Sleman Bagikan Masker Untuk Cegah Dampak Buruk Debu Vulkanik

Sleman– Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman bergerak cepat dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat di wilayah Sleman, sebagai upaya untuk mengantisipasi bahaya abu vulkanik akibat letusan Gunung Kelud di Jawa Timur, Kamis (14/2) dinihari lalu.

Melalui upaya ini, diharapkan dapat membantu mengurangi dampak buruk abu vulkanik bagi kesehatan masyararakat. Pasca letusan Gunung Kelud tersebut, hujan abu melanda wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, dengan ketebalan abu mencapai sekitar 2 cm.

Menindaklanjuti kejadian yang luar biasa ini, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman mengintruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan langkah-langkah antisipasi. Salah satu di antaranya, yakni pembagian masker kepada masyarakat melalui UPT Puskesmas serta Dinas-Dinas.

Adapun masker yang dibagikan sejumlah buah. Tujuannya agar memberikan perlindungan langsung terhadap dampak buruk akibat paparan debu vulkanik.

Debu vulkanik yang masuk ke dalam saluran pernafasan, disebutnya, dapat menyebabkan iritasi sehingga menimbulkan gejala gangguan saluran pernafasan atas, misalnya batuk, bersin bahkan sesak nafas.

Disamping upaya tersebut, Dinas Kesehatan juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tinggal di dalam rumah guna menghindari paparan langsung debu vulkanik dan tidak mengkonsumsi sayur-sayuran yang langsung dari kebun tanpa dicuci terlebih dahulu.

Apabila sedang tidak berada di luar ruangan/rumah, carilah tempat untuk berteduh dan gunakan masker/saputangan/selendang untuk menutup hidung dan mulut, gunakan kaca mata dan jangan menggunakan lensa kontak karena berisiko merusak kornea mata bila tercampur abu.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak sering menggosok mata karena akan membuat permukaan mata tergores yang dapat menyebabkan mata merah hingga infeksi.

Jika mata terkena partikel abu vulkanik, pejamkan mata untuk beberapa saat karena air mata akan membersihkan debu vulkanik secara alami, namun bila tidak berhasil, rendam mata ke dalam air bersih. Bila mengalami gangguan kesehatan segera periksa di Puskesmas.




Sleman Pun Diguyur Hujan Abu Akibat Gunung Kelud Meletus

211_20140214012331

Sleman – Akibat erupsi Gunung Kelud yang terjadi pada Kamis (13/2) malam sekitar pukul WIB, sejumlah material dari perut gunung seperti abu dan pasir tidak hanya menutupi daerah sekitar gunung seperti Kediri, namun telah mencapai Yogyakarta dan sekitarnya.

Hujan abu terlihat masih turun dan membentuk lapisan yang cukup tebal di wilayah Kabupaten Sleman.

“Sejak semalam sekitar pukul letusan, saya kira itu anak-anak yang iseng bermain petasan. Tapi setelah saya keluar rumah, abu tebal terlihat di atas jok motor dan jalanan pun terlihat memutih,” kata Arya Trisnanto, warga Gamping, Sleman, saat dihubungi pukul WIB, Jumat (14/2).

Dilansir Mitigasi BPBD Kediri, Jumat (14/2), sebaran abu yang dikeluarkan dari perut gunung telah mencapai pantai selatan di Pulau Jawa. Kawasan di Yogyakarta, Pacitan, Blitar dan sekitarnya juga dihujani abu vulkanik.




200 Murid TK Kunjungi UPT Pemadam Kebakaran Sleman

damkar

Sleman – Sekitar 200 murid TK IT Said Bin Tsabit, Mungkid, Magelang, Selasa (11/2), mengunjungi UPT Pemadam Kebakaran BPBD Kabupaten Sleman. Rombongan anak-anak itu datang ke kantor UPT Pemadam Kebakaran  dengan didamping guru dan sejumlah orang tua.

Kunjungannya tersebut dimaksudkan untuk lebih mengenal tentang Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman.

Kegiatan yang dipandu oleh staf UPT Pemadam Kebakaran, Sugiarto, dan satu regu personil Damkar meliputi pengenalan peralatan Pemadam Kebakaran,  ketugasan Pemadam Kebakaran, dan permainan yang diramu dengan simulasi penanggulangan kebakaran.

Diharapkan  kunjungan ini akan  menumbuhkan jiwa kepedulian, kerjasama dan tolong menolong terhadap sesama sejak dini bagi anak-anak.  Disamping juga untuk sosialisasi cara antisipasi penanggulangan kebakaran bagi orang tua siswa dan guru.