Damkar Sleman Semprot Abu Vulkanik Antisipasi Dampak Kesehatan

211_20140216043044

Sleman – UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman menerjunkan 2 unit mobil pemadam kebakaran dan 2 unit mobil tangki guna menyemprot dan membersihkan abu vulkanik, untuk mengantisipasi dampak kesehatan dan  memperlancar aktivitas warga.

 Akibat erupsi Gunung Kelud di Jawa Timur, wilayah Kabupaten Sleman diguyur hujan abu vulkanik sampai ketebalan tak kurang dari 2 cm.

Sementara itu, Kasubbag UPT Pemadam Kebakaran Tri Widodo, Minggu (16/2), menyebutkan untuk saat ini pihaknya fokus membersihkan abu vulkanik di wilayah kompleks Kantor Kabupaten Sleman, dan selanjutnya  akan dilakukan di titik-titik lokasi lainnrya.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga Kabupaten Sleman agar tidak keluar rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak buruk bagi kesehatan yang dapat ditimbulkan akibat terpaan abu vulkanik Gunung Kelud.

Bilamana harus melakukan aktivitas keluar rumah, maka warga dianjurkan untuk memakai masker. Bagi semua kendaraan yang melakukan aktivitas diwajibkan menghidupkan lampu demi keselamatan bersama.




Sleman Bagikan Masker Untuk Cegah Dampak Buruk Debu Vulkanik

Sleman– Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bergerak cepat dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat di wilayah Sleman, sebagai upaya untuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud di Jawa Timur, Kamis (14/2) dinihari lalu.

Melalui upaya ini, diharapkan dapat membantu mengurangi dampak buruk abu vulkanik bagi kesehatan masyararakat. Pasca letusan Gunung Kelud tersebut, hujan abu melanda wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, dengan ketebalan abu mencapai sekitar 2 cm.

Menindaklanjuti kejadian yang luar biasa ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengintruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satu di antaranya, yakni pembagian masker kepada masyarakat melalui UPT Puskesmas serta Dinas-Dinas.

Adapun masker yang dibagikan sejumlah buah. Tujuannya agar memberikan perlindungan langsung terhadap dampak buruk akibat paparan debu vulkanik.

Debu vulkanik yang masuk ke dalam saluran pernafasan, disebutnya, dapat menyebabkan iritasi sehingga menimbulkan gejala gangguan saluran pernafasan atas, misalnya batuk, bersin bahkan sesak nafas.

Disamping upaya tersebut, Dinas Kesehatan juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tinggal di dalam rumah guna menghindari paparan langsung debu vulkanik dan tidak mengkonsumsi sayur-sayuran yang langsung dari kebun tanpa dicuci terlebih dahulu.

Apabila sedang tidak berada di luar ruangan/rumah, carilah tempat untuk berteduh dan gunakan masker/saputangan/selendang untuk menutup hidung dan mulut, gunakan kaca mata dan jangan menggunakan lensa kontak karena berisiko merusak kornea mata bila tercampur abu.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak sering menggosok mata karena akan membuat permukaan mata tergores yang dapat menyebabkan mata merah hingga infeksi.

Jika mata terkena partikel abu vulkanik, pejamkan mata untuk beberapa saat karena air mata akan membersihkan debu vulkanik secara alami, namun bila tidak berhasil, rendam mata ke dalam air bersih. Bila mengalami gangguan kesehatan segera periksa di Puskesmas.