Ziarah Ke Makam Mantan Bupati Sleman

 Sleman – Dalam rangka Hari Jadi ke-98 Kabupaten Sleman, dilaksanakan ziarah ke makam para mantan Bupati , Rabu (7/5), untuk mengenang jasa dan pengabdian, serta mendoakan  sebagai bentuk penghormatan kepada para Bupati Sleman masa kepemimpinan tahun 1945 s/d 1985.

Dalam acara ziarah ke makam mantan Bupati ini dibagi 2 kelompok yaitu kelompok I dipimpin oleh Kuswanto SIP Ketua DPRD Sleman didampingi Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik,  Kepala Kantor  Serta SKPD di Lingkungan  Pemkab Sleman Ke makam  Bukhori S Pranotokusumo, Rejodani Sariharjo Ngaglik dan makam KRT Pringgodiningrat, Karongan Jogotirto Berbah Sleman.

Kelompok II dipimpin Djoko Handoyo SH, Assisten Sekda Bidang Administrasi Staf Ahli Bupati  ke makam Pakuncen Jogja yaitu makam KRT Projodiningrat, KRT Murdodiningrat, KRT Tejodiningrat dan KRT. Projosuyoto Hadiningrat dan Makam Hastorenggo Kotagede yaitu KRT Dipodiningrat dan KRT Prawirodiningrat.

Selain itu juga dilaksanakan penyerahan tali kasih dari Pemkab Sleman kepada para ahli waris dan diteruskan tabur bunga ke makam mantan Bupati.

“Maksud dan tujuan ziarah ke makam para mantan Bupati ini adalah menjalin tali silahturahmi dan kerjasama kepada ahli waris mantan Bupati Sleman untuk masukan dalam rangka membangun Sleman yang Lebih Sembada,” kata Ketua DPRD Sleman.

Dia menambahkan bahwa warisan para leluhur mantan Bupati ini dapat dilestarikan para penerus pemimpin Kab. Sleman selanjutnya, sehingga Kab. Sleman nanti bisa lebih maju, sejahtera.




Jumlah Pengangguran Di Sleman Tertinggi Di DIY

Sleman – Jumlah pengangguran di Kabupaten Sleman termasuk paling banyak di antara kabupaten/kota lainnya di wilayah DIY. Berdasar data, di Kabupaten Sleman tercatat ada sedikitnya orang penganggur dari angkatan kerja pada tahun 2013.

“Tidak semua faktor tingginya angka pengangguran berasal dari internal Kabupaten Sleman. Ada juga faktor eksternal akibat tingginya mobilitas penduduk,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sleman, Drs Untoro Budiharjo, di kantornya, Rabu (7/5).

Ia menambahkan, dikatakan tertinggi karena warga Sleman jumlahnya paling banyak di antara Kabupaten/Kota di DIY. Demikian juga dengan jumlah pendatang, termasuk kalangan akademisinya.

Meski demikian, Untoro menyebut bahwa pengangguran yang ada tergolong penganggur terdidik. Sebab, sebagian besar merupakan lulusan perguruan tinggi.

“Selain itu, meski tercatat sebagai warga Kabupaten Sleman, tapi hanya memiliki kartu identitas sementara. Tapi memang banyak juga pendatang yang menetap,” imbuh Untoro.

Menurutnya, tinggi rendahnya pengangguran juga dipengaruhi kriteria dan teknik pengambilan sampel dalam survei serta waktu pendataan. Angka pengangguran berada di titik tertinggi jika sampel diambil antara Agustus-September. Sebab, saat itu banyak sarjana lulusan baru dari perguruan tinggi.

“Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) dengan dinas pun kadang berbeda,” kata Untoro.

Berdasar data BPS, persentase tingkat pengangguran dibagi angkatan kerja, berturut-turut pada 2011 sebesar 5,25 persen, 2012 (5,42 persen), dan 2013 (3,8 persen). Hasil itu jauh lebih rendah dari data Pemkab Sleman, yakni 2011 (7,61 persen), 2012 (6,74 persen), dan 2013 (6,47 persen).

“Mayoritas penganggur berpendidikan SMA, diploma dan sarjana (S1) dengan usia produktif 18-35 tahun,” tambah Untoro.




Kodim Sleman Pulihkan Jalan Penghubung 5 Dusun

Sleman – Kodim 0732/Sleman melakukan kegiatan pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 2014 dengan memulihkan jalan yang menghubungkan 5 dusun di Desa Umbulmartani Ngemplak, karena jalan tersebut selama ini tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dandim Sleman Letkol Inf Bambang Yudhi mengatakan, kegiatan  pra-TMMD ini diharapkan pemerintah desa bisa semaksimal mungkin dalam kontribusi meningkatkan pembangunannya. Salah satunya dengan memperbaiki akses jalan supaya transportasi masyarakat lancar.

“Dulunya jalan tersebut bisa dilalui. Namun karena tidak terurus, akhirnya tidak bisa dilewati. Makanya kami pulihkan kembali agar masyarakat tidak memutar terlalu jauh,” kata Dandim, Rabu (7/5).

Pasiter Kodim Sleman Kapten Inf Kamdiyo menjelaskan, kegiatan itu dilaksanakan di Dusun Ngemplak 1, Ngemplak 2, Cilikan, Meces dan Kledokan. Jalan yang dikerjakan itu untuk memperpendek jalur evakuasi menuju Jalan Kaliurang maupun jalan poros Cangkringan.

“Pengerjaan yang melibatkan 60 anggota TNI dan 75 warga setiap harinya ini, dilaksanakan mulai tanggal  5-20 Mei 2014. Ini merupakan program komando atas,” ujarnya.




Bedah Rumah Dalam Rangka Hari Jadi Kabupaten Sleman

Sleman – Pada rangkaian hari jadi Kabupaten Sleman ke-98, banyak diisi dengan berbagai kegiatan yang sifatnya sosial, salah satu kegiatan yang sangat bermanfaat pada masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan, adalah rehabilitasi rumah tak layak huni atau program bantuan bedah rumah.  

Kegiatan tersebut berupa bedah rumah yang diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang memiliki rumah tidak layak huni.

Bedah rumah tersebut untuk 6 keluarga  di 6 tempat, yaitu di Pangukan Tridadi Sleman, Ngaangkrik, Triharjo Sleman, Kamal Kulon Margodadi Seyegan, Mejing Kidul Ambarketawang Gamping dan dua tempat di pedukuhaan Ngajek Tirtomartani Kalasan.

Nilai bantuan untuk bedah rumah tersebut masing-masing Rp12 juta yang pelaksanaannya telah dimulai tanggal 30 April 2014. Hingga saat ini kondisi bangunan mencapai 30-40%, hal tersebut terjadi karena dikerjakan secara gotong royong tergantung banyak jumlahnya yang mengerjakan.

“Untuk pencairan dana bantuan bedah rumah tidak diberikan sekaligus tetapi dilakukan dalam tiga tahap. Hal tersebut dilakukan agar pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik tanpa ada pemborosaan,” kata Kepala Bagian Adpem Drs. Agung Armawanta, Kamis (8/5).

Lebih lanjut disampaikan Agung Armawanta bahwa kegiatan bedah rumah tersebut dalam rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Sleman, agar masyarakat dapat merasakan semangat kegembiraan dan saling berbagi.




Bupati Sleman Pantau Jalur Evakuasi Merapi

211_20140508074847

Sleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI melakukan pemantauan jalur evakuasi Merapi di wilayah Cangkringan, Kamis (8/5).

Bupati didampingi oleh Asisten Sekda Bidang  Pembangunan, Dra Suyamsih MPd, Kepala  Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Ir Sapto winarno, Kepala  Dinas DPUP Nurbandi,  dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diwakili Heru Saptono (Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan).

Pemantauan dilakukan di Jalur evakuasi Geblok-Kaliadem sekitar 3 Km dengan dana BNPB, 1 Km APBD.

Kemudian jalur  Srunen-Bronggang sekitar 5 Km dengan dana BNPB,  wilayah perbatasan pasar Butuh ke utara dikerjakan Pemkab Klaten Jateng, pasar Butuh ke selatan dana BNPB pengerjaan oleh Pemkab Sleman dengan bantuan BPBD Provinsi DIY. Total dana Rp 20,75 miliar dialokasikan melalui Kabupaten  Sleman.

Secara teknis dijelaskan oleh Mirza Anfansury ST MT (Kabid Bina Marga) DPUP, Spesifikasi jalan nantinya sekelas dengan jalan kabupaten dengan kapasitas maksimal 6 ton.

Dengan total dana Rp20,75 miliar tersebut secara keseluruh tahun 2014 ini dialokasikan untuk 4 ruas jalan untuk evakuasi dengan total 8,2 Km. Target jadi DED sudah selesai, dan secepatnya dilakukan pengadaan fisik. Diharapkan pada bulan Juli 2014 pengerjaan sudah dapat dimulai dan September 2014 direncanakan selesai.

Keempat jalur tersebut yaitu, Jambon – Jlapan 1,85 Km, Brongkol-Plumbon 1,58 Km, Koroulon- Joholanang 1,5 Km. Selain jalur evakuasi, Sri Purnomo juga melihat jalur tambang Mbatur-Mbakalan tepi sungai Gendol.