Wawan Naik Gerobag Saat Menuju Kantor DPRD Sleman

1208 SLEMAN NAIK GEROBAKSleman – Kehadiran salah satu anggota DPRD Sleman terpilih dari Partai Kebangkitan Bangsa, H Wawan Prasetyo cukup menarik perhatian para undangan pelantikan dan pengambilan sumpah anggota DPRD Sleman periode 2014 – 2019 tidak terkecuali para wartawan. 

Wawan datang ke kantor DPRD Sleman untuk mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah tidak menggunakan mobil tetapi lebih memilih naik gerobak yang dikusirinya sendiri. Ada dua gerobag yang dibawanya selain dinaiki sendiri satu gerobag lainnya dinaiki
familinya.

“Saya sengaja naik gerobak karena saya sebagai wakil rakyat benar – benar ingin mewakili aspirasi rakyat. Gerobag kan alat transportasi tradisional yang banyak berdekatan dengan rakyat maka saya ingin lebih dekat dengan masyarakat,” kata Wawan usai turun dari gerobag sebelum masuk ke kantor DPRD Sleman, Selasa (12/8).

Setelah menjadi anggota Dewan Sleman, Wawan bertekad akan melaksanakan tugasnya dengan baik. Menyampaikan aspirasi dari rakyat khususnya dari daerah pemilihannya sehingga apa yang menjadi keinginan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan di Sleman bisa terakomodasi dengan baik.

“Saya akan lebih banyak dilapangan untuk menyerap aspirasi warga Sleman, meski juga tetap aktif dikantor. Untuk tahap awal tentunya masih banyak tugas yang akan dilaksanakan diantaranya mengikuti pemilihan ketua dewan dan alat kelengapan dewan lainnya.” tambah Wawan.




Anggota Dewan Terpilih Diharap Lebih Pro Rakyat

Sleman – Paguyuban Dukuh se-Kabupaten Sleman ‘Cokro Pamungkas’ menaruh harapan besar bagi anggota DPRD Kabupaten Sleman terpilih. Salah satunya agar lebih amanah dalam bertugas dan lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan partai pengusung.

Harapan tersebut diutarakan Ketua Paguyuban Dukuh Kabupaten Sleman ‘Cokro Pamungkas’ Sukiman, ketika dimintai tanggapan terkait dilantiknya anggota dewan periode 2009-2014, Selasa (12/8). Selain itu, anggota dewan terbaru juga lebih aspiratif serta proaktif dalam menjaring masukan dari masyarakat. Selain itu, mereka juga tetap mau terjun ke lapangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, seperti dalam masa kampanye dulu.

“Dengan turun langsung ke masyarakat, mereka jadi tahu betul permasalahan yang sedang dihadapi rakyatnya seperti apa. Hal ini tentu akan memudahkan mereka dalam membuat kebijakan di masing-masing komisi sesuai tempat mereka bertugas nanti,” kata Sukiman.

Apalagi anggota DPRD Sleman terpilih sekarang ini didominasi usia muda, sehingga masyarakat berharap menaruh harapan lebih. Usia muda memberikan kesempatan bagi mereka untuk melayani masyarakat lebih baik. Sebab di usia yang muda mereka bisa lebih maksimal dalam bekerja. Usia muda juga identik dengan semangat dan pemikiran kritis.

Sukiman tidak khawatir usia muda, akan menghambat kinerja terutama dalam proses penyusunan Raperda. “Memang sebagian besar dari mereka masing minim pengalaman. Namun dengan terus belajar, kami yakin mereka bisa lebih aspiratif. Selain itu juga lebih memahami permasalahan terkini,” jelasnya.

Ketika disinggung permasalah di Sleman yang mendesak dapat perhatian dari anggota dewan, menurut Sukiman perihal kebijakan-kebijakan dan pelayanan yang berhubungan langsung ke masyarakat. Selain itu soal pertanahan dan perizinan juga tetap harus mendapat perhatian.

“Harus ada sinergi antara anggota dewan dengan Pemda. Jangan sampai aturan yang dibuat justru membingungan masyarakat. Salah satunya dengan aturan pertanahan di wilayah Sleman Barat yang sering dianggap sebagai kawasan hijau. Tapi kawasan hijau seperti apa perlu langkah lebih spesifik,” tegasnya.***