Pendaftaran Peserta Jelajah Wisata Masih Dibuka

Sleman – Pendaftaran untuk peserta Jelajah Wisata “Lereng Merapi Dewi Pule 2014” masih terbuka untuk umum hingga 20 Agustus 2014 atau apabila quota 1000 peserta telah terpenuhi. Jelajah wisata merupakan agenda wisata spektakuler untuk mempromosikan potensi wisata Kabupaten Sleman. Event ini akan dilaksanakan Minggu 24 Agustus 2014 pukul WIB di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi Sleman. 

Demikian antara lain disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM  di kantornya, Senin (18/8). Dikatakan Ayu hingga saat ini jumlah peserta yang mendaftar tercatat sekitar 600 peserta lebih. Untuk itu diharapkan kepada warga masyarakat yang tertarik untuk mengikuti kegiatan ini agar segera mendaftarkan diri.

Syarat pendaftaran dengan membawa fotocopi KTP/kartu identitas lainnya, membayar peserta dengan tempat pendaftaran di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Jl. KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman atau di Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi.

“Setiap peserta akan  memperoleh fasilitas T-Shirt, makan, asuransi dan kupon undian untuk memperebutkan hadiah utama 1 sepeda motor Suzuki dan berbagai hadiah hiburan lainnya sepertinya sepeda gunung, televisi, handphone, minicompo, dan lainnya,” kata Ayu. Ayu menambahkan bahwa penyelenggaraan event tersebut dilaksanakan atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi Sleman yang berada 12 km dari puncak Gunung Merapi.

Event Jelajah Wisata sudah menjadi event yang telah memiliki pangsa pasar dan pecintanya tersendiri diantaranya pecinta olah raga trekking, pecinta alam, siswa-siswa sekolah, mahasiswa, komunitas fotografer dan masyarakat umum. Sehingga diharapkan pemilihan lokasi di Desa Wisata Pulesari dengan pemandangan utama Gunung Merapi di sebelah utara akan menambah daya tarik tersendiri bagi para peserta.

“Jelajah Wisata ini merupakan event tahunan untuk menarik wisatawan baik domestik maupun manca negara untuk berkunjung ke DIY khususnya ke obyek-obyek wisata di Sleman,” tutur Ayu.

Pada saat ini wisata trekking sudah menjadi salah satu wisata alternatif yang diminati banyak kalangan karena menawarkan panorama alami nan asri serta menjadi wahana olah raga sekaligus berwisata. Terlebih lagi kali ini dilaksanakan begitu dekat dari puncak Gunung Merapi.




Jamaah Haji Sleman Mulai Berangkat 9 September

Sleman – Berdasarkan data sementara yang ada di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sleman, tahun 2014 ini terdapat 924 calon jamaah haji yang akan diberangkatkan dari Kabupaten Sleman. Jamaah tersebut akan diberangkatkan dalam lima kloter, pemberangkatan kloter pertama akan mulai tanggal 9 September 2014 mendatang.

“Karena terkait kuota maka jumlah jamaah masih bisa bertambah hingga H-10 pemberangkatan kloter pertama. Penambahan kuota tersebut jika dalam pelunasan tahap pertama ada yang belum terpenuhi, akan dibuka tahap kedua sesuai nomor urut,” kata Kepala Kantor Kemenag Sleman, Lutfi Hamid, kemarin. Adapun lima kloter yang membawa calon jamaah haji asal Kabupaten Sleman adalah kloter 23, 24, 26, 27, dan 29. Hanya kloter 23 yang murni diisi oleh warga Sleman, sementara 4 kloter berikutnya digabungkan dengan calon jamaah asal Bantul, Jogja, Kulonprogo, dan Jawa Tengah.

Dikatakan Lurfi, pemberangkatan dilakukan dalam tiga hari. Kloter 23 dengan rombongan 367 calon jamaah asal Sleman berangkat pada 9 September pagi, dilanjutkan kloter 24 pada sore harinya dengan rombongan 155 orang. Kemudian pada 10 September pagi, 255 orang diberangkatkan. Kloter 27 dan 29 akan diberangkatkan pada 11 September pagi. Kloter 27 membawa 96 orang, sementara kloter terakhir hanya membawa 51 orang.

Menurut Lutfi, berbagai kegiatan telah dilakukan untuk mempersiapkan calon jamaah haji. Seperti mengadakan latihan manasik haji yang dijadwalkan dilakukan sebanyak 10 kali. Terkait penyebaran virus ebola, Lutfi mengaku Kantor Kemenag Sleman belum mendapat instruksi khusus dari pemerintah pusat bagaimana tindak lanjutnya. Namun, seperti biasa dilakukan, calon jamaah haji mendapatkan fasilitas vaksin meningitis dari Puskesmas di kecamatanmasing-masing.




Pemkab Sleman Pantau Imbas Kenaikan LPG 12 Kg

Sleman – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman melalui Dinas Sumber Daya Air Energi dan Mineral (SDAEM) akan melakukan pemantauan terhadap rencana kenaikan harga LPG 12 kilogram tersebut. Salah satunya agar tidak terjadi migrasi besar-besar dari masyarakat yang semula pengguna gas 12 kilogram lantas memilih beralih ke gas 3 kilogram.

Menurut Kabid Pengembangan Dinas SDAEM Sleman, Purwoko  hingga kini belum mendapat pemberitahuan secara resmi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian ESDM terkait rencana kenaikan ini. Sebab menurutnya, kenaikan harga LPG 12 kilogram tersebut merupakan rencana dari Pertamina. Terkait naik atau tidaknya, tetap harus mendapat persetujuan dari pemerintah.

“Tapi kami tetap melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan mengajukan penambahan kuota gas 3 kilogram kepada Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY. Hal tersebut agar mengganggu masyarakat yang selama ini menjadi sasaran dari gas 3 kilogram,” kata Purwoko, Senin (18/8).

Purwoko mengharapkan, rencana kenaikan ini tidak membuat panik masyarakat. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Dimana banyak pedagang yang mengalami kerugian akibat dibatalkannya kenaikan gas 12 kilogram. Padahal mereka sudah terlalu membeli dalam jumlah besar dengan harga lama.***