PPDB SMA Negeri Secara RTO
Sleman – Pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) SMA Negeri secara RTO (Real Time Online) Kabupaten Sleman tahun 2014 pada tanggal 1 Juli 2014, sempat mengalami permasalahan sehingga sistem RTO sempat terhenti pada siang harinya dikarenakan tingkat akses data yang tinggi pada website .Kejadian tersebut disebabkan oleh banyaknya yang melakukan entry data pada waktu antara jam WIB. Namun kejadian ini sudah diantisipasi pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Sleman dengan melakukan koordinasi dengan pihak penyedia layanan data yaitu PT Telkom. Demikian disampaikan Kepala Dikpora Sleman, Arif Haryono SH dikantornya, Rabu (2/7).
Menurut Arif, pada awal hari pertama, banyak orangtua yang masih mengalami kebingungan dan kesalahan dalam melakukan entry data, namun pihak sekolah sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan petugas untuk membantu melakukan entry data secara benar.
Pada penyelenggaran PPDB tahun ini SMA dan SMK di Kabupaten Sleman mewajibkan pendaftar yang berasal dari luar DIY, untuk membuat surat pernyataan yang diberi materai Rp 6 ribu. Hal ini dikarenakan SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional) belum terbit, sehingga siswa yang berasal dari luar DIY melakukan pendaftaran dengan melampirkan surat keterangan dari kepala sekolah yang bersangkutan yang disahkan oleh dinas pendidikan setempat.
Oleh karena itu pihak Dinas Dikpora Sleman menerapkan aturan tersebut, agar para pendaftar tidak mengundurkan diri setelah SKHUN yang resmi dikeluarkan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan kursi di SMA dan SMK yang ada di Sleman.
Sementara itu hasil Rapat koordinasi PPDB untuk SMP di tingkat DIY, memutuskan bahwa untuk PPDB SMP, SKHUS (Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah) yang digunakan untuk mendaftar SMP memang belum jadi, sehingga yang dipakai untuk mendaftar SMP adalah SKHUS sementara yang dikeluarkan oleh pihak sekolah yang disahkan oleh dinas pendidikan setempat.