20.00 Anak Di Sleman Belajar di TK dan PAUD

IMG_7117Sleman – Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu SS Mhum mengatakan Kabupaten Sleman telah memiliki sejumlah 2.300 TK/RA dan 507 satuan PAUD sejenis dengan jumlah warga belajar lebih dari 20.000 anak. 

“Jumlah warga belajar ini tentu saja merupakan tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi mereka,” kata Yuni usai menghadiwi gelar kreativitas anak usia dini tahun 2015 di gedung Serbaguna, kemarin.

Hal ini menurut Yuni, dikarenakan pada usia emas ini akan lebih mudah untuk menstimulasi kreativitas dan pembentukan karakternya. Sebagai contohnya hampir seluruh anak dini usia di Korea Selatan dan Singapura, telah terlayani PAUD. Contoh lain di Malaysia pelayanan PAUD telah mencakup hampir 70% anak. Bahkan di Singapura penuntasan masalah terkait penggunaan dua bahasa, yaitu bahasa Cina dan Inggris, telah dituntaskan di tingkat Taman Kanak-kanak.

Dari kenyataan tersebut di atas, maka dianjurkan bahwa pendidikan anak usia dini harus dibentuk sejak dini dalam rangka mencetak generasi penerus yang berkualitas. Diharapkan dengan adanya PAUD ini dapat memberikan kontribusi yang jelas untuk generasi penerus kedepannya berupa generasi yang memiliki akhlakul karimah dan memiliki kecerdasan yang tinggi dalam menyikapi kebutuhan dan problematika kehidupan saat ini dan masa mendatang.

Ditambahkan Yuni, bahwa kreativitas anak usia dini adalah kreativitas alamiah yang dibawa dari sejak lahir. Kreativitas alami seorang anak usia dini terlihat dari rasa ingin tahunya yang besar. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada orangtuanya terhadap sesuatu yang dilihatnya. Selain itu anak juga senang mengutak-atik alat mainannya sehingga tidak awet dan cepat rusak hanya karena rasa ingin tahu terhadap proses kejadian.

“Jika memiliki anak yang mempunyai aktifitas seperti itu janganlah dimarahi. Justru banyaknya pertanyaan dan kegiatan mengutak-atik mainannya merupakan satu hal yang harus diapresiasi dan diarahkan sehingga anak tersebut mampu tumbuh dan berkembang minat dan bakatnya dengan baik,” kata Yuni.

Untuk itulah, orangtua harus dapat memberikan dorongan kepada anaknya agar dapat memunculkan motivasi dalam diri anak. Jika sarana dan prasana sudah tersedia, dorongan sudah ada, maka anakpun akan berproses dan berkreasi. Proses inilah yang penting untuk anak ketika bermain. Peran orang tua di sini adalah memberikan penghargaan/apreasiasi atas hasil dan upaya yang dihasilkan anak dengan cara memberi pujian atau memajang hasil karya anak.

Dalam gelar kreativitas anak usia dini tahun 2014 juga diisi berbagai kegiatan anak-anak, antara lain pentas seni dan juga kreativitas anak usia dini dengan berbagai ketrampilan yang ditampilkan. Disamping itu dilakukan pelantikan Bunda PAUD tingkat desa, Kecamatan dan Kabupaten Sleman dan pelantikan dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan  beberapa kejuaraan lomba, untuk lomba ketegori lembaga kelompok bermain,  juara III Kelompok bermain Aisyiyah Ananda Moyudan, juara II kelompok bermain Aisyiyah Condongcatur, juara I kelompok bermain Islam terpadu  Insan Quantum Minggir. Kategoti  lembaga taman pengasuhan anak juara III TPA Aksa Tamami Godean, juara II TPA Rumah Sakura Murangan Sleman, juara I  TPA Allifa Wedomartani Ngemplak.

Kategori lembaga satuan PAUD Sejenis, juara III POS PAUD Puspita Umbulharjo Cangkringan, juara II SPS Tunas Mitra Godean , dan juara I POA PAUD Srikandi Bulaksalak Cangkringan. Sedang juara pamong PAUD berprestasi taahun 2014 juara harapan II Winarti dari Kalasan, juara harapan I Damar Yuliatun dari Berbah, dan juara III Riningsih SE dari Moyudan, juara II Y Sekar Dwi Cahyaningrum Spd dari Depok dan juara I Dwirini Caahyowati SE dari Triharjo Sleman.

Print Friendly, PDF & Email

Related posts