Sleman Siap Jadi Tuan Rumah MTQ DIY

Sleman – Kabupaten Sleman siap menjadi tuan rumah penyelenggaraan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat DIY yang akan berlangsung mulai hari Kamis hingga Sabtu tanggal 1 hingga 3 Mei 2014. Sekitar 250 orang peserta dari seluruh DIY akan mengikuti MTQ tersebut.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Panitia MTQ, Drs Hery Sutopo MM MSc kepada wartawan di Pres Room Pemkab Sleman, Selasa (29/4). Dikatakan Hery, dalam MTQ tersbet akan dibagi dalam 22 sub cabang dan 7 cabang dan MTQ akan berlangsung di 7 lokasi yang berada satu komplek dengan Kantor Pemkab Sleman.

“Pembukaan MTQ DIY ini akan dilaksanakan di Masjid Agung Wahidin Sudirohusodo dan siang sebelum pembukaan akan dilakukan pawai keliling dengan menggunakan andong,” kata Hery.

Pawai tersebut start dan finis di Masjid Agung Wahidin Sudirohusodo Sleman dengan menempun jarak perjalanan sekitar 6 Km.

Diharapkan MTQ ini bisa berjalan sukses dan kontingen dari Kabupaten Sleman mampu meraih juara umum. “Peserta dari Kabupaten Sleman sekitar 50 orang dan sudah dilepas Bupati Sleman hari Senin (28/4),” tutur Hery.

Kepada para juara dalam MTQ ini selain mendapat hadiah juga akan dimasukkan dalam pemusatan latihan guna menghadapi MTQ tingkat Nasional yang akan berlangsung di Batam bulan Juli 2014 mendatang.




Perempuan Sleman Diajak Serta Menanggulangi Narkoba

Sleman – Perempuan-perempuan di Kabupaten Sleman dapat menjadi Kartini-Kartini di zaman modern ini.  Selain itu, peringatan Hari Kartini ini menjadi momen yang penting untuk merefleksikan seberapa jauh peran dalam memajukan peran perempuan di Sleman ini dalam proses pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI saat membuka Sarasehan Peringatan Hari Kartini di Rumah Dinas Bupati, Selasa (29/4). Tema sarasehan yaitu Dengan Semangat Kartini, Kita Tingkatkan Peran Keluarga Sebagai Garda Terdepan Dalam Memerangi Bahaya Narkoba, Penularan HIV dan AIDS.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa peran kaum perempuan sangat besar dalam melindungi keluarga dari berbagai pengaruh buruk, termasuk di antaranya bahaya narkoba dan penularan HIV/AIDS. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengimbau seluruh kaum perempuan untuk turut serta dalam upaya pemberantasan narkoba,” kata Sri Purnomo.

Menurut Sri Purnomo, kasus HIV-AIDS dari 2004-2012 telah menyebabkan kematian sebanyak 39 orang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sejak 2004-2012, penderita HIV-AIDS pada usia kurang dari satu tahun tercatat satu kasus. Pada usia 1-4 tahun, tercatat sebanyak tujuh penderita dan pada usia 5-14 tahun, tercatat sebanyak delapan penderita.

Sementara itu, penderita di usia 15-19 tahun sebanyak lima orang dan penderita terbanyak yakni pada usia 20-29 tahun yang mencapai 183 orang.  Sedangkan pada usia 30-39 tahun, tercatat sebanyak 133 penderita HIV-AIDS.

Di usia 50-59 tahun terdapat 17 kasus dan di usia 60 tahun ke atas kasus tersebut mencapai empat kasus. Kenyataan tersebut menjadi perhatian dan referensi anda sekalian dalam memerangi  dampak penggunaan narkoba.

Dikatakan Sri Purnomo, penanggulangan penyalahgunaan NAPZA memerlukan sinergi integral dari banyak pihak. Tidak hanya pemerintah dan perangkat hukum namun juga kaum ibu yang menjadi benteng utama keluarga dalam melindungi anak-anak dari pengaruh negatif pergaulan.

“Perlu saya tekankan bahwa penangganan korban penyalahgunaan NAPZA diperlukan pendekatan yang kompleks tidak hanya secara klinis dan sosial namun juga melalui pendekatan psikologis yang dapat dilakukan oleh kaum ibu,” katanya.

Setelah pembukaan Bupati menyempatkan diri meninjau hasil-hasil UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) dari masing-masing kecamataan yang mengikuti lomba diikuti Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Hj Kustini Sri Purnomo, Kepala Badan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemberdayaan Perempuan dr Nurulhayah MKes.

Pada kesempatan tersebut Nurulhayah melaporkan bahwa tujuan sarasehan tersebut untuk meningkatkan keluargta sehat sebagai dasar bagi produktivitas kerja dan kapasitas untuk mendorong peran  perempuan dalam kepedulian sosial kepada sesama yang natinya turut menentukan keberhasilan bangsa.

Peserta  sarasehan tersebut terdiri dari BPPM, SKPD,GOW,PKB, PKK kabupaten, PKK Kecamatan, Kader IMP, Foran, PIK R kecamatan, Satgas Narkoba se-Kabupaten Sleman yang jumlahnya mencapai 275 orang.

Usai sarasehan juga diumumkan hasil penilaian UP2K masing-masing kecamatan, dan hasilnya adalah juara 1 UP2K  Sleman, Juara 2 UP2K Kecamatan Turi, Juara 3 UP2K Cangkringan, juara harapan 1 UP2K  Seyegan, dan juara harapan UP2K  Prambanan.




Sleman Jadi Percontohan Budidaya Udang Galah Bersama Padi

Sleman – Kabupaten Sleman dijadikan lokasi program percontohan budidaya udang galah bersama tanaman padi dengan luas lahan satu hektar. Budidaya tersebut ditarget bisa menaikkan hasil panen petani.

Budidaya udang galah bersama padi atau ugadi dilakukan di dua tempat yakni Dusun Samberembe, Desa Candibinangun, Pakem dan Berbah. Program percontohan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan tersebut memberikan bantuan kepada kelompok tani berupa benih, pakan, dan penyiapan lahan. Sebanyak 50 ribu benih udang galah telah disebar di lima bidang sawah seluas 500 meter persegi di Sambirembe pada Senin (28/4).

Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Muda Samberembe, Sigit Pramono, mengungkapka,n program percontohan tersebut diperkirakan bisa memanen hingga 1 ton udang galah dari 50 ribu bibit. Udang galah dan padi akan dipanen hampir bersamaan dengan masa budidaya selama tiga bulan.

“Keuntungan dari mina padi ini petani bisa menghasilkan panen udang dan padi sekaligus,” ujarnya ditemui di Sambirembe, Pakem, Senin.

Sistem pembudidayaan udang galah bersama padi dinilai dapat menghasilkan panen yang lebih banyak. Berdasarkan perhitungan petani, panen padi kering varietas Ciherang bisa mencapai 11, 2 ton per hektar, varietas mandala 12,5 ton per hektar dan Ir 64 super sebanyak 11,04 ton per hektare.

Sementara untuk pertumbuhan ikan meningkat 2 – 3 kali lipat dibanding memelihara ikan di kolam biasa. Di samping itu, serangan hama tikus bisa diminimalisasi karena sawah dikelilingi parit.