Abon Lele Disukai Anak-Anak dan Lansia

0508 SLEMAN LELESleman– Untuk mendorong masyarakat gemar makan ikan, saat ini banyak diproduksi makanan dari olahan ikan. Ikan tidak hanya cukup digoreng atau dibakar saja, namun sekarang ini banyak kelompok masyarakat yang bisa membuat aneka macam olahan ikan mulai dari ikan krispy hingga dibuat abon. Dan abon ikan lele banyak disukai anak-anak maupun lansia. 

Seperti yang dilakukan kelompok  Pengolah Ikan (Poklahsa) dari Dusun Burikan Desa Sumberadi Mlati Sleman. Kelompok yang anggotanya ibu-ibu rumah tangga ini mampu membuat berbagai macam olahan ikan, dari krispy nila, hingga abon lele. Seperti disampaikan Siti Noviatun, ketua kelompok Poklahsa bahwa usaha olahan ikan kelompoknya sudah berkembang cukup menggembirakan. Dalam sehari bisa mengolah 50 kg ikan lele yang dibuat abon.

“Selain membuat abon lele, ada ikan lain yang bisa dibuat abon yaitu abon graskap, abon bawal. Dan untuk ikan 50 kg kalau dibuat abon bisa menjadi 12,5 kg,” kata Siti saat ditemui ditempat pengolahan abon di Sumberadi Mlati, Selasa (5/8). Untuk harga jual abon, dikatakan Siti dijual Rp 100 ribu per kg.

Harga semua abon sama, baik itu abon lele, bawal maupun graskap. Ketika ditanya pemasarannya, dikatakan Siti, tidak ada masalah karena produk abon dari kelompoknya ini cukup dijual di sekitar Mlati. Namun demikian ada juga pesanan yang datang dari Wonosari Gunungkidul dan dari Kotagede Jogja.

Sedang untuk promosi, dilakukan dengan mengikuti pameran baik di Sleman maupun di Jakarta. Untuk membuat abon dikatakan Siti memang membutuhkan waktu beberapa jam karena melalui beberapa tahapan, yaitu mulai dari membersihkan ikan, kemudian dikukus dan dipisahkan durinya sebelum ditumis untuk digoreng.

“Proses penggorengan hingga menjadi abon dilakukan dengan alat pembuat abon bantuan dari Bank Indonesia,” tutur Siti. “Abon ikan ini bisa tahan sampai 4 bulan, namun kalau dikemas dengan alumonium foil bisa tahan hingga 6 bulan,” kata Siti. Ditambahkan Siti, selain krispy ikan, naget, yang paling banyak dicari abon ikan karena disukai anak-anak sampai lansia.

Menurutnya, saat lebaran kemarin  9 orang anggota poklahsan mina kepis cukup kewalahan memenuhi pesanan abon ikan dan krispy ikan untuk bahan baku ikan lele tidak masalah sebab  lele yang dibuat abon adalah ikan lele indukan yang besar-besar.




Sleman Dikunjungi 239.971 Wisatawan Selama Libur Lebaran

Sleman – Destinasi wisata atau tempat-tempat wisata di Kabupaten Sleman dikunjungi wisatawan selama libur Lebaran 2014. Angka tersebut melampaui 192% dari target yang ditetapkan sebanyak wisatawan. 

“Ini merupakan angka yang fantastis,” kata  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM dikantornya, Selasa (5/8). Ayu menambahkan data kunjungan wisatawan pada libur lebaran 2014 tersebut dicatat selama sembilan hari sejak 26 Juli hingga 3 Agustus 2014.

“Hal ini sungguh menggembirakan. Wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Sleman saat libur lebaran 2014 mengalami peningkatan yang signifikan disbanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Ayu. Menurutnya, melimpahnya jumlah wisatawan yang berkunjung tersebut dipengaruhi beberapa faktor pendukung, di antaranya libur lebaran yang berbarengan dengan libur sekolah dan adanya cuti bersama yang diterapkan di kantor-kantor pemerintah. Terlebih lagi cuacanya sangat mendukung dengan tidak adanya hujan lebat yang beruntun.

Tentunya hal-hal tersebut tentu memberikan pengaruh yang positif terhadap angka kunjungan wisatawan. Adapun penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi objek wisata Kaliurang sebanyak wisatawan (diantaranya meliputi Taman Nasional Gunung Merapi sebanyak , Taman Rekreasi Anak , Pengguna Jeep Wisata Kaliurang sebanyak trip atau sekitar wisatawan), Volcano Tour Cangkringan wisatawan, obyek wisata museum wisatawan (meliputi Museum Gunungapi Merapi , Monumen Jogja Kembali , Museum Dirgantara Mandala , dan Museum Affandi 512).

Selain itu menurut Manajemen PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko tercatat wisatawan mengunjungi Candi Prambanan dan berkunjung ke Candi Ratu Boko. Sedangkan kunjungan ke desa wisata di Kabupaten Sleman tercatat wisatawan, diantaranya Desa Wisata Rumah Domes , Gamplong , Grogol 525, Kembangarum 500, Tunggunarum , Pulesari 195 serta Tanjung 41 wisatawan.

Angka kunjungan wisatawan saat libur lebaran 2013 silam yang tercatat selama 9 hari sejak 3 hingga 11 Agustus 2013, yang diantaranya meliputi Kaliurang wisatawan (Taman Nasional Gunung Merapi , Taman Rekreasi Anak, , dan Jeep Wisata Kaliurang 900), Volcano Tour Cangkringan , Museum Gunungapi Merapi (MGM) , Candi Prambanan , Candi Ratu Boko , Monumen Jogja Kembali dan desa wisata sebanyak wisatawan. Sedangkan angka kunjungan wistawan ke destinasi wisata di Sleman pada Libur lebaran 2012 yang tercatat selama sepuluh hari sejak 17 hingga 26 Agustus 2012 sebanyak orang.

Dengan melihat keberhasilan Sleman yang semakin banyak menggaet wisatawan dari tahun ke tahun maka Ayu berharap kepada para pelaku pariwisata untuk senantiasa lebih meningkatkan kreativitas dalam mengelola destinasi dan pengemasan produk serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan diantaranya dengan penerapan Sapta Pesona Pariwisata yang semakin berkualitas.

Diharapkan pula kepada sektor-sektor lain untuk lebih meningkatkan program-program yang pro pariwisata diantaranya penyediaan sarana transportasi, sarana prasarana pariwisata sehingga akan dapat meningkatkan kualitas destinasi wisata. Yang kesemuanya itu akan memberikan keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif dibandingkan dengan destinasi wisata di luar Sleman.




Paskibraka Sleman 2014 Ikuti Pelatihan

DSC_4166 NilaSleman – Hari Selasa (5/8)  di Rumah Dinas Bupati Sleman dilaksanakan Pembukaan  Pelatihan Paskibraka Kabupaten Sleman sebagai pengibar Bendera  Merah Putih pada Upacara Detiik detik Proklamasi tanggal 17 Agustus 2014 di Lapangan Denggung yang dihadiri Bupati, Dandim, Polres, Lanud Adisucipto, Lanal Jogja, Pembina PPI Pusat, PPI Sleman dan Dinas Pendidikan Sleman.

Dalam laporannya   Arif Haryono SH, Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga mengatakan  tujuan pelatihan ini untuk memupuk semangat kebangsaan, nasionallisme dan jiwa patriot cinta tanah air untuk mensyukuri dan mengisi kemerdekaan serta mempertahankan NKRI.

Peseta dari pelatihan Paskibraka ini terdiri Kelompok 17 dan 8 dari Pelajar SMA/SMK/MA yang terplih melalui Pemilihan Calon Paskibraka Tahun 2014 berjumlah 36 Orang yaitu 18 Putra dan 18 Putri  serta Kelompok Pasukan 45 dari unsur TNI-AD 403, Brimob, TNI AU, TNI AL, dan PLORI.

Dan pelatihan ini akan dilaksanakan sertiap hari jumat dan minggu mulai tanggal 22 Juni  2014. Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI dalam pengarahannya kepada Peserta  Pelatihan Paskibraka dari Unsur Militer dan Pelajar pelatihan  salah satu persiapan untuk melatih kesigapan dan keterampilan anggota Paskibraka yang akan bertugas di Kabupaten Sleman agar dapat tampil maksimal. Kesiapan fisik dan mental anggota Paskibraka akan digembleng pada pelatihan ini sehingga diperlukan semangat dan niat dari anggota Paskibraka untuk mengikutinya dengan sepenuh hati.

Mengikuti Pelatihan Paskibraka  ini patut disyukuri mengingat kesempatan untuk memikul tugas dan tanggung-jawab sebagai pengibar bendera Merah Putih pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan tidak datang 2 kali. Dari pelatihan ini nantinya diharapkan  dapat mengambil nilai-nilai positif yang diperlukan bagi pengembangan kepribadian dan pembentukan karakter generasi muda.

Sri Purnomo juga  berpesan agar  selalu termotivasi untuk berprestasi semaksimal mungkin tidak hanya dalam Paskibraka ini, namun juga dalam bidang lainnya. Terlebih lagi upaya untuk membentuk mental dan karakter seseorang itu bukanlah semudah membalikkan telapak tangan.

” Kita harus memiliki tekad dan konsistensi yang kuat sehingga upaya yang kita lakukan tersebut juga dapat terlihat hasilnya,” kata Sri Purnomo.

Pelatihan  ditandai dengan Penyematan tanda Peserta bagi putra dan Putri  secara Simbolis.***