Pengelolaan Air Bersih Prambanan Bakal Ditangani BUMDes

Sleman – Untuk memaksimalkan distribusi air di Kecamatan Prambanan, Organisasi Pengelola Pemakai Air (OPPA) merencanakan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bergerak di bidang air bersih. Mereka akan memanfaatkan tiga sistem saluran air yang berada di wilayah itu.

Ketua OPPA Prambanan, Mujimin, menjelaskan pihaknya merencanakan sistem saluran air Prambanan I di Majasem, Desa Sambirejo, menjadi BUMDes pada 2015 mendatang. Saat ini, pihaknya masih melakukan pembenahan sumber daya manusia (SDM) untuk ketiga pengelola saluran itu.

“Pada 2015, semoga sudah jadi BUMDes, apalagi tenaga diesel sudah dikonversi menjadi tenaga listrik,” kata Mujimin, kemarin.

Terkait rencana itu, lanjut dia, OPPA sudah membahas secara nonformal dengan pihak Desa Sambirejo untuk menjadikan sistem saluran air Prambanan 1 menjadi BUMDes.

Mujimin  yakin jika sudah dikelola melalui badan usaha, maka distribusi air bersih ke warga akan berjalan maksimal. Hal itu seperti yang dilakukan Desa Karangrejek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, yang sudah mencapai swasembada air berkat adanya BUMDes air bersih.

Kendati demikian, pembenahan SDM mutlak dilakukan jika sudah menjadi BUMDes. Mulai dari sistem administrasi warga, kesekretariatan hingga mekanik atau yang bertugas melakukan perbaikan jika terjadi kerusakan. Seluruh SDM nanti diharapkan mendapatkan upah dari hasil BUMDes tersebut.




Warga Sleman Dirikan Bank Sampah Mandiri

211_20140525105511

Sleman – Dusun Pondok I, Desa Widodomartani Ngemplak, Sleman, akhirnya berhasil membentuk Bank Sampah Bangkit Pondok I. Bank sampah ini sebagai salah satu langkah untuk memjaga kebersihan sampah dan menambah penghasilan bagi warga.

”Ini menjadi aktivitas baru ibu-ibu di Dusun Pondok I. Sejak berdirinya bank sampah Maret 2014 lalu, lingkungan kami menjadi bersih. Sampah yang dulu ditimbun dan dibakar oleh masyarakat kini dikumpulkan dan ditabung menjadi uang,” ujar Direktur Bank Sampah Bangkit Pondok I, Boiman, kemarin.

Sebagai desa wisata budaya, lanjut Boiman, warga Pondok memang menginginkan lingkungan kampungnya bersih. Hal ini tentu akan mendukung desa wisata yang menjadi salah satu alternatif wisata. Sampai saat ini, ada sebanyak 90 nasabah dari 5 RT di Pondok I telah bergabung dan aktif menabung sampah.

”Sudah lama kami ingin menbentuk bank sampah. Sebelumnya kami telah melakukan studi banding ke Sukunan dan baru 17 Maret 2014 bank sampah terbentuk dan kini mulai diresmikan,” tutur Boiman, yang juga kadus Pondok I ini.

Pendamping bank sampah, Novi Ariani mengatakan, selain membantuk bank sampah pihaknya juga akan memberi pelatihan pembuatan kompos dan kerajinan daur ulang sampah. Karena sebagian sampah yang tak bisa dijual dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan.




Dinkes Sleman Terus Lakukan Monitoring Jentik Untuk Cegah DBD

Sleman – Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terus melakukan monitoring  jentik nyamuk dalam rangka mencegah meningkatnya kasus DBD di Kecamatan Gamping, yang menempati rangking tertinggi di Kabupaten Sleman dengan jumlah penderita sampai dengan Mei mencapai 44 penderita.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dr Mafilindati Nuraini Mkes, Tim Kelompok Kerja Operasional DBD (Pokjanal BDB) melakukan kegiatan  Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Pemantauan Jentik Berkala (PJB).

Kelompok II dengan anggota tim dari Dinas Kesehatan, Bagian Kesra, Bagian Pemerintahan Desa serta dari TNI Polri melakukan monitoring di Desa Trihanggo, Padukuhan Kronggahan II, Jumat (23/5),  disaksikan oleh  camat Gamping, Kepala Puskesmas II Gamping, Kepala Desa, serta kader dari masyarakat setempat.

Tim bersama  kader yang melihat langsung jamban, minum burung, tempat cuci, kebun  warga masyarakat,  menemukan 11 titik positif jentik dari 68 rumah  dengan Angka Bebas Jentik (ABJ)  82,54%, masih di bawah angka standar ABJ yaitu minimal 95%.

Namun kesadaran warga dusun Kronggahan II dinilai sudah baik dalam penanggulangan  Angka Bebas Jentik dengan cara 3M, yang dilakukan oleh kader bersama masyarakat, cara yang telah dugunakan yaitu tempat mandi/bak mandi, tempat mencuci  menggunakan  ember sehingga setelah selesai dapat dengan mudah air dibersihkan/dikeringkan.

“Untuk Kelompok I dilaksanakan di Dusun Kliwonan Desa Sidorejo melihat 54 titik/rumah menemukan 9 titik/rumah  positif  jentik, yaitu masih di bawah standar ABJ 83, 3%,” kata Linda.

Evaluasi dan saran dari Tim Pokjanal DBD  kegiatan monitor jentik ini sebaiknya dibentuk dan dilaksanakan atas kesadaran bersama masyarakat, bisa melibatkan anak sekolah dengan bimbingan para ibu-ibu kader Padukuhan.




Tim Olahraga Korpri Kabupaten Bandung Kunjungi Sleman

Sleman – Kunjungan tim olahraga Korpri Kabupaten Bandung di Kabupaten Sleman, Jumat (23/5),  disambut hangat tim olahraga Korpri Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta.

Dalam kunjungan persahabatan tim olahraga Korpri Kabupaten Bandung tersebut diterima Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu, SS Mhum, di Aula lantai III Pemkab Sleman.

Dalam sambutannya Yuni  menyampaikan bahwa dengan pertandingan olahraga persahabatan tersebut dapat semakin mempererat jalinan silaturahmi antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sleman.

Kemajuan di bidang olahraga juga menunjukkan kemajuan suatu bangsa. Bangsa-bangsa yang maju olah­raganya adalah bangsa-bangsa yang juga maju di bidang lain seperti ekonomi, sains, serta peradaban.

“Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengupayakan perkembangan dan kemajuan bidang olahraga. Saya berharap juga agar ke depan silaturahmi ini tetap terjaga dan dapat dikembangkan kerjasama di bidang lainnya,” kata Yuni.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk membiayai kegiatan pemerintahan dan pembangunan pada tahun 2014, APBD Kabupaten Sleman untuk belanja sebesar Rp1,924 triliun, dengan target Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp383 miliar.

Sedangkan  pimpinan rombongan tim olahraga Korpri Kabupaten Bandung yang juga Asisten Bidang Pemerintahan Kabupaten Bandung H Yudi Haryanto SH SP1 antara lain menyampaikan, kunjungannya ke Kabupataen Sleman ini dalam rangka silaturahmi dan meningkatkan persabatan khususnya dalam bidang olahraga.

Dengan persahabatan tersebut diharapkan di bidang olahraga kedua kabupaten akan lebih maju. Rombongan tim olahraga Korpri Kabupaten Bandung tersebut beranggotakan sebanyak 50 orang.

Cabang olahraga yang dipertandingkan dalam persahabatan tersebut berupa bola voli putri, bulutangkis putra bertempat di GOR Pangukan, sedang cabang biliar putra di Demangan, cabang tenis meja di Gedung Serbaguna Sleman dan cabang tenis lapangan putra dan putri di lapangan Tenis Sleman.

Untuk cabang bola voli baik tim olahraga Korpri Kabupaten Sleman maupun Bandung kebanyakan bermaterikan guru olahraga, hingga dalam pertandingan tersebut cukup menarik ditonton dan berjalan alot .