Sekda Ajak Insan Pers Sama – Sama Bangun Sleman

1908 SLEMAN SYAWALANSleman – Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, dr Sunartono Mkes mengajak insan pers yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk sama – sama pemerintah membangun Sleman.

“Pers sebagai kontrol sosial sangat dibutuhkan oleh kalangan birokrasi untuk memberikan warning dalam menjalankan tugasnya bila ada penyimpangan,” kata Sunartono ketika menghadiri acara syawalan Bagian Humas Sleman dengan Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman (PWPS) yang berlangsung di RM Rawon Enak, Selasa (19/8).

Menurut Sunartono warning dari kalangan pers sangat penting untuk memperbaiki birokrasi yang tidak benar. Sunartono juga mempersilahkan wartawan menulis berita tentang Sleman baik itu berita yang bernilai baik dan kurang baik. Hanya saja Sunartono mengingatkan dalam penulisan berita hendaknya yang sesuai fakta dan seimbang sehingga tidak ada yang saling dirugikan.

“Saya yakin Sleman baik juga tidak lepas dari peran pers, karena itu marilah kita sama – sama membangun Sleman,” kata Sunartono. Sunartono juga mengatakan siapapun nanti pemimpin di Sleman, jajaran birokrasi di Sleman tetap perlu menjalin kerjasama dengan pers.

Sementara Ketua PWPS, Hasto Sutadi mengatakan momen syawalan ini selain untuk saling memaafkan juga dimaksudkan untuk meningkatkan hubungan baik antara insan pers dengan jajaran Pemkab Sleman sehingga ke depan lebih baik.




Waktu Tunggu Ibadah Haji Di Sleman 16 Tahun

Sleman– Jumlah kuota sementara untuk calon jamaah haji asal Jogja yang akan diberangkatkan tahun 2014 ini adalah orang. Kuota yang terbatas itu membuat daftar tunggu haji menjadi sangat panjang.

“Jika baru mendaftarkan diri untuk naik haji tahun 2014, yang bersangkutan bisa jadi baru berangkat 16 tahun yang akan datang,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Lutfi Hamid, kemarin.

Dikatakan Lutfi, untuk mendapatkan kursi tunggu di Sleman setidaknya dibutuhkan uang senilai Rp 25 juta baru bisa memiliki kursi nomor antrian di daftar tunggu haji. Selanjutnya, masyarakat masih harus mengeluarkan lebih dari Rp 13 juta lagi untuk pelunasan.

Lutfi menegaskan membayar lunas di awal tidak akan mempengaruhi urutan pemberangkatan. Sebab untuk memberangkatkan haji tidak bisa loncat-loncat. Ini sesuai antrian. Kecuali ada kuota tambahan, baru bisa memperpendek waktu tunggu.




Sleman Hadapi Tantangan Sebagai Pilot Project Reformasi Birokrasi

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan dalam penyelenggaraan pemerintahan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menghadapi tantangan baru yaitu sebagai salah satu pilot project pelaksanaan reformasi birokrasi.

“Upaya penyederhaaan pelayanan, standarisasi pelayanan dan juga  peningkatan fasilitas layanan publik serta penyempurnaan sistem manajemen penyelenggaraan pemerintahan akan dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata Sri Purnomo ketika menghadiri resepsi kenegaraan penutupan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke 69 yang berlangsung di Pendopo Parasamya Sleman, Senin (18/8) malam.

Hadir Dalam kesempatan selain Bupati beserta ibu, Ketua DPRD, beserta anggota DPRD, Muspida, Sekda, Assekda, Pimpinan SKPD, Camat, Kades, Pimpinan Ormas, Parpol, Tokoh Veteran, Anggota Paskibraka dan orangtua Paskibraka serta tamu undangan penting lainnya.

Acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Kukusan Manis yang menjadi  Juara II Parade Tari Daerah DIY 2014, kontingen Kabupaten Sleman. Pemotongan tumpeng oleh Bupati dan diserahkan kepada perwakilan Paskibraka dan penyerahan Kejuaraan Lomba Sistem Kearsipan Pola Baru dan Arsiparis Teladan 2014. Untuk juara I yakni DIKPORA, Juara II Kecamatan Kalasan dan Juara III Kecamatan Sleman, sementara untuk Arsiparis teladan juara I Antun Siwi Astutiningsih Amd, Juara II Heni Dwi Wijayanti, Amd dan juara III Catur Heni Priana Amd.

Selanjutnya Sri Purnomo mengatakan berbagai penghargaan, prestasi dan capaian kinerja yang telah diwujudkan Kabupaten Sleman tidak dapat dilepaskan dari perjuangan dan kinerja Bupati dan wakil Bupati, pimpinan dan  Anggota DPRD  periode 2009-2014, serta para birokrat yang telah memasuki masa purna tugas, dan seluruh masyarakat Sleman, swasta serta seluruh instansi vertikal yang berada di wilayah Kabupaten Sleman.

Sri Purnomo juga berpesan kepada para anggota Paskibraka selaku generasi muda yang akan meneruskan estafet kepemimpinan agar rajin belajar dan meningkatkan prestasi karena menjadi Paskibraka mesti sudah merupakan prestasi yang membanggakan. Pengalaman para pemimpin yang sukses saat ini pada masa mudanya juga diawali dengan pencapaian prestasi seperti menjadi anggota Paskibraka dan prestasi lainnya.