah mencapai 80% dari Dana Desa, ADD dan Bagi Hasil. Untuk tahun 2018, Desa Sukoharjo mendapatkan anggaran sesuai pagu sebesar Rp 2.744 miliyar dan dari BKK sebesar Rp 500 juta. Untuk itu, Kepala Desa Sukoharjo dalam program tahun 2019, setiap padukuhan supaya mengajukan anggaran sesuai kebutuhan masyarakat agar pembangunan bisa bermanfaat dan merata.

Selanjutnya Camat Ngaglik yang diwakili Kasi Ekonomi Dan Pembangunan, Yani, menyambut baik diadakannya musyawarah perencanaan ini di mana merupakan mekanisme yang harus dilaksanakan oleh pemerintah desa secara berjenjang mulai dari dusun sampai nasional.

Ada 2 macam musyawarah perencanaan pembangunan dan RKP Desa karena ada kaitannya masalah kewenangan desa. Kegiatan disesuaikan anggaran yang ada melalui ADD, Bagi Hasil dan PAD serta Bantuan Khusus untuk Desa Hibah tidak diberikan secara langsung melalui BKK untuk pemberdayaan masyarakat untuk pembangunan non fiisik. Kegiatan non fisik dianggarkan 20%. “Tentukan prioritas program dan kegiatan serta untuk mengedepankan hasil outcome bisa dibuat profil desa,” tutur Yani.

Yani juga menyinggung terkait perpustakaan yang telah juara nasional harus terus dipertahankan, juga tetap melanjutkan program BUMDes untuk meningkatkan pendapatan desa.

Acara dilanjutkan paparan RKP Desa Sukoharjo yang disampaikan Ketua LPMD Desa Sukoharjo, Subadi. Paparan langsung ditanggapi oleh peserta Musresbangdes serta hasil diskusi disepakati secara langsung oleh seluruh peserta. (Suripto)

Print Friendly, PDF & Email