Dinas Pasar Tertibkan Pasar Tumpah

Sleman – Dinas Pasar Kabupaten Sleman akan menertibkan para pedagang pasar tumpah yang membandel sehingga menganggu kelancaranarus mudik Lebaran dan Bali Tahun 2014. Selain itu, melakukan manajemen arus lalu lintas. Kepala Dinas Pasar Kabupaten Sleman Dra Tri Endah Yetnanimengaku kehadiran pasar tumbah terjadi H-4 sampai H-3 Lebaran. Untuk mengantisipasi agar tidak menganggu arus mudik Lebaran, Pemkab melakukan manajemen arus lalu lintas seperti pengalihan atau penutupan lalu lintas di sekitar pasar tumpah.

“Dari total 41 pasar yang ada di Kabupaten Sleman, sebanyak 40 persen diantaranya pasar tumpah. Misalnya, Pasar Sleman, Pasar Gamping, Pasar Tempel dan Pasar Sleman. Dari beberapa langkah antisipasi, terkadang melakukan penutupan arus lalu lintas bila jalanan tidak terlalu ramai,” kata Tri Endah di Sleman, Selasa (15/7).

Tri Endah menjelaskan terhadap pedagang pasar tumpah yang tetap membandel, dinas bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan Satpol PP melakukan penertiban atau penataan. Namun, sebelumnya melakukan upaya preventif lainnya. “Kami sebelumnya melakukan pembinaan dan sosialisasi. Hal semacam ini sudah sering dilakukan, dan apabila masih membandel dilanjutkan dengan penertiban agar masyarakat bisa menggunakan jalan. Penertiban atau penataan dilakukan jika ada laporan dari lurah pasar masing-masing yang menyatakan pasar tumpah sudah menganggu kelancara arus lalu lintas,” tandasnya.***




Hadapi Lebaran Aktifitas Penambangan Pasir Dihentikan

Sleman, InfoPublik – Untuk memberikan kenyamanan masyarakat didaerah Cangkringan Sleman, aktifitas penambangan di daerah Cangkringan akan dihentikan mulai H-7 sampai H+7 Lebaran. 

“Untuk aktifitas penambangan atau normalisasi sungai yang berhulu dari Merapi sesuai SK Dirjen Pertambangan harus dihentikan H-4 hingga H+4 Lebaran. Namun untuk Kabupaten Sleman semua angkutan harus sudah dihentikan mulai H-7 sampai H+7 Lebaran,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral, Ir Sapto Winarno kepada wartawan di Sleman, Selasa (15/7).

Dikatakan Winarno dengan dihentikannya aktifitas penambangan ini untuk memberikan keleluasaan masyarakat dalam menyiapkan Lebaran. “Kami juga akan memasang spanduk dijalur yang biasa dilalui truk angkutan pasir dari daerah Cangkringan. Isi spanduk tersebut antara lain memberitahukan penutupan aktifitas penambangan di sungai,” kata Sapto.

Diakui Sapto untuk mengatur aktifitas penambangan ini, pihaknya juga bekerjasama dengan Pemerintah desa setempat dan masyarakat Desa Argomulyo, Umbulharjo dan Wukirsari. Sehingga kalau ada aktifitas penambangan, masyarakat akan aktif sendiri untuk memperingatkannya.

Sementara ditambahkan Fauzan Darmadi, Kabid Energi Sumber Daya Mineral SDAEM bahwa untuk aktifitas penambangan pasir yang selama ini sudah mendapatkan izin dari Balai Besar Serayu Opak adalah di sungai Boyong. “Belum lama ini kita juga sudah mendapatkan izin lagi untuk aktifitas penambangan di sungai Progo, namun baru akan kita sosialisasikan setelah Lebaran,” tambah Fauzan.

Ketika ditanya sanksi yang diberikan kalau melanggar, dikatakan Fauzan saksi yang diberikan adalah penambang disuruh membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi.***




Masyarakat Bisa Banyak Manfaatkan Pegadaian

Sleman – Selama ini pemahaman masyarakat terhadap pegadaian hanya menggadaikan barang dan mendapat uang, namun kenyataannya banyak yang bisa dimanfaatkan dari pegadaian tersebut. Di samping menerima gadai baarang ternyata Pegadaian juga memberikaan bantuan modal dengan jasa/bunga yang tidak terlalu tinggi. Hal tersebut disampaikan Bupati Sleman, Drs. H Sri Purnomo  saat menerima Deputy Business Pegadaian  Area Jogja, M. R. Anna Savitri SE. MM., di Ruang Rapat Bupati, Selasa (15/7). 

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo didampingi Kepala Bappeda Drg. Intri Yudatiningsih , Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Ir. Widi Sutikno , Kepala DPKAD Dra. Rini Murti Lestari Akt MM, Kepala Bagian Perekonomian Ir Ambar Wati MM. Sedangkan dari Pegadaian ikut mendampingi antara lain  Pimpinan Kantor CabangPegadaian Sleman, Hadiningsih. Selanjutnya Sri Purnomo menyampaikan bahwa adanya pegadaian di Sleman diharapkan mampu menumbuhkan perekonomian di Sleman,disamping itu juga untuk mengurangi dan memerangi praktek perbankan yang ilegal misalnya adanya bank plecit dan rentenir dengan bunga yang sangat tinggi.

“Memang masyarakat senangnya yang praktis dan mudah meskipun pinjam uang dengan bunga yang sangat tinggi. Untuk memerangi hal tersebut kiprah Pegadaian terutama dalam memberikan penguatan/pinjaman modal kepada masyarakat agar dipermudah tentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Sri Purnomo.  Yang jelas lanjutnya keberadaan Pegadaian diharapkan mampu meningkatkan perekonomian kabupaten sleman dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Sementara itu  Anna Savitri antara lain menyampaikan bahwa disamping yang utama pegadaian menerima gadai barang, dalam memberikan pelayanan dan memperluas usahanya juga memberikan pinjaman terutama untuk kegiatan ekonomi mikro dan pinjaman Rp 1 juta hingga Rp 100 juta dengan bunga 1 persen perbulan flet.

Hanya saja yang menjadi permasalahan dan masih menjadi pemahaman masyarakat bahwa pegadaian tahunya hanya untuk menggadaikan barang terus mendapat uang, padahal yang bisa dimanfaatkan dari pegadaian sebetulnya banyak, karena selama ini pegadaian juga memberikan layanan pinjaman penguatan modal, jasa pengiriman uang baik dari dalam maupun luar negeri.

Di samping itu juga memberikan program bantuan kemitraan bagi masyarakat. Ditambahkan pula bahwa Pegadaian juga memberikan layanan pembelian emas batangan dengan cicilan juga arisan emas. Yang jelas beberapa kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses permodalan bisa berhubungan dengan pegadaian.




Jelang Lebaran Stok Premium Ditambah 40 Persen

Sleman – Kepala Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) Kabupaten Sleman, Ir Sapto Winarno meminta masyarakat Sleman tidak perlu khawatir terhadap ketersedian Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Idul Fitri 2014 ini. Selama lebaran hingga H+10, estimasi kebutuhan premiumdiperhitungkan sebesar 13,867 kiloliter dengan penambahan stok 40 persen. Sedangkan bahan bakar jenis solar, estimasi kebutuhannya ditaksir 5,537 kiloliter dengan penambahan 5 persen. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan Hiswana Migas. Masyarakat tidak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan BBM selama menghadapi Lebaran Idul Fitri,” kata Sapto kepada wasratwan di Pres Room Pemkab Sleman, Selasa (15/7).

Menurut Sapto, guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan bahan bakar selama arus mudik dan balik, Pertamina juga menyiapkan penambahan armada tangki sebanyak 19 persen, dan meningkatkan waktu layanan di semua terminal BBM. Jika mulai terjadi kemacetan lalu lintas, pengiriman akan dialihkan pada malam hari. Sejauh ini lanjut Sapto ketersediaan BBM masih aman. Realisasi premium hingga Mei tercatat 219,7 kiloliter atau 29 persen dari kuota. Sementara solar telah terserap 97 persen dari jatah atau 55,7 kiloliter.

Sementara itu untuk kebutugan gas LPG dikatakan Sapto pada bulan Ramadan ini relatif stabil karena sudah dikoordinasikan juga dengan Hiswana Migas dan Pertamina. Berdasarkan catatan yang ada ketersediaan LPG 3 kg untuk bulan Juni – Juli 2014 sebanyak 28 ribu tabung lebih dan menghadapi Lebaran ada penambahan sekitar  tabung sehingga total ketersediaan LPG 3 kg di Sleman mencapai sekitar 30 ribu tabung.

“Dengan cukupnya ketersediaan  LPG ini sampai selesai Lebaran di Sleman diperkirakan tidak akan terjadi kelangkaan LPG 3 kg. Sedang untuk gas LPG 12 kg persediaan masih banyak sehingga tidak perlu dikhawatirkan,” tutur Sapto. Dari catatan yang ada alokasi LPG 3 kg untuk bulan Juni dan Juli 2014 naik 4%. Kebutuhan normal harian sebesar tabung, untuk bulan Juni dan Juli perhari tersedia tabung, sedangkan alokasi LPG 12 Kg tetap per hari , namun disediakan subsitusi berupa bright gas dengan ketersediaan sesuai kebutuhan konsumen.

Pertamina juga telah menginstruksikan agen LPG, SPBBE dan terminal LPG/LPG FP untuk tetap buka pada hari libur Lebaran dan menambah waktu pelayanan khususnya di awal Ramadan, hari H Lebaran dan pada hari Lebaran.  Juga berupaya mengoptimalkan ketersediaan stok LPG di SPBU dan Modern outlet 24 jam, agar masyarakat tetap dan mudah membeli LPG khususnya di hari H lebaran. Hal ini sebagai antisipasi kemungkinan pangkalan-pangkalan tutup/libur.




6 Jembatan di Sleman Tidak Dapat Dilalui Selama Arus Mudik

Sleman – Sebanyak enam jembatan di Kabupaten Sleman dipastikan tidak dapat dilalui selama arus mudik karena dalam proses perbaikan. Keenam jembatan tersebut, yaitu jembatan di Cebongan, Glondong, Jaban, Kendangan, Pedulan dan Turen. Pihaknya juga telah menyediakan jalur alternatif, sebab selama proses perbaikan jalur di sekitar jembatan akan ditutup.

“Dari enam jembatan tersebut, rawan macet adalah jembatan Cebongan. Sebab terletak di jalur yang cukup mudah dilalui. Berbeda dengan kelima jembatan lainnya yang berada di tengah desa. Meski demikian kami juga telah menyiapkan jalur alternatif,” kata Kepala Bidang Bina Marga DPUP, Drs Mirza Anfansury kepada wartawan di Sleman, kemarin. Untuk itu menurut Mirza, guna memudahkan warga terutama pemudik selama berkendara, petugas telah menyiapkan papan rambu. Itu dilakukan agar warga tidak bingung, terutama ketika mendapati di sejumlah ruas jalan ternyata ditutup akibat perbaikan jembatan.

Jalan di Sleman Siap Sambut Pemudik Disampaikn Mirza pada intinya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman memastikan jalan – jalan di Kabupaten Sleman telah dimaksimalkan dan siap dilalui pemudik. Sejumlah kerusakan seperti jalan berlubang akan segera diperbaiki dalam waktu dekat.

Diakui Mirza, ada beberapa kerusakan jalan lebih disebabkan air yang tergenang lantaran tidak lancarnya saluran. Guna menjamin kesiapan jalan, DPUP setidaknya akan mengerahkan 3-6 personil perhari. Perbaikan sudah masuk dalam agenda rutin dan anggaran tahunan. Hanya saja tidak dipungkiri jalan akan kembali berlubang terutama saat musim hujan. Sebab di daerah yang saluran airnya tidak bagus, airnya cenderung naik ke jalan dan menimbulkan genangan.

Hal ini yang menyebabkan jalan jadi cepat rusak. Kerusakan jalan tersebut memang cukup mengkhawatirkan. Sebab pemudik yang didominasi warga luar Sleman tidak semuanya kenal medan, sehingga tidak jika di titik-titik tertentu ada jalan lubang.