Kalasan – Sanggar Pembinaan Budi Pekerti dan Pelestari Budaya Jawa “Memetri Wiji” Padukuhan Tamanan, Tamanmartani, Kecamatan Kalasan telah 6 bulan dijadikan pilot project Pawiyatan Jawa oleh Dinas Kebudayaan DIY. 

Dalam Pawiyatan Jawa itu dikhususkan materi baca dan tulis huruf jawa bagi peserta didiknya. Para peserta yang usianya 6 hingga 17 tahun itu tidak saja belajar menulis dan membaca huruf Jawa, tetapi juga angka Jawa.

Pawiyatan Jawa dimulai pertengahan bulan Mei 2017 hingga pertengahan November 2017. Di akhir pawiyatan peserta mengikuti ujian kompetensi yang berlangsung Minggu (19/11). Materi ujian meliputi alih aksara Jawa ke latin, latin ke Jawa, membaca huruf dan angka serta penjumlahan.

Para peserta ujian akan mendapatkan sertifikat dan penghargaan bagi yang berprestasi dan akan diserahkan pada acara Penutupan Program (Wisudan) yang rencananya dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan DIY.

Diharapkan Pawiyatan Jawa yang merupakan baru satu-satunya di DIY ini dapat ditiru dan berkembang di wilayah lain.

Sementara Sanggar Memetri Wiji yang berdiri secara swadaya sejak tahun 2011, pasca berlangsungnya Pawiyatan Jawa tetap akan berjalan seperti biasa dengan materi belajar, yakni unggah-ungguh, tata krama, sopan santun, menulis dan membaca huruf jawa, tembang macapat, geguritan dan tembang dolanan anak. (Tri Joko)

 

Print Friendly, PDF & Email