Gamping – Kecamatan Gamping menggelar rapat koordinasi (rakor) Muspika Kecamatan Gamping bersama ormas dan tokoh masyarakat Senin (12/2) pukul 13.00 WIB di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Kecamatan Gamping.

Rakor dipimpin oleh Camat Gamping Abu Bakar, dihadiri oleh Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil Kapten Suwardi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kesbangpol Sleman, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sleman Suwarso, Ketua Pengurus Gereja St Lidwina Dusun Nusupan, Dusun Trihanggo Sukarno, Ketua MUI H. Bahrun, Ketua FKDM Gamping Djoko Purwono, Banser, Anshor, Kokam, PC Muhammadiyah, KUA Gamping dan Nasyiatul Aisyiyah.

Dalam rakor kali ini, Camat Gamping menekankan bahwa aparat, ormas, dan segenap lapisan masyarakat diharapkan untuk lebih intensif melakukan koordinasi dan pengawasan keamanan di lingkungan masing-masing untuk mencegah kejadian penyerangan di tempat ibadah terulang kembali.

Di samping itu, perlu adanya pertemuan atau diskusi setiap 2 minggu sekali tentang keamanan di wilayah Kecamatan Gamping. Kemudian perlu adanya deteksi dini yang dilakukan oleh segenap unsur masyarakat yang ada seperti FKDM Desa, Anshor, Kokam, dan Nasyiatul Aisyiyah. Unsur-unsur ini diharapkan dapat saling bersinergi untuk segera melaporkan kondisi keamanan setempat kepada aparat (Polsek dan Koramil).

Selanjutnya, FKUB Sleman memandang perlu diadakannya perangkat CCTV di tempat ibadah untuk mempermudah atau mempercepat penyidikan aparat kepolisian dalam menindaklanjuti pengusutan suatu kasus kejahatan, sehingga pelaku kejahatan dapat segera terungkap identitas dan motif perbuatannya.

Di akhir rakor, Camat Gamping menginstruksikan kepada peserta rakor untuk ikut bekerja bakti di Gereja St Lidwina Nusupan agar tempat tersebut dapat dipergunakan untuk beribadah.

Serta yang tidak kalah penting adalah perlu adanya bimbingan konseling kepada anak-anak yang mengikuti Misa dan melihat secara langsung peristiwa tersebut agar tidak terjadi trauma. (Adnan Nurtjahjo)

Print Friendly, PDF & Email