Dengan Sistem RTO Bupati, Orangtua Harus Cermat Memilih Sekolah

0307 SLEMAN BUPATISleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI meminta orang tua dan siswa cermat dalam memilih sekolah sehingga bisa mendapatkan sekolahan yang diinginkan.

“Saya lihat Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Sleman pada tahun in cukup bagus dan lancar. Apalagi untuk PPDB SMP dan SMA negeri di Sleman sekarang ini sudah mulai menggunakan sistem Real Time Online (RTO),” kata Sri Purnomo disela – sela melakukan pemantauan PPDB di SMAN I Sleman, Kamis (3/7). Dalam pemantauan PPDB di SMAN I Sleman, SMAN I Mlati dan SMPN I Sleman, Sri Purnomo didampingi Asek II Bidang Pembangunan Dra Suyamsih MPD, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Arif Haryono SH.

Menurut Sri Purnomo, dengan sistem RTO memang lebih mudah dan siswa bisa melihat persaingannya sehingga memang membutuhkan kecermatan dari orangtua dan siswa. Diharapkan siswa dalam memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggal sehingga faktor keselamatan juga diperhatikan. Meski sudang menggunakan sistem RTO dalam PPDB ini, Sri Purnomo juga mengakui kalau masih adanya kendala dan belum lancar. Namun masalah ini sudah dilaporkan ke PT Telkom agar menaikkan kapasitasnya sehingga proses PPDB bisa dipantau pendaftar.

Sementara Arif Haryono menambahkan bahwa untuk PPDB SMA hari Kamis sudah tutup dan untuk SMP memang baru dimulai. Sedang untuk pendaftar di SMAN I SLeman formulir yang sudah keluar sekitar 350 formulir dan sudah kembali 248 formulir dengan daya tampung 192. Untuk NEM di SMAN I Sleman tertinggi 38,35 dan terendah 34,00.

Kepala Sekolah SMAN I Mlati, Drs Samsudin mengatakan pendaftaran siswa baru selama 3 hari berlangsung lancar, meski sistem RTO sempat mengalami hambatan karena server kurang lancar. Namun Samsudin mengakui, dengan sistem RTO semuanya dimudahkan baik orangtua, siswa maupun panitia karena tidak harus ke sekolah lain sudah bisa mendaftar di satu tempat.***




PPDB SMA Negeri Secara RTO

Sleman – Pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) SMA Negeri secara  RTO (Real Time Online) Kabupaten Sleman tahun 2014 pada tanggal 1 Juli 2014, sempat mengalami permasalahan sehingga sistem RTO sempat terhenti pada siang harinya dikarenakan tingkat akses data yang tinggi pada website .Kejadian tersebut disebabkan oleh banyaknya yang melakukan entry data pada waktu antara jam  WIB. Namun kejadian ini sudah diantisipasi pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora)  Sleman dengan melakukan koordinasi dengan pihak penyedia layanan data yaitu PT Telkom. Demikian disampaikan Kepala Dikpora Sleman, Arif Haryono SH dikantornya, Rabu (2/7).

Menurut Arif, pada awal hari pertama,  banyak orangtua yang masih mengalami kebingungan dan kesalahan dalam melakukan entry data, namun pihak sekolah sudah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan petugas untuk membantu melakukan entry data secara benar.

Pada penyelenggaran PPDB tahun ini SMA dan SMK di Kabupaten Sleman mewajibkan pendaftar yang berasal dari luar DIY, untuk membuat surat pernyataan yang diberi materai Rp 6 ribu. Hal ini dikarenakan SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional) belum terbit, sehingga siswa yang berasal dari luar DIY melakukan pendaftaran dengan melampirkan surat keterangan dari kepala sekolah yang bersangkutan yang disahkan oleh dinas pendidikan setempat.

Oleh karena itu pihak Dinas Dikpora Sleman menerapkan aturan tersebut, agar para pendaftar tidak mengundurkan diri setelah SKHUN yang resmi dikeluarkan, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan kursi di SMA dan SMK yang ada di Sleman.

Sementara itu hasil Rapat koordinasi PPDB untuk SMP di tingkat DIY, memutuskan bahwa untuk PPDB SMP, SKHUS (Surat Keterangan Hasil Ujian Sekolah) yang digunakan untuk mendaftar SMP memang belum jadi, sehingga yang dipakai untuk mendaftar SMP adalah SKHUS sementara yang dikeluarkan oleh pihak sekolah yang disahkan oleh dinas pendidikan setempat.




Ketersediaan Elpiji Dan BBM Di Kabupaten Sleman Aman

Sleman – Sekda Sleman dr Sunartono MKes mengimbau agar masyarakat Sleman dalam hadapi bulan ramadhan dan lebaran tidak khawatir terhadap keterbatasan pasokan gas Elpiji dan BBM.

Sekda Sunartono, sebagai ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), telah melakukan cross chek terhadap ketersedian bahan-bahan pokok dan energy menjelang lebaran.

“Hasil koordinasi dengan Pertamina dan Hismawa migas, diketahui bahwa alokasi elpiji baik yang 3 kg pada bulan Juli cukup,” kata Sunartono kepada wartawan, Selasa (1/7).

Alokasi elpiji 3 kg untuk bulan Juni dan Juli 2014 naik 4%. Kebutuhan normal harian sebesar tabung, untuk bulan Juni dan Juli perhari tersedia tabung, sedangkan alokasi elpiji 12 Kg tetap per hari , namun disediakan subsitusi berupa bright gas dengan ketersediaan sesuai kebutuhan konsumen.

Dikatakan Sunartono, Pertamina juga telah menginstruksikan agen elpiji, SPBBE dan terminal elpiji/elpiji FP untuk tetap buka pada hari libur lebaran dan menambah waktu pelayanan khususnya di awal ramadan, hari H lebaran dan pada hari lebarn ketupat.

“Juga berupaya mengoptimalkan ketersediaan stok elpiji di SPBU dan Modern outlet 24 jam, agar masyarakat tetap dan mudah membeli elpiji khususnya di hari H lebaran,” katanya.

Hal ini sebagai antisipasi kemungkinan pangkalan-pangkalan tutup/libur. Selain juga itu juga sediakan SP(P)BE Kantong yakni SPPBE yang memiliki jaminan stock yang siap sedia membantu SP(P)BE lainnya dengan kondisi stock kritis.***




Cari Sekolah Jangan Hanya Mempertimbangkan Sekolah Favorit

Sleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI mengharapkan para calon siswa dan orang tua mempertimbangkan sekolah mana yang menjadi tujuannya, dan pertimbangan tersebut bukan hanya sekolah yang menjadi favoritnya, terutama yang ada di Kota Yogyakarta.

“Karena banyak sekolah di Kabupaten Sleman yang kualitasnya tidak kalah dengan sekolah yang ada di kota,” kata Sri Purnomo ketika menghadiri tarawih keliling putaran ketiga, yang berlangsung di Masjid Nurrahim Arraudhah  Balong, Bimomartani, Ngemplak, Selasa (1/7) malam. Bupati H Sri Purnomo MSI mengatakan sekarang ini saatnya menyambut tahun ajaran baru dan maraknya mencari sekolah baru bagi lulusan SD, SMP, mapun SMA/SMK, dan ia   berharap calon siswa dan orangtua mempertimbangkan sekolah mana yang ,menjadi tujuannya.

Selanjutnya Sri Purnomo mengatakan bahwa dalam memilih sekolah  pertimbangan yang tidak kalah penting adalah jarak tempuh dan rute perjalanan dari rumah sampai sekolah. Karena semakin hari, arus lalu lintas di jalan semakin ramai dan padat hingga faktor keselamatan harus menjadi pertimbangan pula. Yang jelas bahwa kualitas sekolah di Kabupaten Sleman tidak kalah dengan sekolah di kota. “Kepada orangtua yang ikut sibuk dalam mencari sekolah bagi anaknya harus bisa memberikan pengertian,” tambahnya.

Di Sleman, sistem penerimaan siswa baru saat ini menggunakan sistim RTO (Real Time On Line) hingga akan lebih memudahkan dalam mencari sekolah yang menjadi favoritnya, tetapi yang perlu diketahui dengan sistem tersebut harus jeli dalam memilih sekolah. Khusus untuk SLTA di Kabupaten Sleman sudah menggunakan sistem RTO, sementara untuk tingkat SLTP di Kabupaten Sleman belum semuanya menggunakan sistem tersebut.

Pada kesempatan tarling tersebut, Bupati Sri Purnomo juga menyerahkan bantuan total senilai Rp12,423 juta  terdiri bantuan Pemda Rp3,5 juta, BAZ Rp3 juta, Kecamatan Ngemplak Rp2,25 jutaa, Desa Rp1 juta, Bank BRI Rp1 juta , dan infaq saat tarling  Rp1,67 juta serta Muskaf Al-Quran, Iqro , Rukuh (dari Kemenag) dan diterima Ketua Takmir Masjid Sutriyono .***




Stok 9 Bahan Pokok Di Kabupaten Sleman Aman

Sleman – Ketua TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Kabupaten Sleman dr. Sunartono, menyampaikan bahwa stok 9 bahan pokok di Kabupaten Sleman aman,  selama bulan puasa dan menjelang lebaran tahun ini.Ketersediaan beras hasil produksi Sleman asebanyak ,61 ton masih aman dan cukup untuk kebutuhan 2 bulan kedepan. Sementara yang perlu diwaspadai adalah stok kedelai, hal ini tewrjadi karenan pengaruh musim tanam yang terbatas. Namun demikian kebutuhan kedelai masih dapat dicukupi dari daerah lain.

TPID Kabupaten Sleman merupakan lembaga yang relatif baru di Sleman sesuai dengan instruksi Mendagri 027/1696/SJ tentang keterjangkauan barang dan jasa. Bupati Sleman kemudian membentuk Tim Pelaksana Pengendali Inflasi Daerah dengan SK Bupati nomor 500/kep KDH/A/2013.

Tugas TPID secara umum adalah mempersiapkan, mengidentifikasi tingkat inflasi barang dan jasa. Dari hal tersebut bisa diketahui mulai hulu hingga hilir, misalnya mulai proses produksi hingga sampai ke konsumen.

Fokus TPID adalah pada kebutuhan 9 bahan pokok. Sementara itu, tingkat inflasi DIY hingga bulan Juni 2014 mencapai 6,65 sedangkan inflasi nasional sebesar 7,32.

Menurut Sunartono, kenaikan inflasi bisa juga disebabkan oleh hal-hal diluar bahan pokok misalnya barang-barang elektronik yang juga naik. TPID juga memberi laporan kepada TPID Provinsi tentang hal tersebut, kemudian menyusun langkah kebijakan dan apa yang harus dilakukan misalnya dengan melakukan operasi pasar.

Dalam hal distribusi, untuk mengatasi kemacetan, Pemkab Sleman telah mengidentifikasi titik-titik rawan macet dan telah menyiapkan antisipasinya dengan menempatkan petugas dan mengalihkan arus kendaraan. Dengan demikian distribusi bahan pokok juga lancar.

Juga dimungkinkan adanya operasi dan pemantauan untuk mengantisipasi adanya spekulan. Selama ini juga telah dilakukan operasi makanan namun belum ditemukan kasus. Pemkab akan secara rutin melakukan pemantauan dan operasi untuk memastikan barang yang sampai ke konsumen juga aman.