Dinas Dikpora Sleman Alokasikan Rp2,4 Miliar Untuk Selenggarakan UN

Sleman – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman telah melakukan berbagai persiapan untuk pelaksanaan ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat, akan digelar pada 14-16 April mendatang, kata Kepala Disdikpora  Kabupaten Sleman, Arif Haryono, Rabu (26/3).

Sebagai wujud komitmen dan dukungan terhadap penyelenggaraan ujian nasional di Sleman, Dinas Dikpora Kabupaten Sleman telah mengalokasikan anggaran hingga sebesar Rp2,4 miliar.

Angka ini juga termasuk anggaran untuk latihan ujian selama tiga kali untuk setiap jenjang (SD, SMP dan SMA sederajat) baik sekolah negeri maupun swasta.

Menurut Arif Haryono, Dinas Dikpora Kabupaten Sleman akan mendistribusikan soal ujian nasional (UN) untuk tingkat SMA sederajat secara serentak. Distribusi akan dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan ujian. Selain demi keamanan dan kerahasiaan, distribusi serentak dilakukan karena armada transportasi yang tersedia juga terbatas.

Arif Haryono mengatakan bahwa distribusi soal akan dilakukan secara serentak melalui kelompok kerja (pokja). Distribusi soal UN akan dilakukan sembilan pokja untuk tingkat SMK dan SMA. Arif Haryono juga menjelaskan bahwa saat ini Dinas Dikpora Kabupaten Sleman telah selesai menyiapkan data peserta dan pengawas.

Untuk jenjang SMA, jumlah peserta ujian mencapai siswa dari 56 sekolah. Para peserta UN akan mengikuti ujian di 44 sekolah karena pelaksaan UN di 12 sekolah digabungkan. Dinas Dikpora Kabupaten Sleman menyediakan 582 orang untuk mengawasi UN SMA.

Sementara untuk ujian nasional tingkat SMK akan diikuti siswa dari 54 sekolah. Namun, penyelenggara UN hanya 48 SMK. “Ujian di enam sekolah bergabung dengan sekolah lain karena belum akreditasi,” ujar Arif, dan menambahkan, sebanyak 782 orang disiapkan menjadi pengawas ujian SMK.

Persiapan UN tingkat SD dan SMP juga sudah disiapkan Dinas Dikpora Kabupaten Sleman. Jumlah peserta UN SD Sleman mencapai siswa dari 518 SD. Sementara, jumlah peserta ujian SMP mencapai siswa dari 131 sekolah. Ujian nasional tingkat SD akan digelar 19-21 Mei 2014. Sementara, UN SMP akan digelar 5-8 Mei mendatang.

Bagi peserta yang berkebutuhan khusus seperti tuna netra, Arif mengatakan penyelenggara ujian telah menyiapkan soal dengan huruf braille. Saat ini terdata sebanyak enam siswa tingkat SMA akan mengikuti ujian dengan soal huruf braille tersebut. Mereka akan mengikuti ujian dengan tambahan waktu mengerjakan soal 45 menit.

Penyelenggaraan ujian tingkat SD tahun ini telah berubah menjadi ujian sekolah. Soal ujian tidak lagi berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Arif mengatakan Dinas Pendidikan Provinsi akan menyediakan soal ujian untuk jenjang SD. “Untuk soal Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA proporsi soal ujian 25 persen dari pemerintah pusat dan 75 persen disusun daerah,” ungkapnya.




Jagung Crispy Bangunkerto Jadi Produk Unggulan UUPKS DIY

Sleman – Satu lagi jenis produk makanan yang menjadi unggulan di Kabupaten Sleman, yaitu jagung crispy dari Bangunkerto. Meski belum terkenal, produk jagung crispy cukup menjanjikan hasil yang lumayan dan ditetapkan menjadi produk unggulan UUPKS di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Usahanya memang masih dikerjakan secara manual dengan peralatan sederhana tetapi ternyata hasilnya cukup menggembirakan bahkan bisa berinovasi dengan produk yang dihasilkannya.

Ya itulah produk jagung crispy yang dibuat oleh Titik Kuswandari warga Dusun Ngablak Desa Bangunkerto Turi, Kabupaten Sleman. Bahkan jagung cripsy produksi Titik ini telah ditetapkan sebagai produk makanan unggulan UUPKS DIY.

“Ya sejak tanggal 22 Februari 2014, jagung cripsy produksi saya sudah ditetapkan menjadi produk unggulan UUPKS di DIY,” kata Titik, kepada tim Humas Kabupaten Sleman dan wartawan di tempat usahanya, Selasa (25/3) kemarin.

Jagung cripsy produksi Titik, memang termasuk makanan sehat karena dibuat tanpa bahan pengawet dengan bahan baku jagung manis, terigu, telur dan mentega.

“Kami membuat secara manual jagung manis diblender kemudian dicampur dengan terigu, mentega dan telur dibuat adonan dan kemudian dibuat lempengan, sebelum digoreng,” kata Titik.

Dengan jumlah tenaga sebanyak 3 sampai 4 orang, bisa memproduksi 10 sampai 25 kg jagung crispy sehingga perbulan produknya antara 2 sampai 3 kwintal.

“Dengan hasil produksi seperti itu omset penjualan bisa mencapai Rp6 juta per bulan dan kalau orderan lagi banyak omsetnya bisa lebih dari Rp 6 juta,” kata Titik.

Dikatakan Titik, usaha pembuatan jagung crispynya ini mulai dibuat sejak tahun 2008 dan semakin berkembang dengan inovasi baru hingga saat ini. Selain rasa original (gurih) varian rasa jagung crispy ada yang pedes dan manis. Dan varian terbaru adalah jagung crispy daun katuk yang diperuntukkan bagi ibu-ibu yang menyusui.

“Jagung crispy daun katuk ini banyak dijadikan contoh makanan oleh petugas Puskesmas di Turi terutama bagi ibu-ibu menyusui,” tuturnya.

Selama ini, lanjut Titik, produknya yang diberi label Adhista Snack Jagung Crispy juga sudah mendapat sertifikat dari Dinas Kesehatan dan label halal masih dalam proses ini sudah banyak dijumpai di beberapa toko dan supermarket di DIY.

Sementara untuk bahan baku jagung manis diakui Titik diambil dari Magelang dan Klaten. Untuk jagung manis dipilih yang belum terlalu tua dan tidak terlalu muda sehingga prosesnya lebih mudah dan hasil cripsynya juga lebih enak.




Sleman Kini Miliki Saka Pramuka Pariwisata

Sleman –  Untuk mendidik generasi muda yang berkualitas sekaligus mendukung dan mengoptimalkan pemasaran pariwisata, maka Kabupaten Sleman saat ini telah memiliki Saka Pramuka Pariwisata.

Pelantikan Majelis Pembimbing dan Pimpinan Satuan Karya Pramuka Pariwisata Kwarcab Sleman Periode 2014 – 2019, telah dilakukan Selasa (25/3), di aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Sleman Drs Agus Soesilo Endiarto MSi.

Adapun susunan jajaran Majelis Pembimbing Saka Pramuka Pariwisata Kwarcab Sleman periode 2014 – 2019 antara lain Ir AA Ayu Laksmidewi TP, MM sebagai Ketua, Ir Budi Santoso sebaga Wakil Ketua I, sedangkan Wakil Ketua II Edy Winarya SSn, Wakil Ketua III Dra Nurhadiyati Patminingsih dan Sekretaris Dra Sri Winarti.

Agus Soesilo Endiarto mengajak kepada jajaran Majelis Pembimbing maupun Pimpinan Saka Pariwisata untuk segera menyusun program kerja yang jelas dan realistis.

Tidak perlu program muluk-muluk, yang terpenting dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan memberikan dampak yang positif terhadap misi yang diembannya.

Kegiatan-kegiatan yang nantinya akan dilakukan diharapkan didasarkan pada komitmen nurani untuk membangun bangsa. Dari Sleman diharapkan dapat membangun dan memberikan kontribusi positif terhadap keistimewaan DIY, dari DIY diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap bangsa Indonesia dengan cara-cara yang cerdas.

Agus Soesilo menjelaskan bahwa jajaran Pramuka di Kwarcab Sleman hingga saat ini telah memberikan fasilitasi dalam pengembangan terhadap 4 bumi perkemahan, yaitu bumi perkemahan Sambirejo Prambanan, Sumberarum Moyudan, Nganggring Girikerto, dan Purwobinangun Pakem.

Sementara Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM sebagai Ketua Majelis Pembimbing mengatakan bahwa Pramuka merupakan akar budaya yang kuat. Sehingga dalam hal ini Saka Pramuka Pariwisata dinilai merupakan program yang strategis dalam upaya memotivasi dan memberikan penyadaran kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk menjadi generasi yang berkualitas.




Pelajar Malaysia Belajar Budaya Ke Sleman

Sleman – Bupati Sleman Sri Purnomo menerima kunjungan 12 siswa SMK (Sekolah Menengah Kebangsaan) Bukit Kayu Hitam dan SMK Pulau Nyior Kedah Darul Aman Malaysia, hari Selasa (25/3), di rumah dinas bupati.

Para pelajar Malaysia tersebut didampiing oleh Kepala Sekolah Hjh. Siti Aminah serta sembilan guru kelas. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan karena sebelumnya siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok juga telah berkunjung ke Sekolah Malaysia.

Sebelumnya, para pelajar dari Malaysia ini telah diterima di SMP Muhammadiyah 3 Depok sejak tanggal 23 Maret dan menurut rencana akan tinggal sampai 28 Maret. Selama tinggal di Sleman, para pelajar Malaysia tinggal di rumah dua orang wali siswa dan empat orang guru dan karyawan.

Berbagai rangkaian kegiatan sudah mereka ikuti. Semenjak hari Senin (24/3), para pelajar dari Malaysia tersebut juga telah mengikuti pembelajaran di SMP Muhammadiyah 3 Depok. Materi pembelajaran yang disampaikan tentang budaya Jawa, kegiatan membatik dan kegiatan pengenalan budaya Indonesia.

Para pelajar dari Malaysia juga telah mengikuti perjalanan pendidikan ke sekolah-sekolah lain dan berkunjung Wisata Budaya Kraton Yogyakarta, Kebun Binatang Gembiro Loka, Masjid Besar Kauman dan menyaksikan panggung Ramayana.

Selanjutnya juga akan mengikuti acara talk show pendidikan dengan lima pembicara dari lima negara, yaitu Cina, Mesir, Ubekistan, Malaysia dan Indonesia, hasil kerjasama dengan Universitas Ahmad Dahlan. Selain itu, dalam acara tersebut juga akan dilakukan performance art dari masing-masing negara.

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan pentingnya diplomasi publik di era globalisasi. Menurutnya, diplomasi tradisional yang melibatkan komunikasi antar pemerintah (antar diplomat) dan antar negara memang penting, namun akan lebih efektif bila juga melibatkan peran serta warga negara.

“Kini, Indonesia termasuk negara yang sedang giat membangun diplomasi publik yang elegan yang mensinergikan antara perwakilan RI di luar negeri dengan seluruh WNI yang sedang berada di luar negeri,” katanya.

Menurutnya, salah satu bentuk diplomasi publik yang jitu dan terbukti ampuh adalah diplomasi budaya dan kuliner. “Melalui budaya dapat terjadi pertukaran ide, gagasan dan nilai sehingga informasi lebih mudah diterima,” ujarnya.

Ditambahkan, cakupan diplomasi budaya juga sangat luas meliputi bidang seni, olahraga, pendidikan dan lagi perjalanan langsung Yogyakarta – Malaysia hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam sehingga ini memudahkan jalinan kerjasama di berbagai bidang.

Dalam penerimaan kunjungan ini beberapa siswa SMP Muhammadiyah 3 Depok menampilkan kesenian tari Taledok yang menggambarkan aktivitas petani yang sedang mengayak beras.

Para pelajar Malaysia menampilkan akustik serta Lagu Pendidikan Cemerlang Kedah Gemilang dari Siswa Kedah yang dinyanyikan setiap pagi sebelum kelas dimulai untuk menaikan semangat para pelajar. Acara diakhiri dengan tukar menukar cinderamata.




KPU Sleman Sosialisasi Tentang Tata Cara Pemungutan Suara

Sleman – KPU Kabupaten Sleman melakukan sosialisasi tata cara pemungutan suara di Monumen Jogja Kembali, Minggu (23/3). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pemilu setelah penyelenggaraan kampanye damai yang dilaksanakan di tempat yang sama.

Tujuan sosialisi adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti penting dari Pemilihan Umum, yaitu untuk memilih para pemimpin Negara dalam kurun waktu 5 tahun mendatang, dengan harapan masyarakat tidak Golput. Tetapi berperan aktif untuk ikut serta dalam pemungutan suara yang akan dilaksanakan pada 9 April 2014.

Dalam sosialiasi tersebut juga dilakukan pemutaran film tentang sejarah demokrasi di Indonesia. Film dokumenter yang bercerita tentang pemilu pertama kali, yaitu pada tahun 1955 (masa orde lama) yang diikuti oleh 30 partai sampai dengan pelaksanaan Pemilu secara rutin setiap 5 tahun sekali. Pemilu pada tahun 2014 yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 April 2014.

Di sela-sela pemutaran film tersebut, sempat diisi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh panitia kepada para peserta, dan bagi yang berhasil menjawab diberikan doorprize. Acara yang berakhir pada pukul WIB ini berjalan dengan aman dan lancar.