Bupati Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya

Sleman – Pada pelaksanaan Pilpres 2014,  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beseta Istri dan anak-anaknya akan menyampaikan hak suaranya di TPS 26 Dusun Jaban, Tridadi, Sleman bersama keluarganya. Sementara itu Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS. MHum beserta keluarga akan melakukan pencoblosan di TPS dusun Pugeran Desa Maguwoharjo Depok Sleman.  Usai melakukan pencoblosan Bupati dan Wakil Bupati bersama Pimpinan SKPD akan melakukan pemantauan pelaksanaan Pilpres di wilayah Sleman.

Sri Purnomo berpesan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak untuk memilih pemimpin yang terbaik dan berharap agar pelaksanaan pemilu di wilayah Sleman khususnya dan diseluruh wilayah Indonesia dapat berjalan dengan baik, aman, lancar dan damai. Kepada jajaran SKPD terkait, KPU dan Bawaslu Kabupaten harus tetap memantau dan menjaga suasana tetap kondusif dan mendukung kelancaran serta suksesnya acara pesta demokrasi.

Di samping itu harus selalu waspada dan tanggap dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya permasalahan baik langsung maupun tidak langsung terhadap situasi yang  berkembang selama pelaksanaan dan paska Pilpres. Sementara untuk memenuhi penggunaan hak pilih bagi pasien RSUD Sleman dan Prambanan diharapkan TPS yang berdekatan dengan Rumah sakit untuk aktif mendatangi pasien ke rumah sakit.

Dan untuk RS JIH dan RS Sarjito sudah diadakan TPS tersendiri. Sampai dengan 30 Juni terdapat Form A 5 sejumlah 4545, sementara untuk yang belum mendapatkan Form A5 bagi mahasiswa luar Sleman bisa menggunakan hak suaranya di TPS setempat dengan surat keterangan dari desa setempat.

Bagi TPS yang kemungkinan banyak mahasiswa yang menggunakan surat keterangan ini, maka KPPS perlu mengantisipasi apabila terjadi kekurangan surat suara dapat  dikoordinasikan dengan TPS terdekat sehingga semua mahasiswa dapat terlayani dalam menggunakan hak pilihnya.




Dewan Minta Status Tanah Stadion Maguwoharjo Segera Diselesaikan

Sleman, InfoPublik – DPRD Kabupaten Sleman meminta agar persoalan status tanah Stadion Maguwoharjo segera diselesaikan. Stadion ini memang berdiri di atas tanah kas desa, yang merupakan asset negara. Legalitas kewenangan ada pada Gubernur, kepemilikan ada pada pemerintahan desa, sementara  bangunan stadion beserta sarana pendukungnya milik Pemda Kabupaten Sleman.

Konflik kewenangan terjadi dan butuh jalan keluar. “Tugas kita bersama untuk menemukan altenatif solusi yang tepat dalam penyelesaiannya,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sleman Rohman Agus Sukamta, usai menyampaikan hasil rapat kerja Dewan, kemarin . Masalah status lahan ini menjadi penting ketika ada keinginan agar ada optimalisasi Pengelolaan Stadion Maguwoharjo.

Wakil Ketua DPRD Sleman lainya Agus Ma’sudi mengatakan, harga tanah di lokasi stadion sudah mencapai ratusan juta rupiah. Jika Pemda harus membeli, maka pengeluaran akan sangat banyak. Selain itu, ada ketidakadilan bagi masyarakat yang lain, jika dana pemerintah banyak terserap hanya untuk membeli lahan stadion yang harganya sudah mahal,

“Selain itu, ada keharusan mencarikan tanah pengganti bagi desa” ujar politisi PKS ini.

Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI  mengatakan untuk penyelesaian masalah ini, bisa dilakukan dengan pembelian tanah secara bertahap. Sri Purnomo mengatakan, penyelesaian kasus ini tak mudah karena Pemkab juga harus bisa membantu desa untuk persiapan tanah pengganti.***




Kodim Sleman Dapat Tambahan 1 SSK dari Yon Armed 3 Magelang

Sleman – Kodim 0732/ Sleman mendapatkan tambahan pasukan 1 SSK dari Yon Armed 3 Magelang sebanyak 1 SSK dalam membantu pengamanan Pilpres 2014. Selain itu juga akan mendirikan posko di 3 titik untuk mempercepat gerakan.

Dandim 0732/ Sleman Letkol Inf Bambang Yudi mengatakan, dengan adanya tambahan 1 SSK tersebut, total pasukan di Kodim Sleman sebanyak 3 SSK lebih. Pasukan itu sifatnya hanya membantu polisi dalam pengamanan Pilpres 2014.

“Sifatnya kami hanya siaga saja. Jika dibutuhkan polisi, kami baru bergerak. Pasukan ini, sebagian akan siaga di Kodim dan sisanya disebar di beberapa titik,” kata Dandim Bambang Yudi, kemarin.  Pasukan dari Kodim Sleman sebanyan 3 SSK tersebut telah melakukan apel siaga di halaman Makodim setempat, Senin (7/7).

Menurut Bambang Yudi,  untuk mempercepat gerakan jika terjadi konflik atau gesekan, Kodim akan mendirikan posko di Gamping untuk mengkaver di wilayah Sleman barat dan Mlati untuk wilayah Sleman tengah. Sedangkan untuk Sleman utara akan berada di Makodim Sleman.

“Ini untuk mempermudah akses dan mempercepat gerakan kalau terjadi apa-apa. Setiap pos akan disiagakan sebanyak 2 SST,” terangnya.

Agar situasi cukup kondusif, akan dilakukan patroli di daerah rawan konflik atau gesekan. Patroli itu dilaksanakan mulai 6-16 Juli 2014 mendatang. “Nanti setiap 2 jam sekali, anggota akan melakukan patroli di daerah-daerah yang dianggap rawan,” tutur Bambang Yudi.




Kuota SMP dan SMK Non-RTO Tetap Penuh

Sleman – Meski belum menerapkan sistem Real Time Online (RTO), pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2014 di SMPN 1 Turi berjalan dengan lancar. Hal itu dilihat dengan kuota 128 siswa yang sudah terpenuhi.Kepala SMPN 1 Turi Woro Hartani SPd menjelaskan, pihaknya tidak mengalami kekurangan siswa pada PPDB kali ini. “Sama seperti tahun lalu, sekolah kami tidak kekurangan siswa. Untuk nilai terendah yakni 25,00 dan tertinggi 28,60. “Hari Selasa (8/7)  kami umumkan siapa saja siswa yang lolos seleksi,” kata Woro, kemarin.

Sementara itu, untuk jenjang SMK yang juga belum menerapkan RTO sudah terpenuhi kuotanya, seperti di SMKN 2 Depok. Sebagai sekolah favorit, pada pelaksanaan PPDB di SMKN 2 Depok berjalan dengan lancar sesuai ketentuan. Kali ini, sekolah tersebut menerima sebanyak 512 siswa dari berbagai paket keahlian. “Paling favorit, banyak siswa mengambil keahlian perminyakan. Sebab, sekolah kami sudah bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang dapat menampung siswa mulai dari magang hingga dapat bekerja di perusahaan tersebut,” ujar Kepala SMKN 2 Depok Drs Aragani Mizan Zakaria.

Menurutnya, untuk seleksi nilai semua tergantung dari paket keahlian dan bobot nilai yang dimiliki siswa. “Semua akan kami cek dulu seperti nilai SKHUN ditiap keahlian. Tentu, program peminatan yang kami laksanakan ini sesuai dengan implementasi dari kurikulum 2013,” jelasnya.