Operasi Kelayakan Bus Diperketat Untuk Jamin Keamanan Pemudik

Sleman – Terminal Jombor Kabupaten Sleman akan memperketat operasi kelayakan bus mendekati Lebaran 2014, hal ini untuk menjamin keamanan pemudik. Seperti diungkapkan Kepala Terminal Jombor, Margi Sudarnoto bahwa hingga saat ini telah melakukan beberapa pemeriksaan kelayakan bus secara intensif. Pemeriksaan itu antara lain difokuskan pada kelengkapan administrasi, ketepatan trayek, serta kelayakan fisik bus.

“Operasi bus sesuai instruksi dari Dishubkominfo DIY akan kami intensifkan hingga mendekati hari-H Lebaran guna menjaga kenyamanan dan keamanan pemudik pada Lebaran tahun ini,” kata Margi, kemarin.

Menurut Margi, operasi tersebut dilakukan untuk persiapan kelayakan bus menghadapi lonjakan penumpang jelang Lebaran. Tak hanya kelayakan surat dan fisik bus, pihaknya juga akan memantau kelayakan peralatan keselamatan bus, seperti tabung PMK, martil pemecah kaca hingga P3K dan lainnya.

Margi menyebutkan, hingga saat ini beberapa operasi telah dilakukan kepada beberapa bus antarkota antar Provinsi (AKAP) serta bus antarkota dalam Provinsi yang masuk terminal Jombor. Disebutkan Margi selama pemeriksaan kelayakan bus yang dilakukan sejak 15 Juni 2014, telah menemukan sebanyak 9 bus yang trayeknya mati atau menyalahi aturan trayek, serta satu bus yang tidak memenuhi kelayakan fisik untuk dioperasikan.

“Kalau trayeknya mati, bus yang bersangkutan tidak akan kami izinkan untuk beroperasi sampai trayeknya diaktifkan kembali,” katanya. Sementara itu lanjut Margi, pihaknya juga bekerja sama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dengan menyiapkan sebanyak 250 bus untuk melayani para pemudik Lebaran 2014.

“Kami sudah siapkan untuk bus angkutan kota antar Provinsi (AKAP) 230 bus, dan 20 bus pariwisata sebagai cadangan,” tambah Margi. Diperkirakan arus mudik Lebaran tahun ini yang masuk Terminal Jombor tidak mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Hal itu, disebabkan hari libur beberapa kampus dan sekolah di Jogja hampir bersamaan dengan bulan puasa.

“Diperkirakan saat Lebaran nanti, paling naik satu persen, dari tahun lalu yang mencapai sekitar penumpang pada puncak mudik Lebaran. Sebab sebagian mahasiswa sudah pulang sebelum H-2 lebaran,” tuturnya.***




Antisipasi Kebakaran Saat Rumah Ditinggal Mudik Harus Diperhatikan

Sleman – Masyarakat Sleman yang akan melakukan mudik pada libur lebaran ini diminta berhati-hati dan cermat dalam menyiapkan rumahyang hendak ditinggal mudik. Selain demi mengurangi resiko pencurian, calon pemudik juga perlu mewaspadai kemungkinan terjadinya kebakaran pada rumah kosong.

“Semua harus dipastikan dalam keadaan aman sebelum rumah ditinggal mudik,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sleman, Ismu Achmad Widodo kepada wartawan di Sleman, kemarin.

Dikatakan Ismu, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah  perabot rumah tangga yang rawan memicu kebakaran harus dipastikan aman. “Sebelum meninggalkan rumah, dicek dulu kompor gasnya, regulator jangan lupa dilepas, seluruh alat elektronik juga dalam kondisi lepas dari colokan listrik, kalaupun menyalakan lampu sekedarnya saja,” kata Ismu.

Dijelaskan Ismu, tahun lalu memang tak ada kejadian kebakaran pada rumah kosong yang ditinggal mudik. Meski begitu, Ismu tetap menganggap antisipasi kebakaran tak boleh diabaikan calon pemudik. Menurutnya dalam menghadapi musim arus mudik dan balik tahun 2014, UPT Damkar Sleman menyiapkan kekuatan penuh. Tim yang dikoordinatori Ismu akan siaga selama 24 jam dengan personil 32 orang. Armada berupa 5 unit mobil damkar dan 2 mobil tangki air pun akan disiagakan.

Yang berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini UPT Damkar Sleman tak mendirikan pos khusus di sekitar Jombor. Pertimbangannya, pembangunan di underpass fly over Jombor belum selesai sehingga lalu lintas akan menjadi sangat padat. Sehingga hal tersebut berdampak negatif pada kecepatan timnya menuju lokasi kejadian seandainya ada kebakaran.

“Kami kan maksimal 15 menit harus sudah sampai lokasi. Dengan demikian, tahun ini timnya akan fokus dari posko induk di lingkungan kantor Pemkab Sleman. Harapannya, pelayanan menjadi lebih efektif,” katanya.

Namun demikian lanjut Ismu, UPT Damkar Sleman juga akan melakukan layanan monitoring keliling. Tujuannya tak lain demi memberikan rasa aman kepada pemudik. Tim Damkar Sleman akan mobile ke Kecamatan Depok dan Godean karena kedua wilayah tersebut memang masuk daftar rawan kebakaran selain Sleman dan Ngaglik.




Bupati Sleman Tinjau Pos Pelayanan Lebaran

Sleman – Bupati Sleman, Sri Purnomo meninjau pos pelayanan lebaran di tiga pos pelayanan yang terletak di wilayah Sleman, Kamis (24/07). Dalam kesempatan ini, Bupati Sleman didampingi oleh Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, Agoes Soesilo Endiarto, Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Sunaryo dan beberapa pejabat lainnya.

Peninjauan pos pelayanan lebaran ini dilakukan untuk memastikan kesiapan setiap pos pelayanan lebaran dalam memberikan pelayanan kepada pemudik lebaran. Lokasi peninjauan pos pelayanan lebaran yang pertama di Perempatan Palbapang, Tempel, Sleman. Tinjauan kedua yaitu di pos pelayanan lebaran Terminal Jombor dan di bawah Jembatan Layang Jombor. Terakhir, Bupati juga meninjau pos pelayanan sebelah Monumen Jogja Kembali (Monjali).

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan pos pelayanan lebaran diharapkan mampu menanggulangi peningkatan arus pemudik dan mengurai kemacetan akibat padatnya arus pemudik yang akan melewati wilayah Sleman. Dengan demikian diharapkan arus lalulintas pemudik dapat berjalan lancar.

Sri Purnomo juga menghimbau agar para pemudik dan semua pengguna jalan untuk menaati peraturan rambu lalu lintas. Menurut Sri Purnomo, arus pemudik diprediksikan akan mulai padat pada H-3, yang puncaknya pada hari jumat sore (25/07). Disampaikan pula Pemerintah Kabupaten Sleman siap membantu demi kelancaran lalu lintas selama mudik lebaran.

Disamping tinjauan pos pelayanan lebaran, Bupati Sleman juga meninjau pelayanan kesehatan yang diberikan oleh pihak Jasa Raharja di Terminal Jombor. Pelayanan kesehatan oleh Jasa Raharja diberikan secara gratis baik untuk pemudik ataupun sopir angkutan di Terminal Jombor.***