Seribu Bendera Warnai Upacara di Kaki Gunung Merapi

bendera

Sleman – Suasana berbeda tampak pada upacara memperingati HUT Republik Indonesia ke-69 yang dilaksanakan di kaki gunung Merapi, tepatnya di area Bungker Kaliadem, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman.

Cuaca yang cerah, dengan latar Gunung Merapi yang kokoh terpasang 1000 bendera berjejer rapi di sepanjang kali adem, dan di ujung sudah terpasang satu bendera merah putih raksasa.

Lebih dari 200 orang mengelilingi bendera raksasa dalam upacara yang bertajuk Seribu Cita Satu Indonesia. Dengan sound system seadanya dan area yang tidak rata, para peserta tampak khidmat mengikuti jalannya upacara.

Penanggung jawab Seribu Cita Satu Indonesia, Markus winarto, memaparkan aksi pemasangan 1000 bendera tersebut merupakan pengungkapan 1000 keragaman, suku, bangsa dan bahasa yang ada di RI.

“Bangsa kita merupakan wadah bagi keanekargaman baik manusia ataupun alam yang harus kita lestarikan dan kita banggakan” ujarnya.***




Dinkes Sleman Sosialisasi Virus Ebola pada Calon Haji

Sleman – Jamaah calon haji asal Kabupaten Sleman mendapat sosialisasi mengenai penyakit ebola yang telah mewabah di benua Afrika. Jamaah mendapat informasi mengenai cara antisipasi dan menghindari penyakit ebola selama melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi. 

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, dr Mafilindati Nuraini Mkes mengungkapkan sosialisasi tentang ebola diberikan kepada jamaah calon haji sebagai upaya antisipasi. Sosialisasi diberikan saat manasik haji massal di Masjid Agung Sleman pekan ini. “Paling tidak mereka tahu ebola itu apa dan bagaimana upayanya agar tidak terkena,” kata Linda, kemarin.

Vaksin yang diberikan kepada jamaah hanya untuk meningitis. Vaksin meningitis sudah diberikan ke jamaah calhaj mulai pekan ini. Linda, sapa akrabnya, mengungkapkan belum ada vaksin ebola di dunia.

Untuk menghindari penyebaran ebola, jamaah calon haji Sleman diminta untuk berperilaku hidup bersih dan sehat. Mereka harus menghindari penderita karena ebola disebarkan melalui kontak langsung dari sekret dan kotoran pasien. “Kalau ada penderita, pasti ada warning,” ujarnya.

Selama melaksanakan ibadah haji, jamaah diminta untuk memakai alat pelindung diri seperti masker dan mencuci tangan dengan sabun. Daya tahan tubuh dinilai harus dijaga dengan tidak berlebihan beraktivitas. “Kalau perlu ditambah multivitamin dan menjaga agar tidak kelelahan,” ungkap Linda.

Meski ada ancaman ebola, Dinkes Sleman tidak menambah petugas kesehatan untuk haji tahun ini. Linda mengatakan tenaga kesehatan yang ada akan dioptimalkan dengan pelatihan mengenai ebola. “Kami juga berkoordinasi dengan Kementrian Kesehatan melalui Dinkes Provinsi untuk penanggulangan ebola untuk jamaah,” kata Linda.

Sementara itu, jumlah calon haji sementara dari Kabupaten Sleman tahun ini mencapai 924 orang. Menurut Kepala Kantor Kementrian Agama Sleman, Lutfi  Hamid, pihaknya belum melakukan tindakan spesifik untuk menanggulangi penyebaran ebola. “Tindakan spesifik belum ada, tapi jamaah mendapat fasilitas imunisasi meningitis di masing-masing kecamatan melalui puskesmas,” ujarnya.

Penambahan tenaga kesehatan juga belum dilakukan. Sementara, terkait jumlah jamaah haji yang berusia lanjut, Lutfi mengaku belum ada identifikasi. Hal ini karena jumlah calon haji masih mungkin bertambah dengan masih adanya waktu untuk pelunasan ongkos naik haji.***




Bupati Serahkan Remisi Napi Cebongan dan Lapas Narkoba

Sleman – Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI bersama unsur Pimpinan Daerah dan pejabat Sleman, seusai upacara peringatan detik2 Proklamasi 1945 di lapangan Denggung, memberikan remisi kepada warga binaan lembaga pemasyarakatan Narkotika kelas IIA Jogja dan  Lapas Kelas  IIB Cebongan Sleman secara simbolis, Minggu (17/8).

Dalam laporannya Kepala lapas Sleman Supriyanto mengatakan bahwa Lapas Sleman pada saat ini memiliki warga binaan 268 orang, yang seharusnya kapasitas lapas hanya 163 orang, yang mendapat remisi 158 orang. Sementara warga binaan Lapas narkotika dengan kapasitas 474 orang di huni 201 orang yang mendapat remisi 148 orang.

Menurut Supriyanto  pemberian remisi diberikan sebagai salah satu sarana mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan yaitu membentuk napi yang menjadi manusia yang sadar akan kesalahannya, taat kepada hukum, tidak mengulangi perbuatannya, serta mampu berintergasi kembali secara sehat dan bahagia lahir batin.

Sementara itu Menteri Hukum dan HAM dalam sambutan yang dibacakan Bupati Sleman Sri Purnomo  mengatakan remisi merupakan instrumen yang dapat mendorong narapidana untuk berperilaku baik selama menjalani pidana.

Karena, remisi hanya akan diberikan kepada narapidana yang berkelakuan baik. Mereka yang melakukan pelanggaran peraturan tata tertib tidak akan mendapatkan remisi. Manfaat lanjutan dari pemberian remisi adalah dapat mengurangi tingkat hunian Lapas/Rutan yang semakin tinggi.

Remisi akan mempercepat seseorang narapidana untuk keluar dari Lapas/Rutan, sehingga populasi Lapas/Rutan pun akan semakin cepat berkurang. Pemberian remisi bukanlah suatu bentuk kemudahan-kemudahan bagi warga binaan untuk dapat cepat bebas, tetapi merupakan suatu sarana untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memotivasi diri, sehingga dapat mendorong warga binaan kembali memilih jalan kebenaran.***




Bupati Pimpin Upacara Detik Detik Proklamasi di Lapangan Denggung

DSC_0717 bernasSleman  – Pengambilan Bendera Pusaka Sang Merah Putih di Pendopo Parasamya Sleman menandai dimulainya Upacara Detik Detik Proklamasi dan pengibaran bendera dalam rangka Peringatan HUT ke 69 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kabupaten Sleman yang dilaksanakan di Lapangan Denggung, Minggu,  (17/8) . Bendera Pusaka diserahkan oleh Sekda Sleman dr  Sunartono MKes dan diterima oleh Anggota Paskibraka, yang kemudian dibawa ke Lapangan Denggung untuk dikibarkan.

Dalam upacara yang berlangsung dengan hikmat tersebut Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI, menjadi Inspektur Upacara. Tepat pukul WIB bunyi sirine meraung-raung menandai upacara detik-detik Proklamasi dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua Sementara DPRD Sleman Dra Hj Sri Muslimatun Mkes. Kemudian dilanjutkan pengibaran Bendera Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Kabupaten Sleman.

Upacara diikuti oleh pasukan dari berbagai unsur diantaranya dari pasukan PNS, TNI Polri,  pelajar SLTP dan SLTA, karyawan perusahaan, organisasi dan lainnya. Nampak hadir di kursi tamu undangan Unsur pimpinan Daerah, Wakil Bupati Sleman, Sekda, Assekda, Unsur  anggota DPRD dan pejabat Sleman, mantan Bupati Sleman Drs H Samirin beserta isteri dan mantan Wakil Bupati Sleman H Zaelani SPd MPDI, mantan Ketua DPRD Kamil Sugema dan para Veteran.

Untuk sore harinya dilaksanakan aubade dan bertindak selaku Irup Wakil Bupati Sleman Yuni Satia diawali dengan parade penampilan Paduan Suara lagu-lagu perjuangan serta Drumband dan Marching Band.***