SPBU di Mlati Masih Normal

Sleman – Pada H-3 Lebaran, SPBU di Jalan Magelang, Km 8 Mulungan, Mlati Sleman masih normal dan belum terjadi kenaikan yang signifikan. Bahkan dibanding Lebaran tahun lalu, penjualan BBM belum ramai.

“Biasanya, pada H-7 sudah ramai pembeli. Namun kali ini masih tergolong normal. Mungkin karena dampak putusnya jembatan Comal di Jateng menyebabkan pemudik memilih lewat jalur selatan. Disamping itu, dampak pembuatan median jalan di depan SPBU ini menjadikan kendaraan dari arah Yogya sulit untuk masuk ke SPBU,” ujar Supervisor SPBU Mulungan, Witanto , kemarin.

Menurutnya, setiap hari SPBU tersebut mengabiskan liter BBM jenis premium. Meski demikian, pada H-3 ini sudah ada kenaikan penjualan sekitar liter. Diperkirakan, mendekati Lebaran hingga pasca Lebaran akan terjadi kenaikan penjualan.

“Untuk sementara, pembeli BBM masih lokal saja. Sedangkan pemudik atau kedaraan dari luar kota hanya beberapa. Namun bisa dipastikan, mendekati Lebaran nanti tingkat konsumsi BBM disini akan naik. Sehingga omsetnya juga naik,” pungkasnya.




Ingatkan Pembayaran THR, Dinas Nakersos Sleman Telah Sebar Ribuan Surat

Sleman – Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Nakersos) Kabupaten Sleman telah emmbagikan ribuan surat untuk perusahaan di wilayah ini, guna mengingatkan akan pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan perusahaan tersebut.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Sutiasih kepada wartawan, kemarin  mengaku pihaknya telah membuat surat edaran terkait THR untuk perusahaan di Sleman. Surat tersebut dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.4/2014. Hasilnya, empat perusahaan dilaporkan karyawannya karena belum memberikan tunjangan hari raya (THR) yang seharusnya sudah tuntas pada H-7 Lebaran.

Selain empat perusahaan yang dilaporkan, beberapa perusahaan lainnya datang ke Dinas Nakersos Sleman untuk konsultasi aturan terkait THR.

“Ada yang konsultasi seandainya tidak bisa memenuhi kewajiban THR karena alasan kondisi internal perusahaan juga,” kata Asih. Perusahaan tersebut kemudian disarankan membuat kesepatan tertulis dengan karyawan. Menurutnya, tak akan ada masalah jika kedua belah pihak saling memahami.

Kepala Sie Pengembangan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Nakersos Sleman, Muhamad Umar Sukarno, menambahkan beberapa perusahaan di Sleman memang rawan tak membayar THR.

Dinas Nakersos Sleman masih akan menunggu laporan apabila ada yang terlambat atau bahkan tidak memberi THR. “THR itu wajib. Kalau sampai H-2 belum ada THR, nanti laporkan saja,” tutur Umar.




Masih Ada Truk Pasir Merapi yang Beroperasi

Sleman – Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman melakukan pantauan di beberapa titik yang kerap dilalui truk pasir, Kamis (24/7). Hasilnya, petugas menemukan beberapa truk yang masih beroperasi. Beberapa titik yang ditinjau tersebut berada di sekitar Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Tempel.

“Masih ada satu dua armada yang melintas. Mereka langsung kami instruksikan agar tidak beraktivitas di hari berikutnya,” kata Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas SDAEM Sleman, Fauzan Darmadi, kemarin.

Beberapa waktu lalu, larangan beroperasi bagi truk pengangkut pasir dan batu di lereng merapi sudah disampaikan Kepala Dinas SDAEM Sleman, Ir Sapto Winarno. Larangan tersebut berlaku pada H-7 hingga H+7 lebaran. Selama rentan waktu itu pula, kegiatan normalisasi maupun penambangan dihentikan sementara.

Namun ternyata hingga H-4 lebaran, sejumlah truk pasir masih nekat beroperasi. Truk tersebut tidak hanya berasal dari Sleman dan DIY tapi juga terdapat kendaraan luar daerah.“Namun untuk alat berat dipastikan sudah tidak ada semua,” ujar Fauzan.