Depok – Selama ini banyak masyarakat yang merasa tidak percaya diri apabila secara kebetulan atau tiba-tiba dimintai bantuan menjadi pranatacara (pembawa acara-red) berbahasa Jawa dalam sebuah acara di lingkungan tempat tinggal. 

Banyak hal yang melatarbelakanginya, bisa jadi karena jarangnya penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari atau karena sudah hampir tidak mengenal bahasa Jawa halus sama sekali. Ini sama halnya dengan kaum perempuan yang kita ketahui jarang berperan menjadi pranatacara apalagi yang berbahasa Jawa.

Sehubungan dengan hal ini, pemerintah Kecamatan Depok menyelenggarakan Pelatihan Pranatacara Bahasa Jawa selama dua hari, Senin-Selasa, 22-23 Mei 2017 di Gedung Pertemuan PKK Kecamatan Depok. Tercatat 45 peserta hadir di pelatihan ini. Peserta yang didominasi kaum perempuan ini berasal dari beragam latar belakang, yakni Kader Kesehatan, PKK, HIMPAUDI, perwakilan Kelompok Hadroh, BADKO TPA/TKA, dan Forum Anak Kecamatan Depok.

Pelatihan yang merupakan angkatan kedua ini, menghadirkan narasumber Andi Wisnu Wicaksana dan Faisal Nur Singgih dari Jogja TV. Harapannya setelah mengikuti pelatihan, para peserta berani tampil sebagai pranatacara di lingkungan masing-masing dengan menggunakan bahasa Jawa yang baik dan benar. Tri.Joko/Depok

Print Friendly, PDF & Email