Sholat Idul Adha di Masjid Agung

Sleman – Salah satu ciri khas ketakwaan , yang dijanjikan akan masuk surga Allah, adalah berinfak baik dalam keadaan suka maupun duka. Pengorbanan vertikal dalam rangka beribadah kepada Allah SWT bererti pula pengorbanan horizontal menjadi ibadah insalah dan alamiah. 

Daging merupakan sesuatu yang paling disukai oleh masyarakat Arab, yang hingga sekarang masih belum bisa dilepaskan dari karakteriktiknya sebagaai masyarakat agraris. Dengan memberi daging kepada masyarakat, melalui kurban, berarti  memberikan yang terbaik yang disukai oleh seseorang. Itulah keiklasan, namun dimikian persoalannya tidak hanya sampai disini.

Hal tersebut disampaikan  Prof Drs Yudian Wahyudi MA Ph.D saat khotbah Idul Adha di Masjid Agung Dr Wahidin  Sudirohusodo Sleman, Minggu (5/10). Lebih lanjut disampaikan bahwa boleh menjadikan hewan sebagai simbol keiklasan, tetapi jangan sampai merusak keseimbangan, apalagi memusnahkan alam. Itulah  sebabnya mengapa hewan yang akan disembelih harus jantan dan sudah powel, sebab jika hewan yang disembelih itu betina, apalagi masih muda maka dikawatirkan akan memusnahkan hewan tersebut, karena di Arab tidak ada Air.

Jadi salah satu hikmah dari larangan menyembelih hewan betina, apalagi masih muda, adalah dalam rangka menjaga kelestarian hewan itu sendiri. Karena yang disembelih hewan jantan, apalagi sudah powel maka reproduksi hewan tersebut terjaga. Sedangkan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bertempat di Dusun Gondanglegi Hargobinangun Pakem pada Minggu (5/10)  melakukan serah terima distribusi daging kurban kepada 2500 KK bagi penerima manfaat . Daging tersebut dari  Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang meluncurkan Program Global Qurban 2014.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo  menyambut baik partisipasi ACT yang telah peduli pada sesama yang perlu mendapat bantuan. Apapun bantuannya yang jelas akan bermanfaat terutama bagi mereka yang kurang mampu. Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Cabang ACT Jogja,  Awal Purnama ST dan diterima Bupati Sleman Drs Sri Purnomo, selanjutnya diserahkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts