114 Peserta Berebut Gelar Dimas Dan Diajeng Sleman 2014

211_20140403093550

Sleman – Sebanyak 114 peserta berebut gelar Dimas dan Diajeng Kabupaten Sleman tahu 2014, mereka terdiri dari 40 dimas dan 74 diajeng. Ujian tertulis peserta Dimas Diajeng tersebut sudah dilaksanakan hari Rabu (2/4) di Museum Pendidikan Indonesia (MPI) UNY.

Sebelum ujian tertulis dilaksanakan, peserta mendapat pembekalan dengan 3 narasumber di antaranya, bidang pariwisata disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM.

Kemudian bidang kebudayaan oleh Aji Wulantara SH dan dari Dewan Kebudayaan Sleman, serta bidang ngadi salira, dan ngadi busana oleh dr Kalithi Art and Gedding Organizer.

“Dari ujian tertulis tersebut akan diambil 60 semi finalis (30) pasang, mereka diberi pembekalan tentang bahasa Inggris, pariwisata, bahaya narkotika, etika dan bahasa Jawa, psikologi serta pose dan gesture,” kata Ayu Laksmidewi di kantornya, Kamis (3/4).

Setelah pembekalan dilanjutkan dengan tes wawancara untuk mendapatkan 30 finalis (15) pasang , yang hasilnya akan diumumkan tanggal 10 April 2014.

Sementara para finalis dilanjutkan dengan kegiatan workshop dan briefing, pemotretan, table manner, bakti sosial, kunjungan media partner  presentasi, famtrip, outbound. Sebelum malam grandfinal finalis dikarantina selama 4 hari.

Ayu mengatakan bahwa Sleman merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi besar dan lengkap. Di antaranya sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, tujuan pariwisata, penghasil pangan, pengembang industri kecil, agro industri dan industri jasa.

“Melihat banyaknya potensi itulah, diperlukan generasi muda yang memiliki jati diri, berkarakter, cerdas, kreatif, berwawasan luas serta sadar akan budayanya. Untuk itulah, ajang pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2014 ini hendaknya dapat dijadikan bekal bagi anak-anak muda untuk menjadi contoh yang baik bagi generasi muda lainnya,” kata Ayu.

Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2014 tersebut terselenggara atas kerjasama antara Disbudpar Sleman dengan Ikatan Dimas Diajeng Sleman (IDDS).




Satpol PP Sleman Siap Bersihkan Alat Peraga Kampanye

Sleman – Mengacu Perbub no 3 Th 2014 dan UU No 8 Tahun 2012 mengenai masa tenang, bahwa dalam masa tenang maka semua peserta pemilu tidak diperbolehkan melaksanakan kampanye berupa apapun bentuknya, baik melalui pertemuan, pemasangan spanduk, baliho dan lain-lainnya.

Oleh karena itu, Satpol PP Kabupaten Sleman beserta instansi terkait, mangadakan koordinasi menjelang berakhirnya masa kampanye, atau masa tenang, untuk menghadapi pemilu legislatif dan DPD RI.

Rapat koordinasi diselenggarakan di kantor Sat Pol PP Kabupaten Sleman, Rabu (2/4) kemarin. Rapat koordinasi membahas persiapan pembersihan alat peraga kampanye (APK) peserta pemilu tahun 2014 di Kabupaten Sleman.

Rapat di pimpin oleh Kabid Tramtib Sat Pol PP Kabupaten Sleman Drs. Fatoni, dan dihadiri oleh perwakilan dari Polres Sleman, KPU, Panwaslu, Dinas  PUP, Humas dan Kantor Kesbang.

Panwaslu diminta untuk memberikan surat kepada masing-masing Parpol peserta Pemilu untuk membersihkan segala bentuk alat peraga kampanye di wilayahnya masing-masing sampai dengan tanggal 6 April 2014 dari pukul s/d pukul WIB.

Apabila hal tersebut tidak dilakukan atau para peserta pemilu tersebut tidak melepas atau membersihkan APK dalam jangka waktu yang sudah ditentukan, maka APK akan dibersihkan oleh Satpol PP beserta tim.

Rencana pembersihan APK oleh Satpol PP akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 6-8 April 2014. Tim gabungan terdiri dari Satpol PP, Polres Sleman, KPU, Panwaslu, Dinas  PUP, Humas dan Kantor Kesbang.

Masing-masing kelompok terdiri dari 10-11 personil dibagi menjadi 3 kelompok untuk menyisir di tiga wilayah dimulai dari tanggal 6 April 2014 jam sampai dengan jam. WIB.

“Pembersihan alat-alat peraga kampanye ini diharapkan nantinya masyarakat bisa benar-benar tenang dan merenung akan apa yang dipilihnya pada tanggal 9 April tersebut,” kata Kabid. Operasional Drs. Fathoni.

Untuk lebih mengefektifkan upaya pembersihan APK pada masa tenang, Satpol PP akan berkoordinasi dengan Camat dan Polsek di masing-masing wilayah. Diharapkan operasi pembersihan APK pada masa tenang nanti bisa berjalan dengan baik, tertib dan tidak ada sesuatu apapun yang tidak diinginkan.