Disperindagkop Sleman Siap Pantau Parsel Lebaran

Sleman, InfoPublik – Kantor Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperimdagkop) Sleman siap mengadakan pantauan penjualan parsel lebaran di Wilayah Sleman. “Kami rencanakan minggu depan sudah akan dilakukan pemantauan penjualan parsel dan peredaran barang kadaluwarsa,” kata Drs Pustopo , Kepala Disperidagkop Sleman kepada wartawan di Sleman, Kamis (10/7).

Menurut Pustopo, setiap menjelang lebaran Disperindagkop bersama-sama dengan Disperindagkop DIY, BPOM dan Dinas terkait selalu mengadakan pentauan penjualan parsel dan peredaran barang kadaluwarsa.

“Untuk sasaran operasi masih akan dikoordinasikan lebih dulu, kalau biasanya BPOM dan Disperindagkop DIY mengadakan pentauan di pasar tradisional dan pasar modern, Disperindagkop Sleman merencanakan memantau diluar pasar modern dan pasar tradisional,” kata Pustopo.

Untuk barang kadaluwarso diakui Pustopo juga perlu diwaspadai, karena kadang-kadang barang yang sudah kadaluwarsa ini dimasukkan dalam parsel. Adapun barang-barang lain yang menjadi  sasaran operasi adalah barang yang rusakm barang kedaluwarsa, barang atau makanan yang menggunakan bahan pewarna pakaian dan lainnya.

Ketika ditanya hasilnya kalau dilapangan ditemukan barang kadaluwarsa dikatakan Pustopo bahwa untuk temuan barang kadaluwarso nantinya kepad pedagangnya diminta untuk mengimpulkan dan dikembalikan ke distriburnya untuk minta diganti.




Produksi Ikan di Sleman Melimpah, Stok Aman

1007 SLEMAN PRODUKSI IKANSleman, InfoPublik – Produksi sektor perikanan yang melimpah membuat Dinas Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (P2K) berani menjamin stok ikan tetap aman hingga Lebaran nanti. Meski  permintaan selama Ramadan meningkat, kebutuhan ikan masih bisa tercukupi, baik dari produksi lokal maupun mengambil dari luar daerah.“Kebutuhan ikan di Sleman tidak akan ada masalah. Tidak hanya ikan tawar sendiri, pasokan ikan laut dari daerah lain juga masih aman,” kata Kepala Dinas P2K, Ir Widi SutiknoMSi, kemarin.

Ditambahkan Widi bahwa Sleman juga masih bisa mengirim ikan ke luar daerah meski jumlahnya tidak banyak. Peningkatan permintaan ikan selama Ramadan hingga lebaran nanti justru merupakan kesempatan emas bagi para petani. “Kondisi di lapangan saat ini sangat mendukung. Petani ikan juga dapat keuntungan,” kata Widi.

Dia mencontohkan produksi ikan nila dari wilayah Sleman banyak menguntungkan petani. Harganya hampir sama dengan gurame. Apalagi dikembangkan dengan sistem mina padi, jadi lebih untung.

Diungkapkan Widi, Sleman hasil produksi ikan di Sleman mampu mencapai angka  ton per tahun. Namun, sekitar 30% dari kebutuhan konsumsi ikan selama ini masih mengandalkan pasokan dari luar daerah. Dia berharap para petani bisa terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi agar ke depannya tak tergantung daerah lain.