Antisipasi Terjadinya Hujan Abu, BPBD Sleman Sediakan 8000 Masker

Sleman – Hembusan gas dan meterial Gunung Merapi seperti yang terjadi pada Kamis (27/3) siang diperkirakan masih bisa terjadi lagi sewaktu-waktu. Bahkan saat hujan turun, letusan freatik Merapi juga bisa terjadi. Untuk mengantisipasi dampak terjadinya hujan abu yang bisa saja datang setiap waktu, BPBD Kabupaten Sleman sediakan masker bagi warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan mengatakan pihaknya menyediakan masker untuk masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi hujan abu vulkanik.

“Kami sediakan masker di Posko Utama Pakem dan puskesmas jika masyarakat membutuhkan bisa ambil,” ujarnya.

Karena hembusan gas Gunung Merapi tidak dapat diprediksi maka masyarakat telah disiagakan untuk mengantisipasi bencana. Pelatihan pengurangan risiko bencana diintensifkan agar masyarakat siap saat ada peningkatan aktivitas Gunung Merapi.




BNPB Dan SIKIB Serahkan Bantuan Rp 1,25 M Untuk Warga Cangkringan

Sleman – BNPB dan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) hari ini, Jumat (28/3), menyerahkan bantuan bagi masyarakat Cangkringan korban erupsi Merapi 2010 di Balai Desa Kepuharjo Cangkringan, Sleman. Rombongan diterima oleh Kepala BPBD Sleman Julisetiono DW.

Julisetiono menyampaikan bahwa untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemandirian ekonomi, masyarakat Cangkringan saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada usaha ternak dan pertanian, tetapi juga telah mengembangkan usaha kreatif baik berupa aneka kerajinan dan olahan makanan maupun usaha wisata.

Di kawasan hunian tetap juga telah terbentuk sejumlah kelompok ekonomi kreatif yang mampu memproduksi batik, makanan ringan dan aneka industri rumahan. Masalah yang tengah dihadapi saat ini adalah pengembangan pasar.

Julisetionop mengharapkan dukungan dari ibu-ibu SIKIB untuk membantu masyarakat Cangkringan dalam mengembangkan jaringan pasar bagi produk-produk yang dihasilkan. Dengan kata lain  kepedulian SIKIB terhadap masyarakat korban erupsi Merapi tahun 2010 diharapkan  tidak berhenti dengan penyerahan bantuan ini saja.

Kepada masyarakat penghuni huntap, Julisetiono berpesan agar memaksimalkan bantuan yang diberikan sebagai modal untuk memulai usaha produktif yang lain. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi masyarakat jangka panjang.

Sementara itu, Ketua II Solidaritas Istri Kabinet Indonesia bersatu Ibu Ratna Joko Suyanto pada kesempatan tersebut mengharapkan agar bantuan tersebut agar bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya meskipun nilainya tidak seberapa. Kalau hal tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal maka akan sedikit banyak membantu untuk memenuhi kebutuhan, baik dibidang kesehatan maupun yang lain.

Pada kesempatan bakti sosial tersebut diserahkan beberapa bantuan yaitu bantuan kandang sapi komunal sebanyak 4 kandang yang diserahkan oleh  Ibu Ratna Joko Suyanto, Bank Mandiri Yogyakarta Hendra Wahyudi, Penasehat Pundi amal CSTV Letjen (Purn) Soeyono dan  Isteri Sekretaris Utama BNPB Siti Qomarohmi.

Bantuan tersebut diperuntukan bagi kelompok yang tergabung dalam Koperasi Ternak Sarono Makmur. Disamping itu diserahkan pula Peralatan PosYandu untuk enam kelompok, enam ekor sapi untuk enam orang, dan 500 pohon untuk kecamatan Cangkringan. Total bantuan tersebut nilainya Rp1,250 milyar. Di samping itu diserahkan pula bantuan bola Voli dan bantuan peralatan sekolah.

Selain penyerahan bantuan dalam bakti sosial, BNPB dan SIKIB juga melakukan penanaman pohon penghijauan dan pencanangan Gerakan Indonesia Berseri yang ditandai dengan pembukaan selubung papan nama.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain  ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj. Sri Kustini Sri Purnomo, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr. Mafilindati Nuraini, , Caamat Cangkringan Bambang Nurwiyono, SE. Sedangkan Ratna Joko Suyanto pada kesempatan tersebut didampingi antara lain Dani Hendarman Supanji, Nini Djan Faridz, Ririen Roy Suryo, Nanik Syamsul Ma’arif, danInayati Ali Gufron.