BKB Kabupaten Sleman Dievaluasi Tim DIY
Sleman – Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak di Kabupaten Sleman, dilakukan melalui Program Ketahanan Bina Keluarga Balita (BKB) dan Anak, yang diwadahi dalam kelompok kegiatan BKB.
“Selain itu, pengembangan BKB di Sleman juga merupakan salah satu bagian untuk wujudkan Kabupaten Sleman menuju layak anak,” kata Kepala Badan KBPMPP Kabupaten Sleman Hayah , ketika menerima tim evaluasi BKB Tingkat DIY, di Balai Umbul Dusun Degolan, Kecamatan Ngemplak, Selasa (18/3).
Tim evaluasi BKB Tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipimpin oleh Kepala Bidang KS-PK BKKBN DIY Rohdiana Sumaryati,, dan mereka diterima oleh Kepala Badan KBPMPP Kabupaten Sleman Hayah .
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman Dra. Hj. Kustini Sri Purnomo, Muspika Kecamatan Ngemplak, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahlaga serta Kepala Desa dan perangkat Desa Umbulmartani beserta masyarakat Degolan dan sekitarnya.
Nurul Hayah menyampaikan bahwa untuk meningkatkan peran keluarga dalam membina Balita, Pemkab Sleman saat ini tengah melaksanakan pembinaan kegiatan 236 kelompok Bina Keluarga Balita. Jumlah ini meningkat dari tahun lalu, yaitu sebanyak 209 kelompok.
Jumlah keluarga yang menjadi sasaran BKB yaitu orang, atau meningkat dari tahun lalu sebanyak orang, dan sebanyak orang mengikuti program KB. Pada tahun 2013 jumlah Balita (usia 0-5 tahun) di Kabupaten Sleman tercatat sebanyak orang anak.
Pendidikan untuk anak-anak di Kabupaten Sleman didukung oleh 224 taman bermain, 573 PAUD, dan 534 sekolah taman kanak kanak. Selain pendidikan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga terus berupaya untuk meningkatkan pembangunan di bidang kesehatan.
Pembangunan bidang kesehatan mampu mendukung upaya peningkatan kesehatan masyarakat, sehingga rata-rata usia harapan hidup 76,01 tahun atau di atas rata-rata provinsi 74 tahun dan nasional 70,6 tahun.
Selain itu, angka kematian bayi per kelahiran hidup sebesar 4,60, atau lebih baik dibandingkan dengan angka provinsi sebesar 16 dan nasional 34 per KH.
Pada tahun 2013 angka kematian ibu melahirkan 63,70 orang per kelahiran hidup, dibawah angka provinsi yaitu 124 per kelahiran hidup dan angka nasional 226 per kelahiran hidup.
Kondisi persentase gizi buruk balita 0,37% masih lebih baik dibanding provinsi (0,68%) dan nasional (4,9%), dan persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan pada tahun 2013 sebesar 99,90% lebih baik dari angka nasional yaitu 95%.
Sementara itu Ketua BKB Rias Padukuhan Degolan, Dian , melaporkan bahwa BKB Degolan ini berdiri sejak tahun 2005 tetapi banyak kendala sehingga belum begitu kelihatan hasilny.
Namun pada tahun 2013 yang lalu, BKB Rias ini dipusatkan di Balai Umbul yang dibangun di atas tanah Kas Desa Umbul Martani dan hingga sekarang juga perkembangannya sangat luar biasa.