Sleman Bangun 11 Embung Untuk Konservasi Air
Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyiapkan pembangunan embung sebanyak 11 embung, sebagai upaya untuk mendukung pelaksanaan konservasi air di wilayah Sleman dan kawasan di bawahnya. Saat ini sudah ada 14 embung dengan kapasitas volume rata-rata meter kubik.
“Kami rencanakan tambah 11 embung lagi. Sudah disusun DED (Detail Enginering Desain) nya,” kata Kabid Energi dan Sumber Daya Mineral Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) Sleman, Fauzan Darmadi, Kamis (20/3).
Menurutnya, sekarang ini pembangunan embung masih menjadi strategi unggulan Pemkab Sleman dalam hal konservasi air. Proyek embung tersebut direncanakan tersebar di beberapa lokasi , di antaranya Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak, Lojajar Kecamatan Tempel, Sidokarto Kecamatan Godean, dan Pentingsari Kecamatan Cangkringan.
Dikatakan Fauzan untuk biaya pembangunan embung ini ditaksir antara Rp 3 miliar hingga Rp4 miliar per unit embung. Kecuali embung Wedomartani yang dulunya merupakan bekas galian tambang pasir diperhitungkan butuh anggaran Rp8 miliar.
Sementara Kepala Dinas SDAEM Sleman, Sapto Winarno, mengaku, konservasi lahan di Kabupaten Sleman masih sangat minim, sedangkan sesuai aturan perundangan, 30% dari total lahan harus memiliki fungsi konservasi.
“Di Sleman baru ada enam persen. Kami tidak bisa menargetkan kapan persentase ideal itu terealisasi. Jika hanya mengandalkan keuangan daerah tentu tidak mungkin, sehingga proposal juga diajukan ke Pemerintah Provinsi dan Pusat,” kata Sapto.
Sapto menambahkan, karena keterbatasan anggaran, sampai sekarang pihaknya belum dapat memastikan realisasi proyek sebelas embung tersebut. Secara umum sarana embung diprioritaskan pada kawasan tengah dan utara.
Embung di lokasi tersebut diperhitungkan akan cukup efektif karena struktur tanahnya yang berpasir. Namun, kawasan lain seperti Sleman bagian barat dan timur khususnya Prambanan, juga dirasa layak untuk proyek embung.
“Setidaknya bisa digunakan untuk cadangan air permukaan. Belum ada perhitungan jumlah embung yang ideal untuk mendukung program konservasi. Namun, kami tetap akan mengupayakan karena program ini mendapat respon cukup bagus dari masyarakat bahkan dimanfaatkan untuk memancing dan wisata,” tutur Sapto.