40 Petani Sleman Ikut Penas-KTNA Ke Jatim

Sleman – Sebanyak 40 orang petani dari Kabupaten Sleman  mengikuti Pekan Nasional Kelompok Tani Nelayan Andalan (Penas-KTNA) XIV di Desa Kedung Padaringan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim. Penas-KTNA tersebut akan berlangsung tanggal 7 hingga 12 Juni 2014.

Lima di antara ke-40 utusan dari Kabupaten Sleman tersebut merupakan  pendamping dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, dan 35 orang merupakan peserta.

Ke-40 peserta yang dipimpin Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Ir Widi Sutikno MSi tersebut, berpamitan kepada Bupati Sleman yang diterima Asekda Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPd di ruang rapat Bupati, Senin (2/6) kemarin.

Pada kesempatan tersebut, Widi Sutikno menyampaikan bahwa tujuan Penas-KTNA tersebut agar ada jalinan komunikasi antar petani nelayan, petani-nelayan dengan pengusaha, pemerintah dan pengambil kebijakan.

Tujuannya adalah agar kemartabatan petani-nelayan dalam melaksanakan kegiatan usaha tani semakin meningkat nilai tambah produksi maupun penjualan hasil produksi, sehingga petani semakin sejahtera dan meningkat taraf kehidupannya di masa datang.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ke-35 peserta petani dari Kabupataen Sleman tersebut merupakan petani yang berhasil merintis usaha pertanian, perikanan dan kehutanan.

Sementara Suyamsih menyampaikan bahwa dalam Penas-KTNA tersebut merupakan  ajang yang tepat untuk mengembangkan kemitraan. Terlebih pada acara tersebut diikuti oleh berbagai organisasi profesi, penyuluh swasta atau pemerhati pertanian, perikanan dan kehutanan serta pelaku agribisnis.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Penas-KTNA tersebut bukan hanya ajang pengenalan produk namun juga forum pertemuan petani nelayan dan petani hutan sebagai wadah kegiatan belajar mengajar, tukar menukar informasi, pengalaman serta pengembangan kemitraan dan jejaring kerjasama.

Ia berpesan agar momen tersebut dapat dimanfaatkan sebaik baiknya untuk memperkaya referensi guna pengembangan diri serta memperkuat dan mengembangkan jejaring yang ada.




Pemkab Sleman Gelar Peringatan Isra Miraj

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menyelenggarakan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW bertempat di Masjid Agung Dr Wahidin Soedirohusodo, Selasa (3/6).

Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan, PNS di Lingkungan Pemkab Sleman,  Anggota TNI/Polri,  siswa SMU terdekat dan masyarakat.

Di awal acara disampaikan laporan oleh Drs Heri Sutopo MM, Kepala Bagian Kesra Sleman, bahwa peringatan Isra Miraj ini mengusung tema “Dengan Sholat akan dijauhkan Perbuatan Keji dan Munkar”.

Selain itu juga diberikan batuan dari Baznas Kabupaten Sleman uang sebesar Rp430,60 juta untuk Fi Sabilillah 95 Asnaf, Pembangunan 21 masjid, 9 mushola, Lembaga TPA/Ponpes 65 lembaga, fakir miskin dan mualaf.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Sekda Sleman dr Sunartono MKes kepada panitia pembangunan Al Huda Argomulyo, Cangkringan sebesar Rp1 Juta,  panitia pembangunan mushola SDN Jati Sari, Jaten, Sendangadi, Mlati sebesar Rp1 juta,  serta bantuan fakir masing-masing kepada Ny Mardiyem dan Wiryo Sutarmo dari Padukuhan Terwilen Desa Margodadi,Seyegan.

Mewakili Bupati Sleman, Sekda Sunartono menyampaikan peringatan Isra Miraj menjadi jadi salah satu tonggak sejarah perjuangan Nabi Muhammad dalam membangun peradaban, keadilan, dan kemakmuran bagi seluruh umatnya.

Proyeksi awal dari peristiwa Isra Miraj adalah menciptakan jalan pencerahan untuk membebaskan diri dari sisi gelap (dark side) pengamalan dan sejarah kemanusiaan.

Shalat lima waktu yang diperintahkan Allah SWT dalam peristiwa Isra Miraj tidak semata-mata ditafsiri sebagai kewajiban yang sifatnya ritual an sich, melainkan wahana untuk menegakkan kebenaran dan mencegah kemungkaran di muka bumi.

Berkenaan dengan hal tersebut, melalui peringatan Isra Miraj ini, Senartono mengajak seluruh hadirin untuk selalu meningkatkan kualitas shalat karena perintah shalat mempunyai tendensi agar umat Islam melakukan manajemen waktu dengan baik.

“Jadi kita sebagai umat Islam dituntut untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, baik itu hubungan hidup antara makhluk dengan Khaliq maupun juga hubungan antar sesama makhluk,” katanya.

Sedang ceramah pengajian disampaikan oleh Drs Arif Gunadi, MPdI dari kantor Wilayah Kementrian Agama DIY intinya memaknai Isra’ Mi’raj.