PT AngkasaPura Bagi Sembako Gratis

Sleman – Sebanyak 460 paket Sembako Gratis diserahkan secara simbolis oleh General Manager PT Angkasapura I (Persero) Bandara Adisutjipto Andi G Wirson dan Camat Berbah  Tina Hastani. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di pendopo Kecamatan Berbah, Kamis (17/7) . 

Sebanyak 460 pakat  Sembako tersebut  senilai Rp ,-/paket yang berupa Beras 5 kg, minyak goreng 2 liter Gula pasir 2 kg dan Mie Instan. Paket sembako tersebut diperuntukkan untuk masyarakat kurang mampu di Wilayah Kecamatan Berbah yang terdiri warga Desa Jogotirto sebanyak 82 KK, Desa Kalitirto 124 KK, Desa Sendangtirto 138 KK dan Desa Tegaltirto 116 KK.

Andi G Wirson  pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa sembako gratis tersebut diberikan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1435 H yang diberikan kepada sebagian warga masyarakat di sekitar bandara Adisutjipto Jogja. Bahwa program sembako gratis ini diberikan  sebagai bentuk kepedulian perusahaan kepada masyarakat  yang telah memberi dukungan  bagi perkembangan  Angkasapura  Airport. Diharapkan paket sembako tersebut dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat kurang mampu yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1435 H nanti.

Yang jelas tambah Andi G Wirson bahwa Angkasapura Airport sangat menyadari bahwa keberadan perusahaan hingga saat ini tidak lepas dari dukungan masyarakat, terutama yang berada dekat dengan wilayah kerja. Oleh karena itu Angkasapura Airport terus berupaya meningkatkan program yang bermanfaat bagi masyarakat, antara lain program kesehatan berupa pelayanan kesehatan keliling, bidang pendidikan, fasilitas umum, sarana ibadah dan pelestarian alam.

Sementara itu Camat Berbah Tina Hastani menyampaikan bahwa disaamping pembagian sembako gratis mulai tahun 2013 Angkasapura I Bandara Adisutjipto juga melaksanakan program pelayanan kesehatan keliling gratis di Kecamatan Berbah setiap hari Rabu dan Sabtu.

Lebih lanjut disampaikan Tina Hastani bahwa program kerja ke depan adalah adanya Jamban Keluarga bagi keluarga tidak mampu, bantuan peralatan untuk  PAUD, pengembangan mina politan, juga rencana membuat embung. Untuk mewujutkan program tersebut memang memerlukan biaya yang tidak sedikit, namun pemerintah Kecamatan Berbah akan berupaya untuk menggandeng beberapa pihak yang peduli pada program tersebut, seperti kalangan perguruan tinggi yang ada di Jogja.***




Saldo Kas PMI Sleman Terus Meningkat

Sleman – Saldo kas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman terus meningkat setiap tahun sehingga sangat membantu dalam kegiatan kepalangmerahan. Ketua PMI Sleman, dr Sunartono Mkes menyampaikan bahwa saldo awal kas PMI Sleman pada 2009 sebesar Rp 667 juta dan pada 2014 ini telah mencapai Rp 2,3 miliar. “Capaian bulan dana PMI sebelumnya berkisar Rp 100 hingga Rp 150 juta dan saat ini mencapai Rp 580 juta,” kata Sunartono, kemarin.

Menurut Sunartono untuk pengelolaan keuangan telah diaudit oleh tim independen. Sementara untuk perkembangan unit donor darah dengan adanya bus donor darah dan penggunaan sistem informasi manajemen layanan unit donor darah terus meningkat dari 400 kantong darah per bulan menjadi 800 kantong darah per bulan. Ditambahkan Sunartono, untuk meningkatkan layanan kepalangmerahan, pihaknya telah menambah karyawan dari 12 menjadi 19 orang.

Secara terpisah Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan PMI Sleman sebagai garda terdepan pelaksanaan tugas kemanusiaan di Sleman telah terbukti mampu melaksanakan tugas misi kemanusiaan. Sehingga tugas PMI tidak hanya bergerak dalam bidang donor darah saja namun mempunyai tugas yang lain dalam bidang kemanusiaan.

Untuk itu kehadirian PMI dapat bermanfaat dan sangat dibutuhkan masyarakat. PMI juga dituntut semakin profesionlal dan semakin cepat dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.




Masyarakat Diminta Menahan Diri Tunggu Hasil Pilpres 2014

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI berpesan kepada masyarakat Sleman agar menahan diri untuk menunggu hasil Pilpres 2014 yang akan diumumkan KPU tanggal 22 Juli mendatang. “Siapapun yang menjadi pemenang, harus didukung untuk melanjutkan pembangunan di Negeri ini,” kaat Sri Purnomo ketikamenghadiri tarawih keliling (tarling) putaran  16, kelompok II di masjid Nurul Iman Dusun Duwetsari Desa Selomartani Kecamatan Kalasan, Rabu (16/7) malam.

Disampaikan juga oleh Sri Purnomo bahwa untuk para pendukung masing-masing calon, jangan berlebihan nantinya dalam merayakan kemenangan, dan selalu jaga persatuan dan kesatuan. Sehingga kondisi di Sleman tetap aman dan kodusif. Camat Kalasan, Drs Samsul Bachri mengatakan bahwa BAZ Kecamatan Kalasan sudah terbentuk pada awal tahun 2014 yang lalu, dan hingga saat ini telah mengumpulkan zakat, infaq, dan shodaqoh sebesar Rp 6,5 juta dan telah disalurkan Rp 5 juta.

BAZ Kecamatan Kalasan telah membuat kotak infaq yang saat ini telah ditempatkan di kantor-kantor pemerintah di wilayah Kecamatan Kalasan.  Ke depan BAZ Kecamatan Kalasan akan lebih banyak menghimpun zakat, infaq, dan shodaqoh. “BAZ Kecamatan Kalasan, telah menyalurkan bantuan pendidikan kepada setiap desa di Kecamatan Kalasan, masing-masing 4 anak,” kata Samsul.

Samsul juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilpres 9 Juli 2014 yang lalu di Kecamatan Kalasan berjalan lancar, kondusif, dan aman. Dalam kegiatan Safari Tarling kali ini diserahkan bantuan dana dari Pemkab Sleman sebesar Rp 3,5 juta, BAZ Kabupaten Sleman Rp 3 juta dan 10 muzhaf Al-Quran, 2 Al-Quran dengan terjemahan, Iqro 10 jilid, bantuyan dari BRI unit Kalasan Rp 1,5 juta, 10 Mukena dari KUA Kalasan, BAZ Kecamatan Kalasan Rp 2,5 juta, Desa Selomartani Rp 2,5 juta, dari warga Dusun Duwetsari mushaf Al-Quran dan uang Rp ,- dan infaq yang terkumpul pada kegiatan tersebut sebesar Rp 2,56 juta sehingga total dana yang terkumpul adalah Rp 14,76 juta.

Dalam kegiatan tersebut di tutup dengan penanda tanganan prasasti peresmian Masjid Nurul Iman oleh Bupati Sleman, Sri Purnomo.***




Bupati Pantau Pasar Temukan Mie Basah Dengan Bahan Pengawet Formalin

1707 SLEMAN PANTAU PASARSleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bersama Kapala Balai POM DIY Ir. Abdul Rahim MES. MPT, didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sleman mengadakan pantauan di Pasar Sleman dan Pasar Pakem, Kamis (17/7).

Peninjauan ini dimaksudkan untuk memantau stok kebutuhan bahan pokok, memantau harga dan memantau produk makanan yang berbahaya menjelang Hari Ray Idul Fitri. Dari hasil pantauan di kedua pasar tersebut ternyata masih dijumpai mie basah dengan bahan pengawet formalin, krupuk dan makanan kering dengan pewarna yang mengandung Rodamin B yang biasa dipergunakan untuk pewarna tektil dan kertas. Menurut pedagang, dagangannya yang mengadung formalin dan Rodamin B tersebut sebagai stok dari luar daerah.

Dalam kesempatan tersebut Balai POM DIY juga membawa serta petugas Laboratorium yang langsung dapat memeriksa makanan yang mengandung zat berbahaya sehingga dalam waktu 5 menit langsung dapat diketahui hasilnya. Sementara untuk daging sapi dan ayam semua dalam kondisi segar dan tidak diketemukan daging sapi gelonggongan.
Namun masih dijumpai ikan bandeng dalam keranjang kecil-kecil menggunakan kertas koran sebagai alasnya, padahal tinta dari kertas koran juga mengandung zat berbahaya yang langsung menempel pada ikan.

Sri Purnomo dalam kesempatan tersebut menghimbau kepada para pedagang untuk selalu memperhatikan barang dagangannya dan menjual makanan yang bersih dan sehat untuk menjamin kesehatan bagi konsumennya. Untuk stok bahan pokok menjelang lebaran ini juga cukup sehingga masyarakat apabila belanja secukupnya saja tidak perlu stok barang yang berlebihan, karena kenaikan harga juga tidak terlalu tinggi sehingga masih bisa terjangkau masyarakat. Dalam waktu dekat Sri Purnomo menyatakan akan membentuk Tim Pengawasan bahan makanan dan  minuman, yang akan memutus mata rantai penggunaan zat berbahaya pada bahan makanan dan minuman untuk menjamin agar yang dikonsumsi masyarakat makanan dan minuman yang sehat.

Adapun para pejabat yang mendampingi pantauan Bupati adalah Assek II Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPdI, Kepala Dinas Pasar, Dra Tri Endah Yitnani, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Ir Widi Sutikno MSi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Drs Pustopo.