Gamping – Senin (12/3) pukul 09.00 WIB berlangsung giat “Sinau Pancasila dan Wawasan Kebangsaan” bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Gamping. Acara ini diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol DIY, menghadirkan narasumber Kasiter Korem 072/Pamungkas Letkol (Inf) Jaelani, Anggota DPRD DIY Komisi A Sadar Narimo, dan Kepala Bakesbangpol DIY Sugeng Supriyono.

Peserta sinau Pancasila dan wawasan kebangsaan dari unsur Bhabinkamtibmas Polsek, Babinsa Koramil, Satlinmas, KUA, Puskesmas, Komunitas Argoseto, Karbolo, Pelajar SMA, Perangkat Desa, FKUB, Pengurus Muhammadiyah, Anshor, dan FKDM Kecamatan Gamping.

Dalam sambutannya Camat Gamping, Abu Bakar, menyampaikan bahwa 36 butir-butir Pancasila sudah diimplementasikan oleh masyarakat Gamping yang heterogen melalui Kampung Pancasila, Kampung Toleransi, Mejing Bersatu, dan Balecatur Nyawiji.

Penerapan Sila 1 di Kecamatan Gamping dengan diadakannya safari subuhan berjemaah/Gerakan Subuhan Bersama (2 bulan sekali) yang dihadiri oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo. Kemudian untuk Sila 2 terjalinnya kerjasama antara komunitas Tagana, TRC, Argoseto, Karbolo, BSMI, serta FPI dengan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa di bidang kemanusiaan.

Sila 3 dengan terwujudnya Gamping Bersatu yang diwujudkan dalam kegiatan tahunan upacara bekakak. Sementara untuk enerapan Sila 4 dapat dilihat dari tidak adanya konflik antar masyarakat maupun dengan pemerintah kecamatan atau pemerintah desa. Jika masyarakat ada ketidakpuasan dengan pemerintah disampaikan secara musyawarah. Kemudian, Sila 5 melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan bertindak adil.

Selanjutnya Letkol (Inf) Jaelani menekankan tentang esensi nilai-nilai NKRI yaitu Nilai Kesatuan Wilayah, Nilai Persatuan Bangsa, dan Nilai Kemandirian. Nilai kesatuan wilayah yaitu wilayah NKRI merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan secara geografi, ekonomi, politik, sosial, budaya, maupun yuridis. Nilai persatuan bangsa yaitu sebagai suatu kenyataan bangsa yang majemuk dengan bermacam-macam suku bangsa, bahasa, adat istiadat dan agama diikat oleh adanya tujuan bersama dan tata hubungan dalam masyarakat.

Terakhir adalah nilai kemandirian yaitu bangsa yang mampu berdiri di atas kekuatan sendiri dengan sumber daya yang dimiliki, mampu memecahkan persoalan, dan mengembangkan inovasi menuju daya saing. (Adnan Nurtjahjo)

Print Friendly, PDF & Email