PNS Sleman Kerja Bakti Bersihkan Abu Vulkanik Gunung Kelud

upload116-300x198

Sleman – Aparat Pemerintah Kabupaten Sleman, Senin (17/2), secara serentak mengadakan kerja bakti membersihkan  lingkungan kantor masing-masing dari debu abu vulkanik Gunung Kelud.

Walaupun Ibukota Kabupaten Sleman tadi malam sempat diguyur hujan deras namun  ternyata tidak semua abu terbawa air hujan, masih banyak yang tersisa di lingkungan kantor, hanya genting dan pohon saja yang sudah bersih dari abu vulkanik.

Dalam kerja bakti ini, juga dikerahkan untuk membersihkan lingkungan ibukota Sleman dan sekolah-sekolah SD se Kabupaten Sleman, dengan mengerahkan aparat TNI, Polri, SAR, Tagana Relawan, tenaga kerbesihan jalan, PMI Sleman, guru sekolah dan mobil pemadam kebakaran Sleman.

Teknis pelaksanaan kerja bakti dibagi untuk 31 tim ke sekolah SD, 10 Tim di jalan-jalan, 2 tim ke pasar-pasar, 7 tim ke SLB dan Panti Sosial melibatkan 500 personil. Sementara itu masyarakat juga giat melakukan kerja bakti di lingkungan masing-masing dengan mengerahkan mesin pompa untuk menyemprot jalanan dengan air.

Menurut Drs. Yuli Setiono, Kepala BPPD Sleman, kegiatan hari ini akan dievaluasi sore harinya untuk kegiatan pada esok hari, bila belum tuntas masih akan dilanjutkan dalam kegiatan kebersihan lingkungan.

Bupati Sleman, didampingi kepala DInas Pendidikan, juga melakukan peninjauan dalam kegiatan kebersihan yang dilakukan di SD N Trimulyo dan SLB Balong Candibinangun Pakem.

Sementara itu Gubernur DIY Sri Sultan HB X juga melakukan peninjauan ke Bandara Adisucipto Yogyakarta, didampingi Danlanud Adisucipto, Bupati Sleman, Komandan Kodim Sleman, Kapolres Sleman,  dan diterima oleh Managemen Angkasa Pura Andi G wirson. Gubernur didampingi Sekda DIY, Kepala PU DIY dan Walikota Yogyakarta.

Gubernur memerintahkan kepada Manajemen Bandara untuk mempercepat pembersihan bandara sehingga bandara segera dapat dioperasionalkan untuk melayani penerbangan. Karena dampak penutupan bandara dari penerbangan perekonomian Yogyakarta khususnya menjadi terganggu.

Gubernur juga memerintahkan untuk malam hari nanti agar dikerahkan mobil damkar kota 2 unit dan Sleman 2 unit untuk mempercepat proses pembersihan bandara dari abu vulkanik G Kelud.

Menurut Manajemen bandara sudah mengoperasionalkan 8 mobil damkar dan 4 tangki air serta mengerahkan pompa-pompa air untuk menyemprot landasan pacu, dibantu mobil damkar Sleman, hari Sabtu 2 mobil dan hari Minggu 3 mobil serta orang. Dan menurut rencana kemungkinan baru hari Rabu Bandara bisa operasional melayani penerbangan.




PDAM Sleman Tangani Dampak Meletusnya Gunung Kelud

Sleman – Sebagai akibat hujan abu vulkanik dari Gunung Kelud di Jawa Timur, yang sampai di DIY, ternyata membawa imbas terganggunya pelayanan PDAM Kabupaten Sleman kepada pelanggannya. Dari total pelanggan sambungan, hampir 20% terganggu alirannya.

Sebagian wilayah yang terganggu pelayanannya, adalahu wilayah Perum Gama Asri Turi, Banyurejo, Tempel, Ngemplak, perum Nglempong Sari, Jalan Kaliurang, sebagian Jalan Magelang, sebagian Tridadi, Perum Jati Mas Gamping, sebagian Nogotirto, Depok, dan Sleman Timur.

Terganggunya pelayanan tersebut terjadi akibat banyaknya pemakaian pelanggan yang over atau melebihi pemakaian beban puncak secara merata dengan rentang waktu secara bersamaan untuk membersihkan debu dari Gunung Kelud, demikian pihak PDAM Sleman menjelaskan, Senin (17/2).

Pemakaian beban puncak biasanya berkisar 1,5 dari pemakaian normal, ternyata mulai Jumat (14/2) sampai saat ini pemakanain meningkat tajam menjadi berkisar 1,7 s/d 2 kali pemakaian normal. Hal tersebut lah yang mengakibatkan pelayanan terganggu baik kuantitas maupun kontinuitasnya.

Dari debit produksi yang tersedia saat ini, 280 liter/detik yang menghasilkan rata-rata produksi m3, memang agak sulit untuk memberikan pelayanan pada beban puncak secara bersama-sama dengan tingkat kuantitas dan kontinuitas yang sama.

Untuk itu, upaya yang dilakukan sementara dengan terbatasnya debit air yang ada, PDAM Sleman menambah jam produksi dan menambah tenaga genset untuk mengoptimalkan produksi serta terpaksa juga melakukan penggiliran terhadap daerah terrtentu yang lokasinya sulit atau yang posisi di wilayah tinggi.

Selanjutnya untuk mengantisipasi pelayanan terhadap pelanggan yang saat ini sudah ada maupun untuk mengembangkan, Pemkab Sleman dan PDAM telah membahas rencana penambahan air baku bersama dinas/instansi terkait untuk pemanfaatan sumber air baku yang ada di Kabupaten Sleman maupun melalui program regionalisasi DIY.