563 Siswa Ibnu Abbas Diwisuda

211_20140622104442Sleman – Sebanyak 563 siswa TKIT, SDIT dan SMPIT Ibnu Abbas se-DIY diwisuda di GOR KONI Kabupaten Sleman, Sabtu (21/6). Seperti tahun-tahun sebelumnya, sebelum prosesi wisuda terlebih dahulu menampilkan berbagai pentas seni dan kreasi dari siswa Ibnu Abbas.Ketua Panitia Suranti menjelaskan, dari jumlah wisudawan dan wisudawati itu, 491 berasal dari TKIT, 72 dari SDIT dan 10 wisudawan dari SMPIT.

Untuk hasil UN SMPIT, nilai tertinggi 38,55 dengan rata-rata 33,77. SMPIT Godean menjadi peringkat 2 se Kecamatan Godean dan urutan ke 7 se Kabupaten Sleman.
Sedangkan nilai tertinggi dari SDIT 1 Godean 29,05 dengan rata-rata 24,85. SDIT 2 Pakem juga meraih nilai tertinggi 29,05 namun rata-ratanya lebih tinggi yakni 26,36.

Dikatakan, seluruh siswa TKIT yang lulus rata-rata mampu membaca, menulis, membaca Quran, berhitung dan mampu meraih 10 target sekolah. Selain itu, sekolah di bawah Yayasan Islam Cahaya Hati tersebut kini sudah tersebar di seluruh DIY.

Saat ini ada sebanyak 47 TKIT dan 3 SDIT. “Rencana kedepan kami akan menambah TKIT di Wates, Galur dan Piyungan. Sedang SDIT juga akan dibangun di Dlingo Bantul,” tambahnya.




Festival Kesenian Sleman Tahun 2014 Berlangsung Meriah

211_20140622104857Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman  menggelar Festival Kesenian Sleman (FKS) tahun 2014 yang berlangsung pada hari Sabtu & Minggu  (21-22/6) dan meriah.

Festival yang dilaksanakan Minggu (22/6) di halaman parkir Lapangan Denggung tersebut, dibuka oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI.

Mengawali pembukaan FKS, Sabtu (21/6),  telah digelar pentas kesenian   meliputi Jatilan Keprajuritan Ponco Waseso dari Ngawen Sidokarto,Godean, Kethoprak Lesung Wahyu Nugroho dari Blendangan,Tegaltirto, Berbah dan Kesenian Sronthol dari Ngangkrik, Triharjo, Sleman.

Untuk acara pembukaan Minggu (22/6)  pada pra acara ditampilkan  kesenian Rampak Buta “Krincing Manis” dari Jaban Tridadi, Sleman dan tari “Pudyastuti” dari Ikatan Dimas Diajeng Sleman,  dan dilanjutkan kirab dan display kesenian yang diikuti 17 kecamatan se Kabupaten Sleman.

Sementara pada acara penutupan yang juga berlangsung pada hari Minggu malam, diadakan gelar tari dari sanggar tari Sasana Krido Budoyo dari Taman Martani, Kalasan Sleman serta pada puncak acara akan dipentaskan pagelaran Wayang Orang dari Sungyangtaprak Kecamatan Minggir, Sleman.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi MM, selaku penyelenggara, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Festival Kesenian Sleman (FKS) tahun 2014 ini dimaksudkan sebagai wahana ekspresi bagi para pelaku seni di Kabupaten Sleman.

Dengan berbagai pertimbangan FKS tahun ini dilaksanakan secara sederhana, tapi tetap melibatkan pelaku dan insan seni budaya yang ada di masyarakat.

Meskipun dikemas secara sederhana, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan motivasi dan sikap handarbeni terhadap potensi seni budaya yang adiluhung. Selain tentunya bisa menumbuhkan apresiasi bagi warga masyarakat terhadap keberadaan seni dan budaya lokal.

Event ini diharapkan dapat menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan ke wilayah Kabupaten Sleman.

Sementara Bupati Sri Purnomo berharap festival kesenian ini dapat menjadi wadah tampilan dari hasil binaan dan pengembangan kesenian khususnya di kecamatan sebagai pusat pengembangan seni dan budaya.

Bupati Sri Purnomo  juga berharap ke depan kecamatan  dapat memiliki seni tradisi yang menjadi ciri kas dan identitas kecamatan yang berbeda antara kecamatan satu dengan lainnya, karena kekayaan seni budaya lokal merupakan modal pariwisata yang dapat mengerakkan roda perekonomian.

Untuk itu, Sri Purnomo meminta  para seniman dan pelaku seni untuk terus berkarya dan meningkatkan kreativitasnya untuk mengembangkan kesenian di Kabuapten Sleman.




DPPK Sleman Siapkan Rp1 Miliar Untuk Atasi Kekeringan

Sleman – Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (DPPK) Kabupaten Sleman siap menyalurkan bantuan senilai Rp1 miliar bagi kelompok tani untuk perbaikan saluran irigasi dan antisipasi kekeringan pada musim kemarau mendatang.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman Edy Sriharmanto, di kantornya, Jumat (20/6), mengatakan, musim kemarau tahun ini pihaknya mendapatkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk disalurkan ke kelompok tani, total sebesar Rp1 miliar.

“Bantuan ini khusus untuk perbaikan irigasi dan ancaman kekeringan lahan pertanian. Kami akan salurkan kepada 40 kelompok tani, dan setiap kelompoknya menerima Rp25 juta,” kata Edy.

Menurut Edy, pihaknya juga memberikan bantuan sebanyak seratus unit pompa air untuk membantu mengairi sawah dengan mengambil air dari sumber terdekat.

Diharapkan dengan adanya bantuan itu, bisa meminimalkan gagal panen tanaman petani pada musim kemarau ini. Tahun lalu sekitar 60 hektare mengalami gagal panen, namun tahun ini semoga bisa diminimalkan.




Produk Tahu Seyegan Menurun Akibat Bahan Baku Naik

Sleman – Dampak kenaikan harga kebutuhan bahan pokok menjelang bulan puasa Ramadhan, juga dialami oleh industri rumah tangga yang bergerak di bidang pembuatan tahu di wilayah Seyegan, Kabupaten Sleman. 

Seperti dituturkan Ninik, salah seorang pembuat tahu dari Dusun Krapyak Margoagung Seyegan, bahwa menjelang bulan Ramadhan bahan baku pembuatan tahu mengalami kenaikan hingga berdampak pada jumlah produksinya.

Jika sekitar 2 bulan sebelumnya, harga kedelai sekitar hingga per kg, sekarang harganya antara hingga per kg.

“Sudah sekitar sebulan ini harga kedelai dan kayu bakar mengalami kenaikan, sehingga kami harus menyiasati agar usaha pembuatan tahu bisa tetap produksi,” kata Ninik ketika ditemui di tempat usahanya, Kamis (19/6).

Menurut Ninik, yang membuka usaha pembuatan tahu bersama saudara dan mertuanya, sebelumnya dalam sehari dirinya bisa mengolah 25 kg kedelai untuk pembuatan tahu, tapi sekarang ini hanya mengolah 20 kg kedelai.

Selain harga bahan baku naik, konsumen juga mengalami penurunan menjelang Ramadhan ini. Karena itu, untuk menyiasatinya jumlah produksi diturunkan.

Selama ini tahu produksi keluarganya dikatakan Ninik dijual di Pasar Godean, Ngino dan Pasar Ngijon. “Karena membuat tahu sudah menjadi pekerjaan keluarga sejak bertahun-tahun lalu, maka meski harga bahan baku naik, kita tetap berproduksi meski hasilnya mepet,” kata Ninik yang dibenarkan mertuanya Wiryoharjono.




Pemkab Kerjasama Dengan BI Berdayakan UMKM Komoditas Sapi

Sleman – Dalam rangka mendukung pengembangan ekonomi daerah di wilayah kerja kantor perwakilan BI DIY, KP BI DIY telah berperan aktif dalam mengembangkan program pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui pengembangan komoditi/produk/jasa usaha (KPJU) yang memiliki prospek untuk berkembang dan sesuai dengan potensi sumberdaya alam/ lingkungan dan ketrampilan masyarakat di wilayah tersebut.

Bertempat di Kantor BI Perwakilan DIY dilakukan penandatanganan MOU antara BI dan Pemkab Sleman. Dalam sambutannya, Direktur BI Kantor Perwakilan DIY, Arief Budi Santoso menyampaikan, bentuk kegiatan yang dilakukan oleh BI, meliputi bantuan teknis, penguatan kelembagaan, dan bantuan fisik, bank Indonesia bersama-sama dengan stakeholdes di daerah menjalin sinergi dalam upaya meningkatkan produks, kapasitas usaha, nilai tambah ekonomi masyarakat serta meningkatkan profesionalitas kelompok masyarakat dalam menjalankan usahanya.

BI juga telah melakukan upaya nyata di Kabupaten Sleman berupa program pengembangan UMKM dalam rangka mendorong kegiatan UMKM menjadi lebih baik, antara lain program pengembangan klaster kelompok pembudidaya ikan air tawar mina kepis Dusun Burikan, Desa Sumberadi, Kecamatan Mlati Sleman dan fasilitasi pengembangan produk kripik salak pondoh KSU BMT Sejahtera di Kecamatan Turi, Sleman.

Saat ini kedua kelompok usaha tersebut sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Oleh karena itu, sebagai komitmen kami, untuk menjaga keberlanjutan kerja sama pengembangan UMKM dengan Pemda, khususnya pemkab Sleman, dan BI juga akan melakukan pembinaan terhadap UMKM, yang dalam tahun ini, komoditas yang dipilih menjadi mitra binaan adalah komoditas sapi perah kelompok sedyo mulyo yang berada di Boyong, Pakem, Sleman.

BI berharap agar kerja sama yang dibangun dengan Pemkab Sleman dapat mengatasi permasalahan yang dihadapi pelaku usaha UMKM dan kedepannya dapat berjalan dengan baik dan lancar, sehingga mampu menghasilkan karya yamh nyata, bermanfaat dan memberikan nilai tambah serta daya saing bagi pelaku UMKM khususnya komoditas sapi perah Sleman.

Sementara Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI yang hadir dalam penandatanganan MOU tersebut, menyampaikan bahwa bantuan pengembangan klaster sapi perah ini merupakan salah satu upaya untuk melakukan penataan lokasi peternakan. Klastering in juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi susu sapi di Kabupaten Sleman.

Berdasarkan data tahun 2013, di Kabupaten Sleman terdapat 751 kelompok tani ternak dan 511 kelompok ternak sapi. Jumlah populasi ternak sapi perah sebanyak ekor. Dengan produksi susu sebanyak ,85 ton. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan produksi tahun 2013 yaitu ,54 ton.

Potensi produksi susu dari lereng Merapi tersebut memang menjadi salah satu unggulan dari Kecamatan Pakem. Terlebih lagi produksi susu di Pakem ini langsung dijual kepada konsumen.

“Oleh karena itu, ke depannya, saya berharap masyarakat Sleman dapat membudidayakan ternak sapi dengan lebih optimal. Jika masyarakat dapat memulai budidaya ternak sapi ini sejak awal, mulai dari pembibitan maka peternak sapi perah di Sleman dapat semakin meningkat kesejahteraannya,” kata Sri Purnomo.

Hal ini sangat mendesak dilakukan mengingat di kenyataan di lapangan membuktikan bahwa sangat sulit untuk mencari bibit sapi perah yang berkualitas dan juga harga yang relatif tinggi. Bupati Sleman juga memberikan apresiasi kepada BI atas kegiatan ini, dan berharap agar dikemudian hari kerja sama antara BI dan Pemkab Sleman dapat lebih ditingkatkan.