Salat Idul Fitri Jadi Berkah bagi Pedagang Balon

Sleman – Salat Idul Fitri menjadi berkah tersendiri bagi pedagang mainan. Tak lama setelah salat dan khotbah selesai, dagangan pun laris manis diserbu pembeli.

Kondisi tersebut salah satunya dirasakan pedagang yang berjualan di sekitar halaman kampus UPN Veteran. Sejak jamaah salat Idul Fitri mulai berdatangan, beberapa diantara mereka ada yang sudah tertarik untuk membelikan balon bagi anak maupun cucunya. Tidak heran jika kemudian barisan salat pun diramaikan dengan balon-balon lucu berbentuk toko kartun dan  hewan. Balon rupanya menjadi salah satu trik agar anak kecil tidak rewel saat salat jamaah hingga khotbah berakhir.

“Ini tadi beli buat keponakan. Dia senang dan jadi tidak mengganggu saat salat,” kata Maya, warga Condongcatur, Depok, usai salat Idul Fitri pada Senin (28/7).

Santoso, salah satu penjual balon di sana mengungkapkan dia membawa 80 balon dengan ukuran kecil dan sedang. Balon ukuran kecil dijual seharga sedangkan yang besar seharga . Seluruh balon tersebut lalu habis terjual beberapa saat setelah khutbah selesai.

“Jualan begini kalau pas hari besar saja. Tapi ya hasilnya lumayan. Biasanya banyak anak-anak yang minta dibelikan,” kata Santoso. Dia pun mengaku beberapa pembeli sempat kecewa karena kehabisan balon.

Salah satu pembeli yang kehabisan adalah Intan. “Anak saya minta, tapi ternyata sudah habis,” katanya. Warga Condongcatur, Depok, tersebut lalu mengatakan dia akan mencoba mencari pedagang balon lain.

Sementara itu, meski cuaca sempat mendung, kegiatan ibadah salat Idul Fitri berjalan lancar tanpa diguyur hujan. Masyarakat juga merasa lebih senang karena lebaran tahun ini dilakukan serempak karena tidak ada perbedaan penentuan hari raya antara pemerintah dengan ormas Muhammadiyah.




Bupati dan Wakil Bupati Buka Open House

Open HouseSleman– Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menggelar open house pada Senin (28/7). Namun, terdapat perbedaan yang cukup mencolok antara tamu-tamu open house di rumah dinas bupati dan wakil bupati.

“Open house ini tentu dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat,” kata Bupati Sleman, Sri Purnomo. Open house di rumah dinas Bupati itu diadakan hingga Senin sore dan hanya satu hari saja. Meski demikian, jika masih ada masyarakat yang ingin bersilaturahmi dengan Bupati pada Selasa (29/7), Sri Purnomo mengaku akan tetap menerimanya.

Para tamu yang berdatangan didominasi oleh para pejabat pemerintahan, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa. Rombongan dari Polres Sleman pun juga sempat datang untuk beramah tamah dengan Bupati.

“Di samping untuk jajaran pemerintahan, juga untuk masyarakat umum. Siapa saja kami dengan senang hati akan menerima,” kata Sri Purnomo.

Sementara di rumah dinas Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu. Sejak open house dibuka, masyarakat dari berbagai wilayah di Sleman datang untuk bertemu dan saling memohon maaf dengan Yuni.

“Memang lebih banyak dari masyarakat umum, terutama kawan-kawan pedagang pasar, misalnya Prambanan dan Sambilegi. Tadi ada juga dari Gayamharjo, Balecatur, Kronggahan, bahkan Tempel,” papar Yuni.

Dikatakan Yuni, masyarakat yang datang ke rumah dinasnya memang orang-orang yang biasa berinteraksi dengannya, seperti memberikan informasi ketika terjadi masalah di lapangan.

“Open house adalah ajang silaturahmi dan bermaafan. Kami jika selama ini dalam memberikan pelayanan belum maksimal, semoga tahun depan bisa lebih baik,” ujar Yuni.




Mudik Lewat Sleman, Manfaatkan Rest Area Berikut Ini

Sleman – Sepeda motor sebenarnya tak disarankan digunakan sebagai kendaraan mudik. Meski demikian, animo masyarakat untuk mengandalkan kendaraan roda dua ini masih cukup tinggi. Agar tak terjadi kecelakaan akibat kelelahan, pemudik yang menggunakan sepeda motor disarankan memanfaatkan area peristirahatan yang disediakan. Fasilitas mudik gratis yang diadakan berbagai instansi pemerintah maupun swasta ternyata tak lantas mengurangi jumlah pemudik sepeda motor.

“Sepeda motor memang tidak disarankan dipakai, tapi tetap ada saja yang merasa lebih praktis kalau naik motor,” ucap Marjanto, Kepala Seksi Angkutan dan Terminal, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo), kemarin.

Tahun ini, pemudik dengan sepeda motor diramal bertambah. Dibanding tahun lalu, volume sepeda motor diperkirakan naik sebesar 0,8%. Jika pada 2013 lalu jumlahnya sekitar sepeda motor, tahun ini dimungkinkan mencapai sepeda motor. Sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan akibat pemudik yang kelelahan, Dishubkominfo Sleman bersama Dinas Perhubungan Provinsi DIY menyediakan rest area atau area peristirahatan. Sejumlah jembatan timbang telah ditutup sejak H-7 Lebaran karena dialihfungsikan menjadi area peristirahatan.

Setidaknya ada tiga titik area peristirahatan yang yang memanfaatkan jembatan timbang di wilayah Sleman. Titik tersebut berada di Jembatan Kalitirto Berbah di Jalan Solo Jembatan Timbang Tamanmartani Kalasan di Jalan Solo, dan Jembatan Timbang Kulwaru di Wates. Pemudik dengan sepeda motor bisa beristirahat di tiga titik tersebut dan menikmati beberapa fasilitas pendukung yang disediakan. Pemanfaatan jembatan timbang sebagai area peristirahatan akan dilakukan hingga H+7 Lebaran.

Sementara itu, Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI meminta para pemudik tetap mematuhi aturan lalu lintas. Hal itu tentu untuk mengurangi risiko kecelakaan selama arus mudik hingga balik. “Kalau capai silakan istirahat di rest area biar tidak terjadi kecelakaan di jalan karena kecapaian,” ucap Sri Purnomo.