Belasan Siswa Difabel Ikut Ujian Nasional Di Sleman
Sleman – Ujian Nasional (UN) di Kabupaten Sleman tahun 2014 ini akan diikuti belasan siswa berkebutuhan khusus atau difabel. Di tingkat SMA sederajat terdapat tujuh siswa tuna netra, lima siswa low vision di tingkat SMP, dan tiga siswa tuna rungu di tingkat SD.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman Arif Haryono SH, pada hari Minggu (30/3) kemarin, mengatakan penyelenggara ujian telah menyiapkan soal dengan huruf braille bagi peserta tuna netra. Sementara bagi yang low vision, font soalnya akan dibesarkan tapi materinya tetap sama.
Arif Haryono juga mengungkapkan pada peserta UN difabel akan mendapat tambahan waktu mengerjakan soal. “Mereka akan mengikuti ujian dengan tambahan waktu 45 menit,” paparnya.
Sementara itu sekolah inklusi di Kabupaten Sleman sudah melakukan banyak persiapan menghadapi UN. Misalnya di MAN Maguwoharjo yang mengaku sudah melakukan try out sebanyak enam kali.
Dari 141 peserta UN di sekolah tersebut, tujuh di antaranya merupakan tuna netra. “Ada tujuh tuna netra, lima dari jurusan IPS dan dua dari jurusan agama,” kata Alfiyah, Wakil Madrasah Bagian Humas dan Inklusi.
Alfiyah mengaku, pihak sekolah akan memberikan pendampingan secara internal. Menurutnya, tidak setiap orang bisa mendampingi siswa berkebutuhan khusus.
“Yang tahu adalah gurunya yang bersangkutan, misalnya cara membacakan soal. Tahun kemarin ada pendamping dari luar yang salah baca soal,” tutur Alfiyah.
Para peserta UN tuna netra di MAN Maguwoharjo akan mengerjakan soal di ruang yang berbeda dengan peserta lain. Hal tersebut salah satunya agar tidak mengganggu konsentrasi peserta lain saat pendamping membacakan soal