Hasil Pantauan Pilpres Bupati dan Wabup

bernas DSC_1223 (1)Sleman – Usai melakukan pencoblosan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI dan Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu SS MHum bersama Sekda dr Sunartono MKes, Assekda, Bawaslu dan Pimpinan SKPD melakukan pemantauan pelaksanaan Pilpres di wilayah Sleman.

Pantauan yang dilakukan meliputi wilayah Balecatur Gamping, Purwomartani Kalasan dan Wedomartani Ngemplak. Di Balecatur rombongan diterima Camat Gamping dan Kades Balecatur mengunjungi TPS  14 Ngaran Balecatur Gamping dengan jumlah pemilih 495 dan sampai pukul WIB telah mencapai 343 pemilih yang menggunakan hak pilihnya. Selanjutnya rombongan menuju SD Purwobinangun Juwangen Purwomartani Kalasan yang digunakan untuk TPS 60. Di tempat ini jumlah pemilih ada 278 dan sampai dengan pukul WIB yang menggunakan hak pilih mencpai 217 orang.

Pada saat bersamaan datang rombongan peserta Diklat Keuangan Departemen Keuangan sekitar 30 orang yang secara antusias ingin menggunakan hak pilihnya mencoblos namun karena mereka tidak memiliki form A 5 dan KTP berasal dari luar daerah mereka terpaksa tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

Hal ini sangat disayangkan oleh Sri Purnomo yang sempat menemui mereka karena ada warga negara Indonesia yang sedang melakukan tugas di luar daerah tidak bisa menggunakan hak pilihnya.
Sri Purnomo berharap ke depan aturan dapat dipermudah sehingga semua warga negara bisa menggunakan hak pilihnya dengan mudah menggunakan KTP karena saat ini KTP juga sudah on line secara nasional.

Dalam kesempatan tersebut Sri Purnomo menyampaikan secara keseluruhah hasil pantauan pelaksanaan Pilpres dapat berjalan lancar, warga antusias menggunakan hak pilihnya dan berharap sampai perhitungan selesai tidak terjadi permasalahan dan suasana di Sleman dapat kondusif, aman dan damai. “Siapapun yang menang kita terima karena itu memang sudah pilihan rakyat dan yang menang tidak terlalu berlebihan dalam merayakan kemenangannya dan yang kalah tentu tidak perlu terlalu bersedih karena masih dapat menyumbangkan kemampuannya dan masih mempunyai kesempatan yang akan datang,” kata Sri Purnomo.

Pantauan diakhiri di TPS 6 dan 7 Saren Wedomartani Ngemplak. Di TPS 6 jumlah pemilih 290 orang dan yang telah menggunakan hak pilihnya 252 orang. Ditempat ini ada warga yang menggunakan form A 5 4 pemilih dan menggunakan KTP setempat karena belum terdaftar 5 orang. Sementara di TPS 7 jumlah pemilih 242 orang dan yang menggunakan hak pilihnya mencapai 225 orang.




Wapres Boediono Nyoblos di TPS Sawitsari

Sleman, InfoPublik – Wakil Presiden (Wapres) RI, Boediono menggunakan hak pilihnya di TPS 102 Perumahan Sawitsari Sleman, Rabu (9/7)  bertempat di TPS 102 perumahan Sawitsari Dusun Pikgondang, Condongcatur Depok Sleman, Wapres  Boediono beserta istri Herawati menggunakan hak pilihnya pada pukul WIB. 

Dalam kesempatan tersebut rombongan Wapres  disambut oleh Muspika Kecamatan Depok. Setelah melakukan pendaftaran Wapres beserta istri kemudian menggunakan hak pilihnya di bilik suara yang telah disiapkan oleh panitia.

Boediono, berharap agar Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden ini dapat berjalan dengan lancar, tertib dan damai.  Boediono juga berpesan agar siapapun yang terpilih nanti harus didukung, karena semua calon tersebut adalah putra-putra terbaik bangsa.

Boediono juga menambahkan bahwa panasnya berita-berita yang ada di media, ternyata tidak seperti yang terjadi dilapangan, Boediono melihat masyarakat cukup tenang dan mampu menahan diri, namun demikian Boediono juga berpesan agar masyarakat tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas sumber kebenarannya, sehingga  suasana pemilu yang bersamaan dengan bulan Ramadan ini dapat menjadi keberkahan bagi seluruh masyarakat Indonesia.




Bupati Nyoblos di TPS Jaban, Wabup di TPS Pugeran

bupati dan keluargaSleman – Pada pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014,  Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI beseta Istri dan anak-anaknya  menyampaikan hak suaranya di TPS 26 Dusun Jaban, Tridadi, Sleman bersama keluarganya. Sementara  Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum beserta keluarga  melakukan pencoblosan di TPS dusun Pugeran  Desa Maguwoharjo Depok Sleman.

  Usai melakukan pencoblosan Bupati dan Wakil Bupati bersama Pimpinan SKPD akan melakukan pemantauan pelaksanaan Pilpres di wilayah Sleman. Sri Purnomo berpesan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan hak pilihnya dengan bijak untuk memilih pemimpin yang terbaik dan berharap agar pelaksanaan pemilu di wilayah Sleman khususnya dan diseluruh wilayah Indonesia dapat berjalan dengan baik, aman, lancar dan damai.

Kepada jajaran SKPD terkait, KPU dan Bawaslu Kabupaten harus tetap memantau dan menjaga suasana tetap kondusif dan mendukung kelancaran serta suksesnya acara pesta demokrasi. Di samping itu harus selalu waspada dan tanggap dalam mengantisipasi kemungkinan munculnya permasalahan baik langsung maupun tidak langsung terhadap situasi yang  berkembang selama pelaksanaan dan paska Pilpres.

Sementara untuk memenuhi penggunaan hak pilih bagi pasien RSUD Sleman dan Prambanan diharapkan TPS yang berdekatan dengan Rumah sakit untuk aktif mendatangi pasien ke rumah sakit. Dan untuk RS JIH dan RS Sarjito sudah diadakan TPS tersendiri. Sampai dengan 30 Juni terdapat Form A 5 sejumlah 4545, sementara untuk yang belum mendapatkan Form A5 bagi mahasiswa luar Sleman bisa menggunakan hak suaranya di TPS setempat dengan surat keterangan dari desa setempat.

Bagi TPS yang kemungkinan banyak mahasiswa yang menggunakan surat keterangan ini, maka KPPS perlu mengantisipasi apabila terjadi kekurangan surat suara dapat  dikoordinasikan dengan TPS terdekat sehingga semua mahasiswa dapat terlayani dalam menggunakan hak pilihnya.




Pasien RSJ Grhasia Juga Berikan Hak Suaranya

Sleman – Pasien yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia, Sleman  juga ikut memberikan hak pilihnya, Rabu (9/7).Terdapat 110 pemilih yang terdaftar di dalam Daftar pemilih tetap (DPT). Pemilih tersebut terdiri dari 32 karyawan dan 78 pasien.

Tidak seperti pemilihan pada tempat lain, untuk RSJ Grhasia pemilih melaksanakan coblosan pada TPS Keliling. TPS keliling tersebut selain beroperasi di RSJ Grhasia juga mendatangi Lapas Narkotika Pakem dan Panti Sosial Tresna Werdha Pakem.

Untuk pelaksanaan pencoblosan di RSJ Grhasia Pakem, petugas KPPS mendatangi setiap pasien di ruang perawatanya. Hal ini dilakukan mengingat kondisi pasien yang dikhawatirkan akan melarikan diri jika diajak keluar perawatan.