Masyarakat Diminta Saling Menghormati Dalam Perbedaan
Sleman, InfoPublik – Menyikapi panasnya suhu politik dan kampanye dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) saat ini, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI berharap agar masyarakat saling menghormati dalam perbedaan, adanya perbedaan dalam demokrasi adalah hal yang biasa, semuanya untuk menuju kebaikan. “Termasuk perbedaan dalam memilih, siapapun yang terpilih kita harus menghormati dan yang terpenting jangan ada dendam semua harus didukung,” kata Sri Purnomo ketika menghadiri Tarawih Keliling (tarling) putaran keempat yang berlangsung di Masjid Al Huda Bibis Lumbungrejo Tempel Sleman, Rabu (2/7) malam.
Selanjutnya dikatakan Sri Purnomo bahwa untuk bisa kembali mengunjungi masjid yang sama dalam tarling diperlukan waktu puluhan tahun, bahkan ratusan tahun karena banyaknya masjid yang ada di Kabupaten Sleman. Sedangkan satu tahun paling baanyak melakukan tarling hanya 20 an kali dan satu Kecamatan hanya satu kali dapat menerima kunjungan tarling kabupaten.
Ditambahkan pula bahwa di bulan Ramadan ini Sri Purnomo meminta masyarakat untuk memperbanyak berbuat amal kebaikan, karena di bulan Ramadan ini pula banyak ampunan dari Allah SWT. Sri Purnomo juga menyinggung megahnya Masjid Al Huda, dengan megahnya masjid tersebut diminta agar kegiatan di masjid lebih ditingkatkan lagi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat yang Islami.
Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo juga menyerahkan bantuan total senilai Rp 11,55 juta yang terdiri bantuan Pemda Rp 3,5 juta, BAZ Rp 3 juta, Kecamatan Turi Rp 1 juta, Desa Rp , PDAM Sleman Rp , dan infaq saat tarling sejumlah Rp 2 juta serta Muskaf Al’Quran, Iqro, Rukuh (dari Kemenag) dan diterima Ketua Takmir Masjid Ahyari yang juga Kadus setempat.
Sementara Jadiyo dari KUA Tempel dalam tausiahnya menyampaikan bahwa puasa hanya sarana untuk menjadi orang yang bertaqwa, hingga untuk menjadi taqwa perlu proses. Sedang orang yang dalam hidupnya baik dapat dilihat setelah mati, matinya bagaimana. Sementara orang Khusnul Hayat adalah orang yang dimasa hidupnya penuh kebaikan, dan khusnul khotimah adalah yang tadinya kurang baik bisa menjadi baik. Yang penting menurut Jadiyo kalau ada orang yang tidak baik agar
dimintakan Hidayah pada Allah SWT.
