Pelayanan Masyarakat Tetap Buka Saat Cuti Bersama

Sleman – Banyak hal yang perlu dipersiapkan bagi abdi masyarakat terutama dalam memberikan pelayanan pada masyarakat saat cuti bersama bagi PNS di Kabupaten Sleman. Meskipun para PNS di Kabupaten Sleman menikmati cuti bersama dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1435 H, namun untuk pelayanan terhadap masyarakat beberapa SKPD harus tetap buka untuk memberikan pelayanan pada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, Kamis (24/07). Lebih lanjut disampaikan Sri Purnomo bahwa SKPD tertentu misal Dishubkominfo, Dinas kesehatan dan kecamatan meskipun cuti bersama tetap memberikan pelayanan pada masyarakat tentu dengan jadual, artinya tidak semua PNS masuk serentak.

Menyikapi momen mudik lebaran, malam takbiran sampai Sholat Ied dilapangan-lapangan,  minta untuk mengantisipasi kemungkinan dampak  yang timbul dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, baik SKPD maupun Camat untuk memfasilitasi pelaksanaan perayaan hari raya juga persiapan mudik, sehingga masyarakat dapat beribadah  dan pemudik tetap merasa aman dan nyaman. Yang jelas tambah Sri Purnomo bahwa dalam menghadapi dan setelah lebaran aparat pemkab sleman, terlebih yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat sudah siap sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing.

Terkait dengan angkutan lebaran dengan segala kemungkinan yang terjadi Dinas Hubkominfo sudah menyiapkan sarana dan prasarana lalulintas ( armada, kesiapan terminal, rambu lalulintas dll) dan selalu melakukan pemantauan dengan instansi terkait. Sementara itu. terkait dengan pelayanan kesehatan, UPT Puskesmas dan rumah sakit Umum di wilayah kabupaten sleman sudah menyiapkan segala sesuatu sejak H-7 sampai H+7 termasuk fasilitas UGD dan Unit Ambulance. Termasuk pengaturan pelayanan kesehatan dan personil dan [posko siaga 24 jam untuk pemudik dan masyarakat.

Termasuk kepada Camat se kabupaten sleman diharapkan mengatur piket kecamatan agar pelayanan administrasi kependudukan tidak terhenti dan masyarakat perantau yang mudik  dapat memanfaatkan waktu liburan untuk mengurus adminstrasi kependudukannya dapat terlayani dengan baik, termausk para camat diminta untuk menginformasikan pada pemerintahan desa. Yang jelas selama cuti bersama masyarakat maasih dapat terlayani , tentu waktunya juga terbatas tidak seperti kalau jam kerja biasa.

Seperti disampaikan Camat Tempel Wildan Solichin bahwa selama cuti lebaran tanggal 30-1 Agustus untuk kecamatan tetap memberikan pelayanan sampai jam WIB dengan sistim piket satu hari rata -rata 7 orang. Sementara untuk kecamatan Gamping cuti bersama juga tetap melayani loket pelayanan umum dari pukul – WIB dan diayani sekitar 2 orang, dan untuk Desa di Kecamatan Gamping menyesuaikan kecamatan, demikian dijelaskan Camat Gamping Drs Priyo Handoyo.




SPBU di Mlati Masih Normal

Sleman – Pada H-3 Lebaran, SPBU di Jalan Magelang, Km 8 Mulungan, Mlati Sleman masih normal dan belum terjadi kenaikan yang signifikan. Bahkan dibanding Lebaran tahun lalu, penjualan BBM belum ramai.

“Biasanya, pada H-7 sudah ramai pembeli. Namun kali ini masih tergolong normal. Mungkin karena dampak putusnya jembatan Comal di Jateng menyebabkan pemudik memilih lewat jalur selatan. Disamping itu, dampak pembuatan median jalan di depan SPBU ini menjadikan kendaraan dari arah Yogya sulit untuk masuk ke SPBU,” ujar Supervisor SPBU Mulungan, Witanto , kemarin.

Menurutnya, setiap hari SPBU tersebut mengabiskan liter BBM jenis premium. Meski demikian, pada H-3 ini sudah ada kenaikan penjualan sekitar liter. Diperkirakan, mendekati Lebaran hingga pasca Lebaran akan terjadi kenaikan penjualan.

“Untuk sementara, pembeli BBM masih lokal saja. Sedangkan pemudik atau kedaraan dari luar kota hanya beberapa. Namun bisa dipastikan, mendekati Lebaran nanti tingkat konsumsi BBM disini akan naik. Sehingga omsetnya juga naik,” pungkasnya.




Ingatkan Pembayaran THR, Dinas Nakersos Sleman Telah Sebar Ribuan Surat

Sleman – Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Nakersos) Kabupaten Sleman telah emmbagikan ribuan surat untuk perusahaan di wilayah ini, guna mengingatkan akan pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada karyawan perusahaan tersebut.

Kepala Bidang Tenaga Kerja, Sutiasih kepada wartawan, kemarin  mengaku pihaknya telah membuat surat edaran terkait THR untuk perusahaan di Sleman. Surat tersebut dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.4/2014. Hasilnya, empat perusahaan dilaporkan karyawannya karena belum memberikan tunjangan hari raya (THR) yang seharusnya sudah tuntas pada H-7 Lebaran.

Selain empat perusahaan yang dilaporkan, beberapa perusahaan lainnya datang ke Dinas Nakersos Sleman untuk konsultasi aturan terkait THR.

“Ada yang konsultasi seandainya tidak bisa memenuhi kewajiban THR karena alasan kondisi internal perusahaan juga,” kata Asih. Perusahaan tersebut kemudian disarankan membuat kesepatan tertulis dengan karyawan. Menurutnya, tak akan ada masalah jika kedua belah pihak saling memahami.

Kepala Sie Pengembangan dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Nakersos Sleman, Muhamad Umar Sukarno, menambahkan beberapa perusahaan di Sleman memang rawan tak membayar THR.

Dinas Nakersos Sleman masih akan menunggu laporan apabila ada yang terlambat atau bahkan tidak memberi THR. “THR itu wajib. Kalau sampai H-2 belum ada THR, nanti laporkan saja,” tutur Umar.




Masih Ada Truk Pasir Merapi yang Beroperasi

Sleman – Dinas Sumber Daya Air, Energi, dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman melakukan pantauan di beberapa titik yang kerap dilalui truk pasir, Kamis (24/7). Hasilnya, petugas menemukan beberapa truk yang masih beroperasi. Beberapa titik yang ditinjau tersebut berada di sekitar Kecamatan Cangkringan, Pakem, dan Tempel.

“Masih ada satu dua armada yang melintas. Mereka langsung kami instruksikan agar tidak beraktivitas di hari berikutnya,” kata Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas SDAEM Sleman, Fauzan Darmadi, kemarin.

Beberapa waktu lalu, larangan beroperasi bagi truk pengangkut pasir dan batu di lereng merapi sudah disampaikan Kepala Dinas SDAEM Sleman, Ir Sapto Winarno. Larangan tersebut berlaku pada H-7 hingga H+7 lebaran. Selama rentan waktu itu pula, kegiatan normalisasi maupun penambangan dihentikan sementara.

Namun ternyata hingga H-4 lebaran, sejumlah truk pasir masih nekat beroperasi. Truk tersebut tidak hanya berasal dari Sleman dan DIY tapi juga terdapat kendaraan luar daerah.“Namun untuk alat berat dipastikan sudah tidak ada semua,” ujar Fauzan.




Operasi Kelayakan Bus Diperketat Untuk Jamin Keamanan Pemudik

Sleman – Terminal Jombor Kabupaten Sleman akan memperketat operasi kelayakan bus mendekati Lebaran 2014, hal ini untuk menjamin keamanan pemudik. Seperti diungkapkan Kepala Terminal Jombor, Margi Sudarnoto bahwa hingga saat ini telah melakukan beberapa pemeriksaan kelayakan bus secara intensif. Pemeriksaan itu antara lain difokuskan pada kelengkapan administrasi, ketepatan trayek, serta kelayakan fisik bus.

“Operasi bus sesuai instruksi dari Dishubkominfo DIY akan kami intensifkan hingga mendekati hari-H Lebaran guna menjaga kenyamanan dan keamanan pemudik pada Lebaran tahun ini,” kata Margi, kemarin.

Menurut Margi, operasi tersebut dilakukan untuk persiapan kelayakan bus menghadapi lonjakan penumpang jelang Lebaran. Tak hanya kelayakan surat dan fisik bus, pihaknya juga akan memantau kelayakan peralatan keselamatan bus, seperti tabung PMK, martil pemecah kaca hingga P3K dan lainnya.

Margi menyebutkan, hingga saat ini beberapa operasi telah dilakukan kepada beberapa bus antarkota antar Provinsi (AKAP) serta bus antarkota dalam Provinsi yang masuk terminal Jombor. Disebutkan Margi selama pemeriksaan kelayakan bus yang dilakukan sejak 15 Juni 2014, telah menemukan sebanyak 9 bus yang trayeknya mati atau menyalahi aturan trayek, serta satu bus yang tidak memenuhi kelayakan fisik untuk dioperasikan.

“Kalau trayeknya mati, bus yang bersangkutan tidak akan kami izinkan untuk beroperasi sampai trayeknya diaktifkan kembali,” katanya. Sementara itu lanjut Margi, pihaknya juga bekerja sama dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dengan menyiapkan sebanyak 250 bus untuk melayani para pemudik Lebaran 2014.

“Kami sudah siapkan untuk bus angkutan kota antar Provinsi (AKAP) 230 bus, dan 20 bus pariwisata sebagai cadangan,” tambah Margi. Diperkirakan arus mudik Lebaran tahun ini yang masuk Terminal Jombor tidak mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Hal itu, disebabkan hari libur beberapa kampus dan sekolah di Jogja hampir bersamaan dengan bulan puasa.

“Diperkirakan saat Lebaran nanti, paling naik satu persen, dari tahun lalu yang mencapai sekitar penumpang pada puncak mudik Lebaran. Sebab sebagian mahasiswa sudah pulang sebelum H-2 lebaran,” tuturnya.***