Sejumlah Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional

Sleman– Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman masih menemukan sejumlah tempat hiburan malam yang beroperasi melebihi batas ketentuan selama bulan puasa. Petugas terpaksa memberikan peringatan kepada pemilik usaha yang melanggar tersebut. Berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 26 Tahun 2013 tentang jam operasional tempat hiburan selama bulan Ramadan, seluruh usaha hiburan umum diwajibkan tutup satu hari sebelum hari pertama bulan Ramadan sampai puasa hari keenam. Dalam Perbup tersebut juga diatur terkait jam operasional. Untuk usaha karaoke dan sejenisnya diperbolehkan buka pukul WIB. Game net, game station, game centre dan sejenisnya dibuka pukul  dan WIB. Salon, spa dan panti pijat diijinkan beroperasi mulai pukul WIB.

“Namun dalam operasi yang kami lakukan beberapa waktu lalu, ternyata ada sejumlah tempat hiburan malam yang kedapatan melanggar jam operasional. Selain itu kami juga mendapati ternyata Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) sudah kadaluwarsa. Untuk kami beri peringatan dan maksimal tiga bulan setelahnya harus sudah diperbaharui, Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Sleman, Sunarto, kemarin.

Dalam razia tersebut melibatkan sejumlah tim gabungan. Seperti Satpol PP DIY, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman serta Badan Narkotika Nasional (BNN) DIY. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan tes urine bagi karyawan dan pengunjung tempat hiburan malam. Hasilnya petugas mendapati satu pengunjung yang hasilnya positif. “Tapi yang bersangkutan mengaku jika memang habis minum obat dengan resep dokter,” ujarnya.***




Jadwal Pentas Hiburan di Tlogo Putri dan Sendratari Ramayana

Sleman, InfoPublik – Kepala Dinas Kebudayaan dan  Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM mengatakan akan berupaya maksimal untuk menarik minat wisatawan lokal yang menghabiskan liburan lebaran di Jogja agar berkunjung ke beberapa objek wisata tambahan diwilayah Kabupaten Sleman.

Dijelaskan Ayu bahwa bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Kaliurang dapat sekaligus menikmati pementasan atraksi hiburan di panggung  hiburan Tlogo Puri. Adapun jadwal pentas seni di panggung hiburan Tlogo Putri Kaliurang dimulai Selasa (29/7)

Orkes Melayu Nabila dari Ngawen Trihanggo Gamping, Rabu (30/7) Juli Orkes Melayu Carista dari Temuwuh Kidul  Balecatur Gamping dan  Kamis (31/7) Jathilan Kudo Mudo Setyo dari Krebet Bimomartani Ngemplan. Selanjutnya Jumat (1/8) Campursari Mulyo Laras dari Bedreg  Maguwoharjo Depok dan Sabtu (2/8) Agustus Jathilan Wijining Turonggo Seto dari Turgo Purwobinangun Pakem, serta Minggu (3/8) Orkes Melayu Komando Band dari Durenan Triharjo Sleman.

“Selain itu semua, pertunjukan Sendratari Ramayana di Panggung Terbuka Kompleks Candi Prambanan juga tetap dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.  Adapun jadwal pertunjukan Sendratari Ramayana untuk akhir bulan Juli 2014 adalah berupa  pertunjukan sendratari full story pada tanggal 19, 20, 21, 23, 26, 27, 28 dan 30 Juli 2014,” kata Ayu di Sleman, Senin (21/7).

Ditambahkan Ayu untuk awal bulan  Agustus adalah tanggal 1, 2, 5, 6 dan 7 Juli dan tanggal 8 hingga 11 Juli berupa sendratari episode. Dalam rangka memantabkan kesiapan menjelang liburan lebaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten sleman telah  mengadakan pembinaan kepada para pelaku pariwisata, pemandu pariwisata dan pedagang di kawasan Kaliurang dan kawasan  volcano tour, memantabkan kesiapan desa wisata dalam pertemuan forum komunikasi desa wisata, pembinaan bagi pengelola jeep wisata.




Selama Ramadan, Depok Pantau 3 Pasar dan 18 Toko

Sleman – Camat Kecamatan Depok, Drs Budiharjo mengatakan pelaksanaan Pemilihan presiden (Pilpres) pada tanggal 9 Juli lalu di Kecamatan Depok terlah berlangsung lancar, aman dan damai. Sementara itu selama Ramadan Pemerintah Kecamatan Depok juga telah melaksanakan kegiatan pemantauan dan pembinaan di pasar dan pembinaan pasar sehat di 3 lokasi yaitu pasar Gaten, pasar Condongcatur, dan pasar Sambilegi.

“Selain itu juga dilakukan pemantauan makanan di 18 toko yang ada di wilayah Kecamatan Depok.  Pemerintah kecamatan depok juga melakukan kegiatan safari tarling 3 wilayah desa,” kata Budiharjo dalam safari tarawih keliling putaran terakhir Bupati Sleman dan pejabat Sleman di Masjid Zain Al-Baab Ringinsari Desa Maguwoharjo Depok Sleman, Minggu (20/7) malam.

Sementara Takmir Masjid, M Suharto menyampaikan bahwa lahan Masjid Zain Al-Baab merupakan wakaf dari keluarga H.M Zaini pada tahun 2003, lahan tersebut seluas 121 M2.  Pembangunan masjid tersebut dilakukan pada tahun 2003 dan direncanakan dibangun 2 lantai.  Pembangunan tersebut selesai pada 2007, namun demikian penggunaan masjid sudah dimulai pada tahun 2004.

Pembangunan masjid tersebut menelan dana sebesar Rp 250 juta yang merupakan swadaya masyarakat.  Dan pada tahun 2013 dilaksanakan pembangunan lantai 2 dengan biaya Rp 200 juta  yang merupakan swadaya masyarakat, namun hingga saat ini baru 60% pengerjaannya dan masih dalam proses penyelesaian.

Suharto meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, agar sertifikat lahan wakaf masjid Zain Al-Albaab dapat segera diselesaikan. Sedang Sri Purnomo menyampaikan bahwa masjid Zain AlBaab ini bangunannya sudah hampir selesai, sehingga sudah menjadi tugas bagi muslimin dan muslimat di sekitar masjid ini untuk memakmurkan masjid ini dengan seluruh kegiatan keagaamaan umat Islam.

Safari tarling ini merupakan sarana untuk bersilaturahim antara jajaran pemerintah Kabupaten dengan masyarakat sekitar. Sri Purnomo, menghimbau agar masyarakat terus meningkatkan kegotong royongan dan kerukunan di dalam masyarakat, terlebih lagi Kecamatan Depok merupakan kecamatan yang sangat istimewa dengan dinamika pergerakan masyarakat, perekonomian, dan juga sosial kemasyarakatan yang sangat cepat.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan bantuan dengan total sebesar Rp 19,52 juta yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Sleman, BAZ Sleman, Bank BRI, Bank BPD, Bank Sleman, PDAM, Kemenag, dan juga masyarakat yang hadir dalam kegiatan Safari Tarling tersebut.




Pemkab Sampaikan Dana Bagi Hasil Pajak dari Retribusi Daerah

Sleman – Bupati Sleman, Drs. H Sri Purnomo membuka rapat Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan penyampaian dana bagi hasil Pajak daerah dan Restribusi daerah Tahap I Tahun 2014 Pemerintah Kabupaten Sleman yang berlangsung di Aula Lantai III Pemkab Sleman, Senin (21/7).

Dalam kesempatan tersebut Kabag Pemerintahan Desa Sleman, Sukarno SH. selaku penyelenggara rakor melaporkan bahwa maksud dan tujuannya diadakan Rapat Koordinasi tersebut adalah : Untuk meningkatkan pendapatan Desa dan meningkatkan kemampuan Pemerintah Desa dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Dikatakan Sukarno, alokasi pembagian berdasarkan Keputusan Bupati Sleman nomor 56 / tentang alokasi dana dari penerimaan pajak daerah dan restribusi daerah bagi Desa tahun anggaran 2014 penggunaannya adalah untuk penyelenggaraan Pembangunan sebesar 60% dari alokasi yang diterima dan Intensifikasi dan ektensifikasi pembayaran pajak dan restribusi sebesar 40% dari alokasi yang diterima.

Dilaporkan pula tentang bantuan alokasi dana Desa (ADD), TPAPD dan dana operasional RT RW tahun 2014,  ADD yang sudah dicairkan sebanyak 16 Desa dengan total Rp 2,70 miliar, ADD yang dalam proses pengajuan ke DPKAD Sleman sebanyak 10 Desa dengan nilai sebesar Rp 1,70 miliar  dan ADD sampai saat ini sudah terserap sebesar sebesarRp 4,40 miliar dari total anggaran Rp 15,145 miliar dan hingga saat ini Desa yang belum mengajukan adalah  sebanyak 60 Desa.

“Bagi Desa yang belum mengajukan diharapkan segera menyusun proposal dengan berpedoman pada peraturan Bupati dan kewajiban Pemerintah desa berupa siklus Tahunan Desa untuk dilaksanakan dengan baik  sehingga kedepan dalam menyongsong pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 Pemerintah Desa sudah benar-benar siap,” kata Sukarno.

Bantuan operasional RT RW tahun 2014 jumlah RT RW sudah dilaksanakan dan diterima oleh 86 Desa dengan total sebesar Rp 4,16 miliar dan TPAPD Triwulan II juga sudah disampaikan ke desa dengan jumlah keseluruhan Rp 4,70 miliar.

Sementara Sri Purnomo memberikan apresiasi atas diselenggarakannya Rapat Koordinasi penyelenggaraan Pemerintahan desa dan penyampaian dana bagi hasil pajak daerah dan restribusi daerah tahun 2014 tahap I  ini tepat waktu, untuk dana – dana ADD yang berjumlah kurang lebih Rp 15 miliar yang saat ini baru dicairkan sebesar 20%, dan masih bersisa 80% diharapkan agar segera dicairkan, sehingga program pembangunan desa bisa berjalan dengan lancar.

Dana yang telah diambil harus bisa langsung dilaksanakan sesuai dengan program-program yang telah di rencanakan dan segera dibuat pertanggungjawabannya. Apabila tahun ini tidak lancar tentunya akan bertambah setahun lagi pekerjaannya sehingga pada tahun 2015 yang akan datang dana sebesar Rp 1 miliaar lebih dari pemerintah pusat, akan menjadi permasalahan lebih lanjut. Karena penggunaan dana yang besar dituntut juga tertib administrasinya dan harus tepat guna dan sasaran dalam seluruh kegiatannya.

“Disatu sisi kita senang bila desa diberi dana besar sehingga program pembangunan yang ada di desa akan lebih kuas lagi dan lebih detail untuk mebangun di tingkat Desa  tetapi disisi lain kita memang betul-betul disiapkan secara administratif sehingga suatu ketika dana yang sudah digunakan harus dapat dipertanggung jawabkan secara administratif, sehingga tidak menyebabkan permasalahan di kemudian hari.

Rakor dihadiri oleh Camat se kabupaten Sleman Kepala desa se kabupaten Sleman, Dipenda, Kabag Admistrasi pembangunan, Kabag Pemdes dan Asekda Bidang Pemerintahan.




Pasang Spanduk di Jalur Perlintasan Kereta Api, Pengguna Jalan Dihimbau Jaga Keselamatan

editSleman – KAI memasang spanduk himbauan untuk menjaga keamanan diri para pengguna jalan si perlintasan kereta api.  Pemasangan spanduk dilakukan oleh EVP PT KAI Daops VI Yogyakarta, susi Munawati bersama Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Agoes soesilo endiarto di Jalan Titi Bumi Godean Sleman, Senin (21/07).

Pemasangan spanduk merupakan bentuk himbauan kepada masyarakat selama lebaran, agar selalu memperhatikan keselamatan saat melintasi perlintasan jalur kereta api, khususnya di wilayah perlintasan yang tidak ada palang pintu /penjaganya. Masyarakat harus sabar dan tidak boleh melanggar palang perlintasan demi keselamatan diri dan orang lain.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Hubkominfo Sleman Drs. Agoes Soesilo Endiarto, menyampaikan agar masyarakat lebih berhati – hati dan waspada setiap melintasi perlintasan jalur kereta api.  Mengingat telah banyak insiden kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api khususnya yang tidak ada palang pintu/penjaganya. Banyaknya kecelakaan sering diakibatkan oleh kelalaian pengguna jalan yang tidak sabar, atau menerobos palang perlintasan sehingga merugikan diri sendiri dan membahayakan orang lain.

Sedangkan EVP PT KAI Daop VI Yogyakarta Susi Munawati menyampaikan selama masa lebaran pihaknya akan menambahkan penjagaan ekstra. Selama lebaran PT KAI menyiapkan sejumlah 84 kereta penumpang dengan menggunakan jalur ganda atau double track. ***