Sleman Meraih Penghargaan Adipura

Adipura

Sleman, InfoPublik –  Pemerintah Kabupaten Sleman tahun 2013 ini kembali menerima penghargaan tingkat nasional, penghargaan Adipura dalam bidang  kota terbersih dan terteduh untuk kategori kota dengan jumlah penduduk sedang. Indikator penilaian penghargaan Adipura ini meliputi kebersihan, pengelolaan limbah dan pengelolaan sampah yang telah dilakukan di sejumlah tempat, yakni pemukiman, terminal, pasar, rumah sakit, puskesmas, jalan-jalan arteri, dan hutan kota yang berlokasi di lapangan Denggung.

Bupati Sleman Sri Purnomo menerima penghargaan Adipura langsung dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Senin (10/6), bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup. Selain menerima penghargaan Adipura, Sleman juga mendapatkan penghargaan Kabupaten Penyusun Laporan Status Lingkungan Hidup Terbaik, yang diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup Prof. Balthasar Kambuaya di Hotel Bidakara.

Penghargaan di bidang lingkungan hidup, yaitu Adiwiyata Mandiri juga diraih SD Kanisius Kadirojo atas upayanya mewujudkan sekolah yang sehat. Penghargaan ini merupakan penghargaan tertinggi untuk sekolah yang telah berhasil mewujudkan kebersihan di lingkungan sekolahnya. Di samping mewujudkan kebersihan lingkungan, SD Kanisius Kadirojo ini juga telah melakukan pembinaan kepada 10 sekolah dasar lain agar memenuhi indikator Adiwiyata tingkat Kabupaten.

Dua penghargaan lain yang jiuga diterima pada hari yang sama adalah penghargaan Pembina Lingkungan berhasil, yang diraih Yatno Hadi Atmojo atas upayanya melestarikan lingkungan di lereng Merapi dengan menjaga kebersihan di bantaran sungai, membina peternakan, pertanian holtikultura untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Bakti lingkungan juga dilakukan Tutik Sudaryanto dengan melakukan penghijauan dan pelestarian daerah bantaran sungai, mata air serta penghijauan lahan kritis di Kecamatan Mlati dan Tempel.

Bupati menegaskan, penghargaan ini bukan tujuan utama yang ingin dicapai. Karena pada dasarnya pola hidup bersih harus menjadi gaya hidup yang harus dibangun sejak dini. “Penghargaan Adipura ini hanya salah satu bentuk apresiasi atas wujud keberhasilan Pemkab Sleman bersama warga masyarakat yang telah bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Oleh karena itu, Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk bersama-sama mempertahankan kebersihan dan keindahan Sleman dengan membiasakan diri hidup bersih, membuang sampah pada tempatnya dan mengubah pola konsumsi dalam pemanfaatan makanan dan sumber daya alam secara bijak.




Tim Verifikasi Kabupaten Layak Anak Kunjungi Sleman

Sleman, InfoPublik – Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, S.S, , Selasa (11/6) pagi, menerima Tim Verfikasi Kabupaten Layak Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Ruang Rapat Sekda B Kabupaten Sleman. Tim Verifikasi terdiri dari dr Ernawati dan Mutia Fadilla. Pada kesempatan tersebut juga hadir beberapa SKPD yang berhubungan dengan Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak, LSM, dan Forum Anak Sleman.

Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu dalam kesempatan itu berharap, agar dari verifikasi ini dapat lebih memacu Kabupaten Sleman untuk lebih memperbaiki kinerja dan komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Sedangkan dr Ernawati menyampaikan bahwa tim verifikasi ingin mengklarifikasi tentang apa yang disampaikan dan melihat fakta-fakta di lapangan berkaitan dengan pemenuhan hak-hak anak. “Kami ingin mengklarifikasi apakah kondisi Kabupaten Sleman sama dengan tahun kemarin (tahun 2011 Kabupaten Sleman mendapatkan penghargaan tingkat pratama), atau telah meningkat, atau menurun,” katanya.

Sebelum acara verifikasi ini tim verifikasi sudah melihat keadaan Kabupaten Sleman sebagai Kabupaten Layak Anak di lapangan. Pada kesempatan tersebut SKPD-SKPD menyampaikan terkait tentang pemenuhan hak-hak anak, seperti pelayanan akte kelahiran. Di Kabupaten Sleman kesadaran untuk mengurus akte kelahiran sudah meningkat. Selain itu, berjalannya penyelenggaraan program kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Tahun 2012/2013 ini APK rata-rata PAUD non formal adalah 41,56% dan APK rata-rata PAUD formal adalah 59,82%.

Dalam pemenuhan hak-hak anak juga menyangkut kawasan tanpa rokok, agar anak-anak tidak sampai terpapar asap rokok.  Pada tahun 2012 sudah ada Perbub tentang Kawasan Tanpa Rokok di tempat-tempat bermain, tempat pelayanan kesehatan, angkutan umum, sekolah dan lain-lain. Di samping itu, di semua Puskesmas telah dilengkapi dengan Psikolog yang memberikan layanan konsultasi kesehatan mental, konsultasi masalah belajar, serta ada ruang laktasi untuk ibu menyusui sebagai upaya meningkatkan implementasi ASI eksklusif.

Disampaikan juga,  di bidang pendidikan di Kabupaten Sleman, semua sekolah sudah ramah anak. Sekolah inklusi  atau sekolah reguler/umum memberikan pelayanan kepada anak-anak berkebutuhan khusus. Hal ini dikarenakan orang tua anak yang berkebutuhan khusus (anak yang kurang beruntung/anggota badannya kurang sempurna/ kurang kecerdasan) sering keberatan untuk memasukkan anaknya ke SLB.

Dinas Dikpora dan Dinas Kesehatan juga melaksanakan program PMT (Pemberian makanan tambahan) untuk anak-anak balita dan anak-anak sekolah. Tahun ini Kabupaten Sleman sedang mereview RPJM, masalah anak akan dimasukkan dalam RPJM tersebut. Tim Verifikasi mengatakan, Kabupaten Layak Anak bukan merupakan program baru tetapi lebih pada strategi untuk mendorong kinerja SKPD agar lebih terintegrasi dalam mengembangkan anak, dan diharapakan untuk lebih memperkuat implementasi Sleman menuju Kabupaten Layak Anak. Disampaikan pula bahwa hak anak yang utama adalah aspek sertifikat, akte kelahiran dan ASI eksklusif.  Tim Verifikasi merekomendasikan agar diperkuat dengan peraturan daerah atau regulasi untuk mendorong pelaksanaan Kabupaten Layak Anak.