Penukaran Uang Kecil Menjelang Lebaran

IMG_5809Sleman – Penukaran uang kecil merupakan salah satu kegiatan menjelang lebaran. Penukaran uang kecil dilayani oleh bank yang telah ditunjuk oleh Bank Indonesia, salah satunya BPR Sleman. Penukaran uang kecil meliputi pecahan Rp 2000,- sampai Rp ,-, Selasa (22/07).

Selain penukaran uang kecil di layani oleh bank, terdapat penukaran uang yang dilayani oleh jasa perorangan. Misal, di sleman terdapat beberapa titik jasa penukaran uang kecil di sekitar kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Sleman. Jasa penukaran uang kecil oleh perorangan ini biasanya dibuka dari jam wib sampai jam wib.

Jasa penukaran uang kecil perorangan mengambil stok penukaran uang kecil langsung ke Bank Indonesia. Jasa penukaran uang kecil perorangan bisa mencapai omset total Rp ,- transaksi penukaran.

Ketentuan jasa untuk setiap penukaran uang kecil perorangan yaitu, minggu pertama penukaran uang kecil dikenakan jasa 10ribu, minggu kedua 20ribu, minggu ketiga 30ribu dan minggu keempat 40ribu.

Disampaikan aziz salah seorang jasa penukaran uang kecil perorangan, setiap harinya sekitar 8 sampai 10 orang yang menggunakan jasanya.***




Libur Lebaran, Monjali Buka 29 Juli

Sleman – Badan Pengelola Monumen Yogya Kembali (BPMYK) telah menyiapkan hiburan electone dan pemutaran film perjuangan saat libur Lebaran. Menurut Kepala Bagian Operasional BPMYK Benny Soegito BSc, museum yang dikenal dengan sebutan Monumen Jogja Kembali (Monjali) tersebut buka pada H+1 atau 29 Juli 2014.

“Pada hari raya Idul Fitri, Monjali hanya tutup sehari pada 28 Juli 2014. Sebab, di area ini akan digunakan untuk Salat Id warga sekitar. Maka Monjali buka Selasa (29/7) mulai pukul WIB dengan harga tiket Rp ,” kata Benny, kemarin.

Sebagai objek wisata sejarah, Monjali menawarkan empat ruang museum dan ruang perpustakaan di lantai satu. Di lantai dua terdapat 40 relief yang menggambarkan perjuangan pada masa 1945-1949, serta 10 diorama berukuran life size. Sedangkan di lantai tiga ada ruang Garbha Graha atau ruang hening.

“Di lantai tiga itu dipajang dua relief, satu memegang pena yang menggambarkan perjuangan secara diplomasi dan satunya memegang bambu runcing yang berarti perjuangan secara fisik,” jelas Benny seraya mentargetkan jumlah kunjungan di Monumen Yogya Kembali selama libur Lebaran berjumlah pengunjung.




Hujan, Kasus DBD di Sleman Dikhawatirkan Meningkat

Sleman – Hujan yang turun ditengah musim kemarau akhir – akhir ini diperkirakan dapat mengakibatkan munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sleman meningkat. Untuk itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman kembali mengingatkan masyarakat Sleman untuk rutin memberantas sarang nyamuk dengan memutus siklus hidup nyamuk sejak dari jentik dan telur.

“Untuk memutus siklus hidup nyamuk tidak sekedar menguras dan menutup tandon air saja dan itu tidak cukup,” kata Kepala Dinkes Sleman, dr Mafilindati Nuraini MKes kepada wartawan di Sleman, kemarin.

Menurut Linda bak air jangan hanya dikuras, tapi harus disikat untuk membersihkan telur nyamuk. Kalau cuma dikuras, telurnya masih bisa berkembang setelah diisi air lagi dan dalam dua hari telur sudah menetas menjadi nyamuk. Dikatakan Linda partisipasi masyarakat menjadi penentu utama pemberantasan nyamuk penyebab DBD. Jika mengalami gejala, masyarakat juga diminta aktif segera memeriksakan diri.

“Jika badan kena panas mendadak selama dua hari, warga harus periksa dan darahnya dicek di laboratorium. Jadi kita langsung tahu DBD atau bukan,” kata Linda.

Beberapa kecamatan di Sleman memang diketahui menjadi daerah rawan DBD karena kondisi wilayahnya yang padat penduduk. Perangkat desa dan kecamatan sudah diminta aktif. Linda juga mengingatkan warga sekitar demi efektivitas gerakan
Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).  Imbauan yang kembali disampaikan Dinkes Sleman tersebut terkait adanya peningkatan kewaspadaan DBD akibat cuaca yang tidak menentu beberapa pekan terakhir.

“Kami terus terang khawatir dengan penyakit endemis DBD karena adanya hujan dan cerah beberapa hari. Keadaan ini kondusif untuk perkembangbiakan nyamuk,” tutur Linda.

Berdasarkan catatan yang ada di Dinas Kesehatan tahun 2014 ini sampai tanggal 17 Juli tercatat sudah ada 324 kasus DBD. Dari kasus tersebut 3 korban diantaranya meninggal dunia. “Ketiga korban meninggal karena DBD itu berasal dari Kecamatan Godean dan Berbah,” kata Linda.

Adanya korban meninggal dunia ini lanjut LInda karena pasien tidak melakukan kontrol ke layanan kesehatan setelah diperiksa. Hal itu membuat petugas kesehatan tak bisa berbuat banyak. Tahun sebelumnya, Sleman mencatat 736 kasus DBD dengan 4 korban meninggal dunia.

Hingga kini, 5 kecamatan yang dianggap paling rawan tetap yaitu Kecamatan Gamping, Depok, Godean, Mlati, dan Kalasan. Kasus DBD di Sleman terjadi sepanjang tahun. Puncak kasus biasanya akhir hingga awal tahun.




Pasokan LPG 3 Kg Naik 12 Persen

Sleman – Tim pengendalian stok Bahan Bakar Gas terdiri dari Dinas Sumber Daya Energi Air Energi dan Mineral Kabupaten Sleman bersama Tim dari Dinas Perindagkop, Bagian Perekonomian  dan Bagian Humas melaksanakan peninjauan di Kantor SPBE  PT Jatirata Mitra Mulyo Jln Magelang KM 17 melihat langsung pengisian Tabung Gas khusus 3 kg untuk persedian masyarakat  di Kabupaten Sleman menjelang lebaran dan Idul Fitri, Selasa (22/7). 

Menurut  Korwil LPG PSO Kabupaten Sleman, Yos bahwa untuk persediaan gas LPG dari PT Jatirata Mitra dan Pertamina ada penambahan gas 3 kg dari jumlah sebelum  tabung  per hari menjadi tabung untuk persediaan pasca pengumuman hasil Pilpres dan Lebaran.

“Berarti ada tambahan sekitar tabung setiap hari sehingga untuk kebutuhan pasokan tidak terganggu  atau  naik sekitar  12 %,” kata Yos. Selanjutnya wakil dari pertamina menyampaikan bahwa ada tambahan stok LPG dari ton menjadi ton LPG  per hari untuk bulan Juli 2014, namun untuk tanggal 28 Juli pengisian tabung 3 Kg libur,  tetapi kebutuhan tanggal tersebut dicukupi pada tanggal 27 Juli 2014.

Tim selanjutnya meninjau  agen LPG 3 kg di PT Wina Buana Utama Jln Magelang KM 11. Untuk persedian di agen kata HJ Mursidi, sebagai  pimpinan  PT Wina  Buana Utama agen tersebut untuk memenuhi pangkalan di wilayah Sleman dalam sehari berkisar  tabung masih mencukupi sampai dengan Idul Fitri.