PMI Sleman Jamin Persediaan Darah Mencukupi

Sleman, InfoPublik – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman, dr Sunartono MKes menjamin persediaan darah di PMI Sleman selama Ramadan hingga Lebaran mencukupi. “Persediaan darah di PMI Sleman mencukupi, kami menjamin tidak akan ada kelangkaan darah selama bulan puasa ini,” kata Sunartono, kemarin.

Menurut Sunartono, meskipun ada penurunan jumlah pendonor darah selama Ramadan, namun jumlahnya tidak terlalu banyak, dan persediaan darah tetap aman. “Selama bulan puasa ini donor dilaksanakan pada malam hari, sedangkan bagi non-Muslim siang dilayani. Memang ada sedikit tren penurunan jumlah pendonor, namun ternyata pendonor dari non-Muslim cukup banyak,” katanya.

Dijelaskan Sunartono bahwa selama Ramadan ini PMI Sleman buka layanan 24 jam, untuk donor maupun yang membutuhkan darah. PMI Sleman juga membuat link dengan PMI luar daerah sehingga jika persediaan kosong bisa kontak daerah lain. “Selama ini kami juga banyak memenuhi permintaan yang lain. Ini sudah biasa kami saling suport,” kata Sunartono.

Sunartono mengatakan, PMI Sleman menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana seperti erupsi Gunung Merapi 2010, puting beliung, tanah longsor dan abu vulkanik Gunung Kelud beberapa waktu lalu. PMI Sleman juga menangani 91 kejadian dan yang terbesar erupsi Gunung Merapi 2010 dengan penerima bantuan lebih dari jiwa dengan memfasilitasi 10 pos di 10 kecamatan. Saat ini lanjutnya, PMI Sleman didukung dengan empat mobil ambulan, empat kendaraan operasional dan satu bus mobil donor keliling.

“Data pendonor di PMI Sleman pada 2013 mencapai orang dan untuk 2014 sampai dengan Mei telah mencapai angka orang. Untuk kegiatan mobilisasi unit keliling pada 2013 mencapai 224 orang dan pada 2014 sampai dengan Mei 2014 mencapai 93 orang,” tutur Sunartono.

Sedangkan untuk distribusi darah ke rumah sakit untuk tahun 2013 mencapai kantong darah dengan rata-rata pemenuhan distribusi 573 kantong darah per bulan. Untuk 2014 sampai Mei mencapai kantong darah dengan pemenuhan kebutuhan 590 kantong darah per bulan.




Masyarakat Pakem Siap Sukseskan Pilpres 9 Juli

Sleman – Hari Minggu (6/7) malam Bupati Sleman, Drs. H. Sri Purnomo, MSi, bersama kelompok III Safari Tarling tingkat Kabupaten Sleman melaksanakan tarawih keliling (tarling) di Masjid Al Furqon, Dusun Boyong Hargobinangun Kecamatan Pakem Sleman.  Dalam kesempatan tersebut Camat Pakem Drs. Subagyo, MM., melaporkan bahwa kerukunan antar umat beragama di Kecamatan Pakem sangat kondusip dan untuk menyambut Pilpres 9 Juli 2014 yang akan datang masyarakat Kecamatan Pakem siap mensukseskan pilpres tersebut.
Sementara itu Ketua Takmir Masjid Al Furqon Tukijo dalam kesempatan tersebut menyatakan kedatangan rombongan tarling baik di tingkat Kabupaten Sleman, tingkat Kecamatan Pakem dan tingkat Desa Hargobinangun ini benar-benar sangat mendukung dalam memberikan motivasi terhadap jamaah masjid al furqon.
Takmir masjid Al Furqon Tukijo melaporkan kegiatan masjid dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1435 H ini sangat semarak sekali baik paud, TPA dan pengajian Ibu-ibu serta bapak-bapak. Lebih lanjut Ketua takmir melaporkan program pembangunan fisik masjid diantaranya  akan membangun MCK, Teras Tempat Wudlu. Untuk jangka panjang akan membangun atap masjid karena semenjak dibangun belum pernah direhab, untuk itu diharapkan partisipasinya demi terselenggaranya pembangunan yang telah di programkan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo mengapresiasi pada Muspika Kecamatan Pakem beserta jajarannya atas kerja samanya sehingga bisa mewujudkan masyarakat yang kondusip adem ayem sehingga dapat menyelenggarakan kegiatan sehari-hari dengan tenang serta diharapkan partisipasinya 9 Juli yang akan datang dalam pesta demokrasi untuk menentukan pilihan secara bijak presiden dengan pilihan masing-masing.

“Pilihan boleh beda saat kita memilih namun setelah selesai memilih dan siapa pun yang jadi mari kita dukung bersama-sama sehingga akan membangun bangsa ini secara bersama-sama pula, jaga persatuan dan kesatuan demi masa depan bangsa ini,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo juga berpesan kepada masyarakat Boyong khususnya bahwa dusun Boyong sudah lebih sejahtera dengan adanya pariwisata didesa ini maka diharapkan kesiapannya yaitu untuk menjadi tuan rumah yang baik terutama dalam menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan, keindahan sehingga tamu-tamu wisata yang datang di Dusun Boyong ini meraka terkesan dan nyaman.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo juga menyampaikan sumbangan yang terdiri dari BAZ sebesar Rp 3 juta serta musqap Al-Quran 12 buah, Iqro jilid 1 sampai 6, 10 buah. Dari APBD sebesar Rp 3,5 juta, Kecamatan Pakem Rp 5,5 juta, Desa 1 juta, Farhan Rp 1 juta, PDAM Rp 1 juta dan infak malam tersebut sejumlah Rp 1,22 juta sehingga total dana terkumpul sejumlah Rp 16,27 juta. Sebelumnya Tim Safari Tarling kelompok I juga mengadakan tarling di Masjid Al Ikhlas Pingitan Sumberarum Moyudan dan berhasil mengumpulkan dana Rp 11,6 juta kemudian kelompok tarling mengadakan tarling di Masjid  Arrohman, Sembuh wetan Sidokarto Godean berhasil terkumpul dana untuk takmir masdjid Ar Rohman sebesar Rp 10,86 juta.




Satpol PP Sleman Bersihkan APK Pilpres

0707 SLEMAN ALAT PERAGASleman – Memasuki hari tenang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, KPU dan Paswaslu serta Polres Sleman  mulai Minggu (6/7) sudah menertibkan APK (Alat Peraga Kampanye) di sejumlaah ruas jalan di Kabupaten Sleman. 

Penertiban tersebut diikuti Kepala Satpol PP Sleman Drs Djoko Supriyanto, Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Drs Fathoni Budi Prabowo, dan Kepala Seksi Operasional dan Ketertiban Srimadu Rukyanto, dan melibatkan beberapa personil Satpol PP, maupun Dinas PUP dengan membawa Truk/tangga elektronik. Beberapa Baliho maupun spanduk dibeberapa ruas jalan yang sempat diturunkan tersebut antara lain di perempatan Ring Road Gejayan  berupa Baliho Jokowi-JK ukuran besar. Sementara di Jalan Adisucipto sampai jalan Solo juga diturunkan.

Yang menjadi masalah dalam penertiban tersebut tingginya pemasangan baliho di tempat permanen, sedangkan dibawahnya terdapat kabel listrik tegangan tinggi, tanpa kehati-hatian maka akan sangat membahayakan baik tenaga pencopot maupun pengguna jalan, yang kebetulan lalu lintas sangat ramai, untungnya tenaga yang dimiliki Dinas PUP sangat terampil dan profesional hingga penertiban APK berjalan lancar.

Pada penertiban yang berlangsung Minggu (6/7) tim gabungan berhasil menertibkan dan mencopot baliho baik Jokowi-JK maupun Prabowo-Hatta sebanyak 8 baliho ukuran besar, sedang spanduk maupun baliho ukuran kecil sebanyak 17 lembar. Sedangkan pada penertiban yang berlangsung pada malam harinya tim penertiban berhasil mencopot baliho ukuran kecil maupun spanduk sebanyak 5 lembar, spanduk 36 lembar dan rontek 13 lembar.

“Alat Peraga Kampanye yang ditertibkan tersebut tersebar disepanjang Jl Ring Road utara mulai dari Jombor sampai Prambanan,” kata Joko.

Sementara pada operasi yang berlangsung Senin (7/7) petugas menyusuri Jl Kaliurang, Jl Godean, seputaran Monjali dan Jalan Magelang berhasil mencopot APK berupa baliho baik ukuran besar maupun kecil sebanyak 8 lembar, sedang spanduk  8 lembar dan beberapa umbul-umbul dan rontek.

APK tersebut milik dua calon pasangan Presiden dan Wakil Presiden. Hingga total hasil operasi APK selama 2 hari Minggu dan Senin diperoleh APK sebanyak 111 yang terdiri baliho 21, spanduk 66, rontek 17, bendera 3 dan umbul-umbul 4 lembar.

Sedang menurut Kepala Seksi Operasional dan Ketertiban Satpol PP Srimadu, bahwa sesuai Peraturan Bupati Sleman nomor 6 tahun 2014 tentang perubahan ketiga atas peraturan bupati sleman nomor 13 tahun 2013 tentang pemasangan Alat Peraga Kampanye. Pada Pasal 14 ayat 2 disebutkan bahwa  Hasil Penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP, apabila dalam jangka waktu 14 hari tidak diambil oleh pasangan calon dan atau tim kampanye pada kampanye maka APK dimusnahkan.