PMI Sleman Prioritaskan Kegiatan Pengamanan Mudik

Sleman – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman menjelang Lebaran tahun ini memprioritaskan untuk membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan pengamanan arus mudik dan balik.

“Prioritas kegiatan menjelang Lebaran ini diantaranya persiapan untuk membantu pengamanan arus mudik hingga arus balik nanti,” kata Ketua PMI Kabupaten Sleman dr. Sunartono , kemarin. Menurut dia, partisipasi dalam pengamanan arus mudik dan arus balik tersebut dititikberatkan pada pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK).

“PMI fokus pada PPPK, seperti mengamankan korban dan mencegah terjadinya akibat yang lebih parah dari kecelakaan, dan membantu evakuasi korban,” katanya. Sunartono mengatakan, dalam kegiatan tersebut tugas PMI bukan sebagai tim medis, namun hanya memberikan pertolongan awal jika terjadi kecelakaan, khususnya kecelakaan lalu lintas.”Jadi kami hanya memberikan pertolongan pertama dan mengantarkan ke rumah sakit terdekat untuk diberikan penanganan medis,” tambah Sunartono.

Untuk kegiatan pengamanan arus mudik dan arus balik ini, PMI akan mendirikan sejumlah pos komando (posko) di titik-titik rawan. “Kami juga didukung empat unit mobil ambulans yang siap untuk dihubungi dan bergerak cepat menuju lokasi jika terjadi
kecelakaan,” kata Sunartono.

Ditambahkan Sunartono, pihaknya juga berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan, karena maksud baik masyarakat untuk menolong kadang justru bisa berakibat fatal.

“Edukasi ini memang tidak kami berikan secara terus menerus, namun hanya bila ada kesempatan saja. Namun untuk mengantisipasi akibat yang fatal masyarakat bisa menghubungi petugas PMI. Kami juga akan menurunkan tim yang jaga di jalan,” tuturnya.




Antisipasi Lebaran Pemadam Kebakaran Siapkan 5 Mobil Damkar dan Siaga 24 Jam

Sleman, infoPublik – Dalam rangka mengantisipasi kebakaran diwilayah Sleman pada saat lebaran Kantor Pemadam Kebakaran Sleman telah menyiapkan petugas sebanyak 33 orang dan 5 unit mobil pemadam kebakaran (damkar) serta siaga penuh selama 24 jam. Kesiapan ini dilakukan mulai H – 7 sampai H+7.“Untuk lebaran tahun 2014, Damkar Sleman tidak membuka Posko di terminal Jombor seperti lebaran tahun lalu, hal ini disebabkan pembangunan jalan belum selesai. Selain itu setiap kejadian kebakaran membutuhkan waktu cepat untuk sampai ke lokasi,” kata Ismu Ahmad salah seorang petugas Damkar Sleman kepada wartawan di Pres Room Pemkab Sleman, Jumat (11/7).

Dikatakan Ismu, di wilayah Kabupaten Sleman dari tahun ke tahun kejadian kebakaran baik itu kebakaran kendaraan maupun rumah cenderung menurun. Hanya saja dari catatan yang ada dibanding daerah lain di DIY Sleman masih tertinggi kejadian kebakarannya. Untuk tahun lalu kebakaran kendaraan di Sleman tercatat terjadi satu kali namun untuk tahun – tahun sebelumnya cukup banyak.

Sementara untuk kebakaran rumah juga mengalami penurunan, untuk tahun 2012 tercatat ada 81 kejadian kebakaran, tahun 2013 menurun menjadi 67 kejadian kebakaran dan tahun 2014 sampai bulan Juni tercatat ada 30 kebakaran. Karena itu kepada masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk mudik harus benar – benar dicek keadaan kendaraannya sehingga bisa menghindari konsleting kendaraannya yang bisa mengakibatkan kebakaran.

Sedang untuk rumah yang ditinggal mudik lebaran diharapkan benar – benar dipastikan semuanya aman, mulai dari kompor dicabut selang regulatornya, alat – alat elektronik dicatut dari sumber listrik, kalau menyalakan lampu secukupnya saja.




Pemkab Siap Amankan Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2014

1107 SLEMAN AGUSSleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman dalam hal ini Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Sleman berkerjasama dengan dinas terkait siap mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2014. Pengamanan arus mudik dan arus balik ini akan dimulai H-7 dan H+7 yaitu mulai tanggal 21 Juli hingga 5 Agustus 2014.

“Berbagai persiapan telah dikoordinasikan dan disiapkan agar sarana dan prasarana perhubungan dapat membantu kemacetan saat lebaran,” kata Kepala Dishubkominfo, Drs Agus Susilo Endiarto kepada wartawan di Pres Room Pemkab Sleman, Jumat (11/7) terkait rencana operasi angkutan lebaran 2014.

Dijelaskan Agus ada beberapa tempat yang mendapat perhatian dalam operasi angkutan lebaran ini diantaranya di ring road, fly over Jombor dan lainnya. Untuk fly over dikatakan Agus pada malam hari akan ditambah lampu penerangan dan dipasang beberapa rambu lalu lintas sehingga bisa mengurangi kecelakaan baik pada malam hari maupun siang hari.

“Sampai H – 7 dipastikan keadaan fly over Jombor aman, rambu lalu lintas dipasang jelas dan kondisi jalan sudah lebih baik. Selain itu beberapa tempat dipasang CCTV guna mendukung kelancaran lalu lintas selama lebaran,” kata Agus.

Agus juga menjelaskan dalam operasi angkutan lebaran ini pihaknya juga dibantu 5 komunitas relawan yang sudah mendapatkan izin untuk mengudara diantaranya Turgo Asri, Cakra (PMI), SKSB, Merapi Balerante dan Peduli Merapi. “Intinya komunitas relawan ini disiagakan di Posko – posko dan bisa menggunakan frekwensi untuk komunikasi jarak jauh,” tambah Agus. Selain itu lanjut Agus, Dishubkominfo juga menghadakan koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit, Dinas Pariwisata untuk mengantisipasi jika pemudik mengalami gangguan dijalan dan membantu pemudik yang ingin mengadakan kunjungan ke lokasi wisata di Sleman.

“Tempat – tempat wisata di Sleman memang kami perhatikan karena pemudik selain akan bersilaturahmi juga biasanya memanfaatkan untuk berwisata karena itu di posko – popsko lebaran di Sleman akan ditempatkan info – info wisata di Sleman,” tutur Agus.

Ditambahkan Agus untuk mengatasi kemacetan di jalan Magelang sudah disiapkan  jalur alternatif. Arus lalu lintas dari Magelang atau Muntulan menuju Jogja jika terjadi kemacetan lalu lintas maka jalur alternatifnya lewat Tempel – Balangan – Moyudan – Jalan Wates atau lewat Tempel – Turi – Pakem – Cangkringan. Arus lalu lintas dari Solo atau Klaten menuju Jogja bila terjadi kemacetan lalu lintas maka jalur alternatifnya lewat Cangkringan – Pakem – Turi – Tempel atau lewat Piyungan – Jalan Wonosari.