FORPI Adakan FGD Bahas UU Desa

211_20140506031157

Sleman – Forum Pemantau Independen (FORPI) Kabupaten Sleman mengadakan Forum Group Diskusi (FGD) terkait kesiapan pemerintah desa dalam menyongsong UU Desa. Acara dilangsungkan di kantor Kecamatan Prambanan, Selasa (6/5).

Diskusi yang dipandu Ketua FORPI, Drs Octo Lampito MPd, dan menghadirkan dua pembicara. Drs Triyanto Purnomo Raharjo MSi yang merupakan staf pengajar Sekolah Tinggi Pemerintah Masyarakat Desa (STPMD) ‘APMD’ dan Kabag Pemdes Pemda Sleman Sukarno SH MSI.

Kabag Tata Pemerintahan Sleman Dra Endang Wisudawati mengatakan, beberapa desa di Kabupaten Sleman telah ditunjuk sebagai desa pencontohan. Terutama terkait pengelolaan keuangan desa. Sebab, di sejumlah desa masih ditemukan ketidakteraturan dalam pengelolaan alokasi dana desa (ADD).

“Dengan situasi politik yang terjadi sekarang ini, sebenarnya baik Pemkab maupun Pemda DIY telah banyak memberikan bantuan ke desa. Namun perkembangan situasi baik sosial maupun sosial yang cepat, membuat bantuan yang masuk ke desa tersebut dirasa kurang,” jelasnya.

Sementara itu dipilihnya Kecamatan Prambanan dalam pelaksanaan FGD, karena letaknya yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Selain itu kondisi masyarakat juga cukup heterogen, sehingga hasil dari dikusi ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang baik. Terutama terkait permasalan desa




Dewan Diminta Lebih Kritisi Birokrasi

Sleman – Mantan Bupati Sleman, Drs H Ibnu Subiyanto Akt, meminta anggota DPRD Sleman untuk lebih kritis terhadap birokrasi, kritik dari anggota Dewan dimaksudkan untuk kebaikan Pemerintah Kabupaten Sleman.

“Saya melihat anggota Dewan Sleman banyak yang tidak kritis meski saya akui ada beberapa yang memang konsisten tetap kritis,” kata Ibnu Subiyanto dalam acara silaturahmi pejabat Sleman yang dipimpin Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI, Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu, Pimpinan Dewan Sleman dan jajaran pejabat Sleman di rumah mantan Bupati Sleman Drs Arifin Ilyas di Babadan Condongcatur Depok Sleman, Selasa (7/5).

Sri Purnomo sendiri pada kesempatan tersebut menyampaikan silaturahmi ini dalam rangka memperingati Hari Jadi Sleman ke-98. Untuk terus menyambung silaturahmi dengan para mantan Bupati dan Wakil Bupati. Selain mengunjungi mantan Bupati Arifin Ilyas dan Ibnu Subiyanto, rombongan Sri Purnomo juga mengunjungi mantan Bupati Drs Samirin  di Janti dan mantan Wakil Bupati Zailani di Godean.

Selanjutnya Ibnu mengatakan bahwa sekritis-kritisnya ataupun sekeras-kerasnya Dewan berbicara tidak ada keinginan untuk menjatuhkan kecuali hanya untuk perbaikan.

“Kalau Dewan itu bersuara keras justru malah bagus bagi birokrasi sebagai cara untuk mengevaluasi,” tutur Ibnu.

Selain mengkritisi Dewan, Ibnu juga meminta keberadaan stadion Maguwoharjo diperhatikan pemeliharaannya. Ibnu juga meminta agar stadion Maguwoharjo hanya dipakai untuk pertandingan saja bukan untuk latihan.

“Kalau bisa tempat latihan bisa dibuat di lapangan sebelah utara stadion, sebab kalau stadion digunakan untuk pertandingan dan latihan akan gampang rusak,” kata Ibnu.

Ibnu juga minta Dinas PU Sleman untuk memperhatikan taman-taman di sekitar jalan Selokan Mataram yang dilihat pada saat ini banyak ditanami sayuran dan membuat jalan Selokan Mataram menjadi kotor dan tidak terawat.

Sementara mantan Bupati Arifin Ilyas menyambut baik kunjungan silaturahmi pejabat Sleman ini sebagai tradisi budaya yang patut diapresiasi. Arifin Ilyas juga meminta pejabat Sleman sekarang ini untuk tetap menjaga otonomi daerah siapapun Bupatinya karena otonomi daerah di Sleman ini paling awal dilaksanakan di Indonesia.