Sekjen Kementerian Pendidikan Pantau Langsung UAN Di Sleman

Sleman, – Untuk memastikan pelaksanaan ujian nasional (UN) berjalan sesuai dengan POS (Prosedur Operasional Standar), Sekjen Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Prof DR. Ainun Nain mengadakan pemantauan langsung ke sekolah di wilayah Sleman, pada hari pertama UN, Senin (14/4).

Sekolah yang dipantau meliputi SMAN 2 Ngaglik, SMK I Cangkringan, SMA I Cangkringan dan SMA Sunan Kalijogo Cangkringan.  Peninjauan didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (DIkpora) Kabupaten Sleman Arif Haryono, SH.

Hasil peninjauan pelaksanaan ujian nasional hari pertama, tidak dijumpai masalah baik dari sisi distribusi soal-soal maupun Pokja siap semua dan pengawas juga lengkap.

Namun demikian, menurut Arif Haryono, pelaksanaan pada hari pertama UN di Sleman terdapat 2 siswa yang tidak masuk karena sakit yakni di SMK YPKK 2 Sleman dan SMA Bina Umat Moyudan.




Wakil Gubernur DIY Resmikan Gerakan Petani Cerdas Di Sleman

Sleman, – Launching Teknologi Padi Istimewa dan Gerakan Petani Cerdas, diresmikan oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX di rumah makan Limasan Ngalangan Ngaglik Sleman, Senin (14/4), dengan ditandai pemukulan kentongan.

Hadir pada kesempatan tersebut antara lain wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, , Kepala Dinas Pertanian DIY Ir. Sasongko, Msi, . Gunawan Somodiningrat dari UGM, serta Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir. Widi Sutikno, Msi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur DIY menyempatkan memberi nama padi istimewa pengembangan Jenis Menur (Melati dari Menoreh) dengan nama Syntia. Padi jenis baru tersebut ternyata mampu menghasilkan padi yang sudah baik kualitasnya maupun kuantitasnya dan juga memiliki rasa yang enak.

Wakil Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan pertanian masih memegang peranan penting dalam rangka pencapaian target produksi pangan, sekaligus berperan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sektor pertanian juga masih merupakan sektor yang dapat menampung tenaga kerja cukup besar, hal tersebut menunjukkan serapan tenaga kerja di sektor pertanian cukup potensial. Ini menunjukkan masih banyak ruang dari sektor pertanian yang perlu untuk dikembangkan.

Paku Alam menegaskan bahwa pembangunan pertanian harus dimulai dari desa, sebagai upaya guna menekan laju urbanisasi, serta ketimpangan sosial ekonomi masyarakat, baik struktural maupun spasial.

Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perkembangan alih fungsi lahan di kabupaten Sleman sangat tinggi, disebabkan adanya penjulanan lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi bangunan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa masyarakat jangan terlalu mudah untuk menjual sawahnya yang sehingga menjadi fungsi yang lain.  Yuni Satia berharap agar masyarakat menggeluti pertanian maupun perikanan bukan hanya generasi tua saja, tetapi generasi muda sebaiknya menjadi motor dan pelopor dalam pertanian.

Sedangkan, Prof. Dr. Gunawan Somodiningrat dari UGM menyampaikan bahwa rendahnya produksi padi disebabkan beberapa hal, antara lain  adanya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Selain itu,  belum diterapkannya inovasi teknologi budidaya serta pemilihan benih varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim, kualitas lahan yang menurun akibat  penggunaan input kimia yang berlebihan, sempitnya lahan akibat alih fungsi lahan pertanian, serta penguasaan  teknologi oleh petani yang masih rendah, dll.

Lebih lanjut disampaikan Gunawan,  bahwa  rendahnya kualitas beras mengakibatkan persentase rata-rata beras pecah di DIY mencapai 35% dari keseluruhan beras yang digiling, sehingga  perlu adanya pembinaan intensif kepada petani untuk membuat persentase tersebut  turun hingga  mencapai 25% bahkan bukan mustahil bisa ditekan hingga angka 15%.




Peserta UN SMAN I Turi Dapat Susu Dan Snack

Sleman, – Siswa-siswi kelas XII SMAN 1 Turi Sleman mendapat susu dan snack gratis dari sekolah, sehabis mengikuti ujian nasional (UN) sesi pertama atau pada saat istirahat, Senin (14/4).

Seperti disampaikan Kepala SMAN 1 Turi, Kristya Mintarja Med, bahwa sekolah sengaja memberi fasilitas berupa makanan dan minuman agar siswa tak perlu repot-repot ke kantin.

“Minuman dan snack ini semuanya gratis. Selain itu, kami juga memberikan peralatan tulis untuk ujian kepada siswa,” kata Kristya.

Sebelum mengikuti ujian, semua siswa harus datang ke sekolahan tepat pukul WIB. Setelah itu doa bersama di lapangan yang dipimpin guru agama. Baru selanjutnya siswa memasuki ruangan masing-masing yang terbagi dalam 6 ruang bagi 102 peserta ujian SMAN 1 Turi.

Setiap ruang ujian ada siswa penanggungjawab ruang. Dimana nantinya siswa itu akan mengabsensi teman-temannya sebelum memasuki ruang ujian. Dengan harapan, jika ada salah satu siswa yang terkendala di jalan misalnya ban sepedanya kempes, maka segera melapor kepada siswa penanggungjawab ruang.

Nantinya, pihak sekolah akan siap untuk menjemput siswa yang mengalami kendala dijalan itu. “Semua ini kami lakukan agar siswa SMAN 1 Turi merasa nyaman dan siap menghadapi UN. Sehingga memperoleh hasil yang maksimal,” tutur Kristya.




UN Hari Pertamadi Sleman Lancar 2 Siswa Absen

Sleman, – Ujian nasional (UN) bagi siswa SMA/SMK sederajat di Sleman berlangsung serentak mulai Senin (14/4) hingga Rabu (16/4).  Selama tiga hari, setiap mata pelajaran disajikan dalam 20 variasi soal. Artinya, setiap peserta dalam satu ruangan akan mengerjakan soal yang berbeda.

Hari pertama UN di Sleman berlangsung lancar, jumlah peserta yang tercatat sebanyak 4923 siswa SMA dan 6842 siswa SMK.

“Untuk sementara yang sudah lapor dan absen tidak hadir mengikuti ujian sebanyak 2 orang dengan alasan sakit,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono SH, usai melakukan pemantauan UN di sejumlah sekolah, Senin (14/4).

Dikatakan Arif, sejak awal pihaknya sudah mengimbau agar seluruh peserta UN percaya diri. Tidak usah terpengaruh oleh jawaban palsu yang tidak jelas dari mana asalnya. “Kami mengharapkan kepada seluruh siswa untuk belajar saja dengan sungguh-sungguh,” kata Arif.

Kepada para orangtua siswa juga diharapkan memberi dukungan dan perhatian bagi anaknya selama masa UN. “Orangtua siswa juga kami mohon memberikan dukungan kepada putra-putrinya supaya sukses dalam mengikuti ujian akhir nasional,” tutur Arif.




Pagu Indikatif Usulan Kecamatan Di Sleman Rp45 Miliar

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, melalui satuan kerja perangkat daerah (SKPD), telah menganggarkan dana sekitar Rp 45 miliar untuk mengakomodasi usulan perencanaan pembangunan dari masyarakat.

Untuk mengalokasikan dana tersebut, Pemkab melalui Bappeda Sleman telah meminta pada pemerintah Kecamatan di Kabupaten Sleman untuk membuat usulan yang dimasukkan dalam Pagu Indikatif Usulan Kecamatan (PIK).

“Kami sudah meluncurkan program PIK ini sejak 3 tahun lalu dan tahun 2014 ini, kami menganggarkan dana sekitar Rp45 miliar yang dibagi dalam PIK reguler sebesar Rp25,78 miliar dan PIK pendamping PNPM Mandiri perkotaan dan perdesaan sebesar Rp19,86 miliar,” kata Kepala Bappeda Sleman drg Intriati Yudatiningsih MKes kepada wartawan, di Sleman, Selasa (15/4).

PIK itu sendiri dimaksudkan untuk mengakomodasi usulan masyarakat dari tingkat kecamatan sehingga bisa diakomodir oleh masing-masing SKPD yang bersangkutan. Harapannya pelaksanaan musrenbang yang dilaksanakan setiap tahun menjadi menarik karena masyarakat dilibatkan untuk memberikan usulan.

“Ada kewajiban bagi SKPD untuk mengakomodir usulan dalam PIK tersebut asalkan PIK yang diajukan sudah sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Ada sekitar 11 kriteria untuk menyusun PIK tersebut,” kata Intriati.

Kriteria itu antara lain menyangkut jumlah penduduk, luas wilayah, posyandu, ruas jalan kabupaten, irigasi dan lainnya. PIK itu sendiri, kata Intriati, akan dibagikan dalam dua jenis, yaitu PIK reguler dan PIK pendampingan PNPM Mandiri perkotaan dan perdesaan.

“Intinya, PIK ini sebagai satana bagi kecamatan untuk mengusulkan apa yang diinginkan di daerahnya, sehingga usulan itu akan dibawa ke SKPD yang bersangkutan untuk mengakomodirnya,” tambahnya.

Besaran anggaran PIK ini setiap kecamatan berbeda dan akan dibagi secara proporsional dan  disesuaikan dengan kriteria yang ada.