Pembukaan Tarling Pemkab Sleman

Sleman – Mengawali safari tarawih keliling (tarling) Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Sleman mengadakan sholat isya’ dan tarawih di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Minggu (29/6).

Menurut Drs Heri Sutopo MM, Kepala Bagian Kesra, untuk tahun ini Tim yang mengikuti terdiri dari Forum Pimpinan Daerah, Ketua dan Wakil Ketua DPRD, pejabat eselon II dan III serta pimpinan BUMD ditambah dari staf Kementerian Agama Sleman, dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing sejumlah 58 orang.

Koordinator Tim safari tarawih keliling untuk Regu I adalah Dra Suyamsih Mpd Assekda Bidang Pembangunan, Regu II Sunaryo SH CN Assekda Bidang Pemerintahan, Regu III Drs Iswoyo Hadiwarno Kepala BKD dan Regu IV Suyono SH Inspektur Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan, kegiatan safari tarawih keliling untuk silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menengok jajaran perangkat wilayah di bawah.

Untuk itu, menurutnya, pejabat yang sudah mendapat jadwal diusahakan berangkat dan koordinator regu pagi harinya diharapkan mengingatkan untuk malam harinya ada jadwal safari tarawih keliling.

“Jarak yang jauh jangan menjadi masalah karena di bulan puasa ini semakin jaraknya jauh maka pahalanya akan lebih banyak. Tujuannya adalah di samping mendapat barokah bulan Ramadhan juga untuk siar Islam, memakmurkan masjid dan silaturahmi antara pejabat dengan masyarakat untuk menjalin komunikasi yang positif,” Ktanya.

Bupati berharap, kegiatan ini agar diprioritaskan, karena masyarakat tentunya sudah menunggu dan menyiapkan segala sesuatu jauh hari sebelumnya, sehingga nanti tidak mengecewakan masyarakat.

Bupati juga mengharapkan agar ta’mir masjid yang menjadi lokasi safari tarawih keliling untuk jam mulai dilaksanakan sholat isa’ jangan terburu-buru karena peserta safari tarawih keliling lokasi rumah jauh-jauh dan niatnya tarling adalah untuk sholat berjamaah.




Permintaan Kripik Tempe Khas Sleman Naik 100 Persen

Sleman – Makanan khas Sleman berupa kripik tempe produksi pasangan suami istri, Samsuri dan Sulikhah, warga Dukuh Gerjen Desa Margomulyo Kecamatan Seyegan Sleman, mengalami kenaikan permintaan hingga 100 persen menjelang puasa Ramadhan dan Lebaran.

“Jika selama ini permintaan hanya mencapai 40 sampai 50 kg per hari, kini menjelang puasa permintaan kripik tempe produk saya sudah mulai mengalami peningkatan hingga 100 persen. Dan peningkatan ini diperkirakan akan tetap berlangsung hingga Lebaran mendatang,” kata Ny Sulikhah ketika ditemui ditempat usahanya, Sabtu (28/6).

Kripik tempe produk Sulikhah memang terasa gurih dan renyah karena ada dua jenis kripik tempe buatannya. Jenis pertama kripik tempe dengan proses penggorengan dua kali dan kripik tempe dengan proses penggorengan satu kali.

“Kripik tempe yang digoreng dua kali hasilnya lebih renyah dan harganya juga lebih mahal, sedang yang digoreng satu kali kerenyahannya sedikit berbeda dan harganya lebih murah,” kata Sulikhah seraya menambahkan bahwa harga kripiknya antara sampai per kg.

Diakui Sulikhah pada bulan puasa ini keuntungan yang diperolehnya agak berkurang meski jumlah pesanannya meningkat, hal ini disebabkan bahan tepung tapioka juga mengalami kenaikan harga yang sebelumnya per 25 kg harganya sekarang mencapai .




Pemilih Di Kecamatan Depok Penuh Dan Pengguna A-5 Dialihkan

Sleman – Jumlah pemilih pada Pemilihan Presiden (Pilpres) yang tercatat di PPK Kecamatan Depok Sleman, sudah penuh. Dengan demikian, kata anggota KPUD Sleman Imanda Yulianto, Minggu (29/6), pemilih pindahan dari luar daerah yang akan menggunakan hak pilihnya di Depok tidak akan terlayani.

“Kecamatan Depok yang terbagi dalam tiga desa itu memiliki jumlah pemilih di atas orang. Dan saat ini pemilih yang tercatat di daftar pemilih serta pemilih tambahan sudah penuh,” kata Imanda.

Menurut dia, pemilih tambahan yang sekarang sedang mengurus A-5 jika bermukim di wilayah Depok akan dialihkan ke TPS di kecamatan sekitarnya. Kemungkinan akan dialihkan ke Desa Minomartani (Kecamatan Ngaglik) atau Desa Sinduadi (Kecamatan Mlati).

Hingga Sabtu (28/6) sore masyarakat asal luar Sleman yang mengurus pemindahan penggunaan hak pilihnya ke wilayah Sleman dengan cara mengurus A-5 di KPU Sleman mencapai lebih dari orang. Proses penyelesaian A-5 di KPU Sleman diakuinya relatif tidak bisa cepat.

Ada beberapa faktor yang menjadikan tidak cepat, misalnya keterbatasan tenaga yang berhak mengakses ke data pemilih, jaringan internet yang terkadang lelet dan sebagainya.

Imanda juga menambahkan KPU Sleman sudah memetakan kemampuan logistik masing-masing TPS sehingga pemilih pindahan ini akan dialokasikan ke PPS yang masih memungkinkan.




Jumlah Perusahaan Berizin Tahun 2013 Meningkat 5,03 Persen

Sleman – Jumlah perusahaan yang berizin pada tahun 2013 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya meningkat 5,03% menjadi perusahaan mempunyai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), meningkat 5,10% menjadi perusahaan mempunyai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dan meningkat 9,48% atau menjadi 127 perusahaan mempunyai TDG.

“Dengan penyerapan tenaga kerja mencapai orang,” kata Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum, Sabtu (28/6).

Menurut Yuni,  potensi ekonomi masyarakat yang sangat strategis dikembangkan dan didayagunakan untuk meningkatkan peluang kerja. Perusahaan sektor pariwisata ditingkatkan dengan mengintensifkan promosi,pengembangan destinasi dan kemitraan.

Selain program-program promosi rutin, beberapa waktu yang lalu, Pemkab Sleman memperoleh fasilitasi rumah pariwisata yang diberikan alam mayang, sebagai pusat informasi tentang kabupaten Sleman.

“Rumah wisata ini diharapkan menjadi embrional wujud partnership alam mayang dengan institusi Pariwisata Daerah lain,” kata Yuni.

Program dan kegiatan di sektor pariwisata tersebut  mampu meningkatkan jumlah wisatawan di Kabupaten Sleman pada tahun 2013 sebesar 5,71%. Penambahan jumlah wisatawan tersebut juga didukung  adanya peningkatan jumlah sarana wisata di tahun 2013, seperti hotel berbintang meningkat 13,04%, hotel melati meningkat 2,13%, dan sarana wisata lainnya.

Sementara, berdasarkan perhitungan angka sementara pertumbuhan  PDRB per kapita atas dasar harga konstan menunjukkan peningkatan dari Rp7,069 juta per kapita/tahun menjadi Rp 7,471 juta per kapita/tahun dan pertumbuhan ekonomi menjadi 5,69% dibanding 5,45% pada tahun 2012.

Diharapkan pula agar investasi yang masuk ke Sleman bukan hanya investasi di sektor jasa namun lebih kepada investasi yang dapat menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.




Pelantikan Anggota DPRD Di Sleman Butuh Anggaran Ratusan Juta Rupiah

Sleman – Anggaran kebutuhan sarana dan prasarana untuk pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sleman periode 2014-2019 mencapai Rp200 juta. Jumlah tersebut dinilai tidak mengada-ada dan sudah sesuai kebutuhan.

“Persiapan tentu melibatkan beberapa elemen. Anggaran itu sudah termasuk untuk kebutuhan konsumsi, tenda dan peralatan lainnya, hingga pengamanan dan sebagainya,” kata Sekretaris DPRD Sleman, Sutadi Gunarto, Sabtu 28/6) kemarin.

Menurut Gunarto, dana Rp200 juta tidak berlebihan untuk mengadakan pelantikan dengan tamu undangan sekitar 700 orang. Dia pun mengaku jumlahnya tak sebanyak kabupaten/kota lain di DIY. “Kalau misalnya kurang, nanti ada dari anggaran perubahan,” katanya.

Rencananya, pelantikan anggota Dewan akan dilaksanakan pada 12 Agustus 2014, bersamaan dengan habisnya masa jabatan anggota Dewan periode 2009-2014. “Sampai saat ini kami belum menerima surat keputusan dari Gubernur DIY berisi nama-nama anggota Dewan yang baru,” ujar Gunarto.

Gunarto mengaku pihaknya belum menanyakan lagi ke KPU Kabupaten Sleman tentang SK tersebut. Dia berharap pemberitahuan tidak dilakukan secara mendadak agar timnya tidak kewalahan nantinya. “Kalau waktunya mepet kan jadi repot. Tapi setidaknya kami sudah melakukan koordinasi internal,” ujarnya memaparkan.

Selain anggaran Rp200 juta, masih ada anggaran lain yang sifatnya lebih personal untuk anggota Dewan yang baru. Mereka akan mendapat fasilitas satu stel pakaian sipil lengkap (PSL) dan satu stel pakaian dinas harian (PDH). Anggota Dewan lama yang akan melepas jabatannya pun juga mendapatkan fasilitas serupa.

Anggaran pengadaan seragam tersebut mencapai sekitar Rp168 juta. Jumlah tersebut belum termasuk penambahan ongkos jahit sekitar untuk PSL dan untuk PDH. “Itu nantinya masih dipotong pajak sekitar 11,5 persen,” kata Gunarto.