Kabupaten Sleman Anggarkan BOK Rp 2,2 Miliar

Sleman – Kabupaten Sleman dalam tahun 2014 ini telah menganggarkan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp 2,2 miliar antara lain digunakan untuk Puskesmas Rp 1,875 miliar atau Rp 75 juta per puskesmas.

Menurut Kabag Humas Sleman Drs Endah SW di Sleman, Minggu (4/5) kemarin, ruang lingkup BOK adalah upaya kesehatan prioritas minimal 60 persen dari total dana BOK.

“Komposisi proporsi bisa dikurangi apabila pencapaian MDGs telah tercapai dan ada anggaran lain dan manajemen puskesmas dan upaya kesehatan lainnya maksimal 40 persen dari total dana BOK,”katanya.

Dikatakan Endah, upaya kesehatan prioritas pendanaan BOK adalah upaya menurunkan prevalensi balita gizi kurang dan gizi buruk, upaya menurunkan angka kematian balita, upaya menurunkan angka kematian ibu dan mewujudkan akses kesehatan reproduksi bagi semua.

Selain itu juga upaya mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru HIV/AIDS, upaya mewujudkan akses terhadap pengobatan HIV dan AIDS bagi semua yang membutuhkan, upaya mengendalikan penyebaran dan menurunkan jumlah kasus baru malaria dan TB.

Dijelaskan Endah bahwa BOK juga diprioritaskan untuk upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber air minum dan sanitasi dasar yang layak.

“Selain itu pemanfaatan dana hanya dibatasi pada transpor petugas, transpor kader, transpor rapat untuk undangan, transpor petugas untuk konsultasi/laporan/SPJ, SPPD,” katanya.

Pemanfaatan dana BOK tidak boleh untuk upaya kuratif dan rehabilitatif, gaji, uang lembur, intensif, pemeliharaan gedung, pemeliharaan kendaraan, biaya listrik, telepon, air, pengadaan obat, vaksin, reagen, alat kesehatan, transpor rujukan pasien.

Untuk itu dilaksanakan pembinaan dan pengawasan oleh Tim pengelola BOK tingkat Kabupaten/Kota kepada para pengguna BOK sehingga dana BOK dapat digunakan sesuai dengan aturan dan tepat sasaran.




Finalis Dimas Diajeng Sleman Eksplorasi Destinasi Wisata

Sleman – Finalis Dimas Diajeng Sleman 2014 yang berjumlah 30 orang atau 15 pasang diajak untuk melihat secara langsung beberapa destinasi wisata di Kabupaten Sleman, Sabtu (3/5).  Acara ini dikemas dalam bentuk famtrip (familirization trip) dengan tujuan untuk menginisiasi peserta agar dapat mengetahui dan mendalami destinasi wisata terkait dengan ragam infomasi dan kualitas produk wisata.  Ke depan finalis Dimas Diajeng Sleman diharapkan dapat mempopulerkan dan mempromosikan destinasi wisata di DIY, khususnya Kabupaten Sleman.

Demikian disampaikan  Kepala Seksi Dokinfo Pariwisata Disbudpar Sleman, Wasita SS MAP saat memimpin famtrip tersebut. Menurut Wasita  bahwa destinasi wisata yang dipilih adalah desa wisata Trumpon, Museum Ullen Sentalu, Kawasan Wisata Kaliurang, Museum Gunungapi Merapi (MGM), Candi Sari dan Sendratari Ramayana di Kompleks Panggung Terbuka Candi Prambanan.

Sebagai duta daerah nantinya mereka diharapkan akan memberikan kontribusi yang positif bagi Kabupaten Sleman dan DIY pada umumnya, khususnya pada sektor pariwisata.

Mengingat sektor pariwisata di Kabupaten Sleman merupakan salah satu sektor andalan yang mampu memberikan kontribusi cukup besar terhadap pendapatan asli daerah.

Sementara itu, salah satu finalis dimas Fajar Wijanarko menuturkan bahwa famtrip yang diselenggarakan oleh Disbudpar Sleman dapat membuka cakrawala peserta, yang ternyata setelah mengunjungi beberapa destinasi wisata memunculkan kesadaran betapa minimnya pengetahuan yang selama ini dimiliki.

Selain itu,  juga menguatkan pemahaman tentang keberagaman, kekuatan dan potensi lokal yang sungguh luar biasa.

Diajeng Nefertiti Yunizare mengatakan hal yang senada bahwa program famtrip memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan tentang destinasi wisata di kabupaten Sleman yang nantinya menjadi bekal yang berharga untuk mempromosikan kepariwisataan di Kabupaten Sleman.

Hal tersebut tentunya akan menjadi pengalaman tersendiri ketika masing-masing peserta diberi tugas untuk memerankan diri sebagai pramuwisata atau tour guide.

Malam grand final pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2014 akan dilangsungkan pada hari Jum’at 16 Mei 2014 pukul WIB di Gedung Serba Guna Universitas Islam Negeri Yogyakarta, Jl. Solo Depok Sleman.




Porkab Sleman Jadi Ajang Kompetisi Atlet

Sleman – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab)Sleman 2014 merupakan salah satu wahana untuk berkompetisi bagi para atlet dan pembina cabang olah raga prestasi di Kabupaten Sleman. Melalui ajang Porkab ini kemampuan dan hasil latihan selama ini dapat diketahui kualitas dan efektivitasnya.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI saat membuka Porkab di lapangan Pemda,  Sabtu (3/5) mengatakan, momen Porkab  menjadi salah satu agenda yang memeriahkan Hari Jadi ke-98 Kabupaten Sleman.

Berkenaan dengan hal tersebut Sri Purnomo berharap agar KONI Kabupaten Sleman untuk bekerja lebih profesional dalam rangka pembibitan atlet potensial dan pembinaan atlet berprestasi secara berkesinambungan.

Diharapkan KONI Kabupaten Sleman dapat menghimpun partisipasi segenap unsur masyarakat untuk mendukung prestasi cabang olah raga. Pembinaan dan pengembangan olah raga memerlukan semangat dan pemikiran yang sungguh serta dilakukan secara sistematis.

Diharapkan pula pelaksanaan Porkab ini dapat menjadi salah satu momen penting yang mampu berperan sebagai ajang pembinaan olah raga  yang harus dilakukan berkesinambungan.

 “Melalui pelaksanaan Porkab ini kita juga dapat meningkatkan kesadaran pada seluruh pendukung atau suporter, untuk senantiasa bersikap sportif dan ksatria dalam mendukung timnya,” kata Sri Purnomo.

Sikap fanatisme yang berlebihan, lanjutnya. cenderung melahirkan gesekan-gesekan antar supoter yang berbeda.

“Kita harus kembali kepada esensi bahwa olah raga bertujuan untuk mempererat persaudaraan dan komitmen fairplay. Kemajuan di bidang olahraga juga menunjukkan kemajuan suatu bangsa,” tambahnya.

Sedangkan Ketua KONI Sleman Ir. Pramono melaporkan bahwa maksud dan tujuan Porkab tersebut  untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakaat agar tercipta budaya olahraga di masyarakat, dan bertujuan  untuk mencari bibit-bibit yang potensial dan meningkatkan rasa persatuan, kesatuan dan kebersamaan antar warga dalam mewujudkan pembangunan manusia yang sehat dan sejahtera.

 Sasaran dalam Porkab adalah sebagai  langkah awal rekruitmen dan pembinaan atlet untuk mencapai prestasi tertinggi dalam Pekan Olah Raga Daerah mendatang. Sedang Porkab akan berlangsung mulai  tanggal 4 – 11 Mei 2014 yang tersebar di 5 lokasi pertandingan.

Dalam event tersebut untuk Porkab diikuti atlet 5 Cabor ( Atletik, Bulutangkis, Bola Volley, Tenis Meja dan Catur) dari 17 Kecamatan. Dan Kejurkab diikuti atlet-atlet 29 Cabang olahraga dari Pengkab Pengkab di Kabupaten Sleman.

Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon oleh Ketua KONI DIY, didampingi Bupati Sleman dan Ketua KONI Sleman.  Sebelum upacara pembukaan berlangsung diawali dengan devile peserta Porkab dari  17 Kecamatan yang diawali bregodo pasukan dan diakhiri drumband UNY. Sementara dalam Devile sebagai juara I kontingan kecamatan Sleman, juara II kontiingen kecamatan Ngaglik dan juara III kontingan kecamatan Depok.




Merapi Waspada Dan Penambangan Pasir Sungai Gendol Ditutup

Sleman – Delapan titik penambangan pasir dan batu di alur Sungai Gendol, Cangkringan, Kabupaten Sleman, dihentikan. Penghentian tersebut terkait kenaikan status Gunung Merapi dari Aktif Normal menjadi Waspada.

Lurah Desa Kepuharjo, Cangkringan Sleman, Heri Suprapto mengatakan Pemerintah Desa Kepuharjo menutup area penambangan pasir dan batu di alur Sungai Gendol setelah mendapat rekomendasi dari Dinas Energi, Sumber Daya Air dan Mineral (ESDAM) Kabupaten Sleman.

“Penutupannya mulai Jumat (2/5) hingga waktu yang belum ditentukan,” katanya, dan menjelaskan bahwa dengan penutupan itu maka alat berat ekskavator yang digunakan untuk menggali dan mengangkat pasir dan batu, truk dan lain sebagainya harus meninggalkan area penambangan.

Heri mengakui dengan penutupan itu, maka arus truk yang banyak melintas di jalur evakuasi menjadi sepi. “Akan kami manfaatkan kesempatan itu untuk memperbaiki jalur evakuasi yang rusak berat,” jelasnya.

Sementara  Kepala Dinas ESDAM Ir Sapto Winarno bersama Tim dari ESDAM terjun mengecek langsung aktivitas penambangan di alur Sungai Gendol, Jumat (2/5).

Berdasarkan pantauan petugas, aktivitas penambangan memang masih ada. Tapi jumlahnya sudah jauh berkurang. Kepada sejumlah sopir yang masih aktif menambang, petugas mengingatkan terkait kenaikan status Merapi dan berharap mereka mengentikan aktivitasnya untuk sementara waktu.

“Baru diperingatkan dulu belum sampai pemberian sanksi. Mungkin juga dari mereka banyak yang belum tahu soal rekomendasi tersebut. Kepada para penambang kami sarankan agar berhenti beraktivitas untuk sementara waktu. Sebab bagaimana kondisi selanjutnya dari Gunung Merapi tidak dapat diprediksi secara pasti,” kata Sapto.

Kebijakan tersebut, menurut Sapto, didasari untuk keselamatan semua pihak. Termasuk penambang sendiri. Untuk itu dia mengimbau kepada para sopir truk agar mentaati aturan, setidaknya hingga status Gunung Merapi kembali normal.

Dinas ESDAM juga akan melakukan evaluasi efektifitas kebijakan terkait penghentian aktivitas penambangan tersebut. Dalam evaluasi tersebut, nantinya juga akan dibahas masalah sanksi yang diberikan bagi truk yang nekad menambang.

“Namun sanksinya seperti apa juga  belum bisa disampaikan, sebab masih menunggu hasil evaluasi nanti,” kata Sapto.




Kabupaten Bantul Juara Umum MTQ DIY 2014

Sleman – Kontingan Kabupaten Bantul keluar sebagai juara umum dengan 19 kafilah sebagai juara I dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat DIY tahun 2014, yang berlangsung di Kabupaten Sleman mulai tanggal 1 – 3 Mei 2014.

Perhelatan MTQ tingkat DIY tahun 2014 tersebut, ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi DIY Drs H Sulistyo SHCn Msi, ditandai dengan penyerahan piala bergilir kepada Kontingan Kabupaten Bantul sebagai juara umum, di halaman Masjid Agung  Dr Wahidin Sudiro Husodo Beran Tridadi Sleman, Sabtu (3/5) .

Sebagai juara umum dalam MTQ tersebut, kontingen Kabupaten Bantul dengan 19 kafilah meraih juara I. Peringkat kedua diduduki kontingen Kota Yogyakarta dengan 9 kafilah meraih juara I, peringkat ketiga dengan 7 kafilah meraih juara I  diraih kontingan tuan rumah Kabupaten Sleman.

Sedangkan peringkat empat dan lima diraih kontingan Kabupataen Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul, masing-masing dengan 3 kafilah meraih juara I , sedang Kabupaten Gunungkidul belum ada yang meraih juara I.

Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Sulistyo,  berharap MTQ tersebut tidak hanya diukur dari sukses prestasi penyelenggaraan serta prestasi kejuaraan.

“Namun yang lebih penting adalah untuk peningkatan pemahaman, penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Al Quran, dalam rangka membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa yang melandasi kehidupan masyarakat,” katanya.

Gubernur juga berharap Al Quran hendaknya dipakai sebagai pedoman dalam membangun DIY agar mendapat banyak hikmah dan keberkahan yang disediakan Allah.