Paidi Warga Sleman Dapat Undian Tabungan Sutera BPD DIY

Sleman – Untuk memberikan apresiasi kepada nasabahnya BPD DIY Cabang Sleman mengadakan penarikan undian hadiah tabungan Sutera dan Sutera Emas Periode II tahun V dengan hadiah utama Honda Mobilio, 7 Honda Beat, 4 samsung galaxy tab dan 8 LED TV Samsung 32 inc dan acara tersebut berlangsung di Ghra Sarina Vidi, Rabu (20/8) malam.

Hadir dalam acara tersebut Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI yang berkenan menekan tombol untuk undian hadiah utama yang setelah diundi diraih oleh Paidi warga Sleman dari BPD Cabang Sleman. Sementara untuk Honda Beat masing-masing jatuh kepada Djapar BPD Sleman, Miastuti BPD Sleman, Satrio Agung Wibowo BPD Prambanan, I Wayan Wibowo BPD Pakem, Supriyono BPD Condongcatur, Dini Harwidi BPD Godean dan Bitjo Ginting BPD Gamping.

Sementara Pemimpin Cabang Bank BPD DIY Cabang Sleman, Drs Nur Iswantoro MM mengatakan saat ini dana nasabah yang ada BPD DIY Cabang Sleman mencapai Rp 1,1 trilyun yang terdiri dari 54 ribu nasabah. BPD Cabang Sleman juga mendapatkan tambahan modal dari Pemkab Sleman sebesar Rp 34,3 miliar untuk tahun 2014.

Sedang dalam kesempatan ini juga dibagikan beasiswa kepada 50 siswa SMA/SMK masing-masing mendapatkan Rp 1,5 juta persemester, yang diserahkan secara simbollis oleh Bupati Sleman didampingi Kepala BPD Sleman. Sri Purnomo menyambut baik dengan banyaknya tabungan nasabah BPD Cabang Sleman, karena kondisi itu menunjukkan tingkat kesejahteraan masyarakat Sleman lebih baik dengan surplus dana sehingga bisa menabung.

Namun Sri Purnomo juga berharap agar dana tabungan dan dana pinjaman untuk modal masyarakat bisa seimbang karena dengan banyaknya jumalah pinjaman masyarakat berarti banyak pula perputaran modal untuk lebih meningkatkan roda perekonomian Sleman.***




2014 Sleman Mulai Terapkan Kurikulum Baru

Sleman – Bupati Sleman, Drs H Sri Purnomo MSI mengatakan bahwa di tahun 2014 ini Sleman mulai menerapkan kurikulum yang baru sehingga kepala sekolah juga diharapkan mampu memotivasi para guru untuk semakin kreatif dan inovatif dalam menerapkan kurikulum baru tersebut.

Selain itu pada tahun ajaran 2014-2015 ini merupakan yang pertama kalinya bagi Sleman dalam menyelenggarakan Pendaftaran Peserta Didik Baru secara Real Time Online (RTO). Namun demikian sistem RTO tersebut baru dilakukan sepenuhnya pada jenjang SMA negeri dan 23 SMP negeri dari 49 SMP negeri yang ada di Sleman.

“Saya harapkan berdasarkan pengalaman tahun ini, maka di tahun mendatang seluruh SMP negeri juga telah siap melakukan PPDB dengan sistem RTO. Untuk itu para guru dan kepala sekolah harus mampu menjalankan amanah tersebut agar anak-anak kita memiliki kemudahan dalam memilih sekolah dan mengurangi beban para orangtua untukmencari sekolah bagi anaknya,” kata Sri Purnomo disela – sela pelantikan Kepala Sekolah yang berlangsung di Pendopo Parasamya Pemkab Sleman, Kamis (21/8).

Dikatakan Sri Purnomo bahwa sebagai kepala sekolah, merupakan figur yang menjadi contoh dan panutan bagi para guru dan para siswa dalam hal pembentukan karakter baik dalam hal disiplin, maupun dalam hal etika dan moral. Terlebih lagi saat ini telah menerapkan kurikulum baru yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Memberikan pengetahuan tentang etika pergaulan, penanaman nilai- nilai agama, moral, budi pekerti serta etika bagi anak didik harus terus menerus dilakukan. Disamping itu diperlukan juga kesiapan mental dan ketangguhan karakter untuk mereduksi dampak negatif dari keterbukaan informasi.

Menurut Sri Purnomo, kepala sekolah juga memiliki tugas yang komplek yaitu sebagai pemimpin dari organisasi sekolah, manajer, motivator, pendidik, administrator, dan sekaligus sebagai supervisor dari seluruh perangkat organisasi sekolah dalam mencapai tujuan bersama yang tertuang dalam visi misi sekolah. Terlebih lagi pada tingkat sekolah dasar, tidap terdapat petugas urusan tata usaha untuk membantu seorang kepala sekolah dalam peng-administrasian dokumen-dokumen sekolah.

“Karena itu pelantikan kepala sekolah ini juga merupakan langkah yang strategis bagi para kepala sekolah yang baru dilantik, untuk melakukan penataan dan konsolidasi manajemen sekolah masing-masing jika perlu. Saya berharap pada tahun depan kinerja para kepala sekolah yang baru dilantik ini, dapat meningkatkan kualitas kelulusan siswa di lingkungan Kabupaten Sleman,” tutur Sri Purnomo.

Ditambahkan Sri Purnomo, semua kebijakan, kegiatan yang dilaksanakan kepala sekolah, guru, dan karyawan harus dalam koridor regulasi yang telah ditetapkan. Dalam hal ini keberadaan komite sekolah juga sangat penting karena komite sekolah merupakan perwakilan dari orangtua siswa. Keputusan yang diambil oleh komite sekolah juga harus mengapresiasi seluruh aspirasi orangtua siswa, bukan hanya beberapa wali murid saja. Hal ini dikarenakan keputusan komite sekolah akan berdampak pada seluruh orangtua siswa.

Sedangkan kepala sekolah yang dilantik tersebut sebanyak 17 orang, 10 diantaaranya sebagai kepala Sekolah Dasar dan 7 orang sebagai Kepala Sekolah Menengah Pertama. ***




Dukuh Se-Kabupaten Sleman Minta Kenaikan Tunjangan

Sleman – Para dukuh se Kabupaten Sleman, mengaku kecewa dengan tidak disetujuinya usulan kenaikan Tunjangan Perangkat Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD). Mereka mengeluh karena selama empat tahun pengusulan, tak ada perhatian serius dari pemerintah. Ketua Paguyuban Dukuh se-Sleman “Cokro Pamungkas” Sukiman Hadi Wijoyo mengungkapkan, upah untuk para Dukuh seharusnya berada dikisaran Rp 1 juta.

“Paling tidak sesuai dengan Upah Minimal Provinsi UMP, yang kita harapkan pada tahun 2014 ini, sehingga pada tahun 2015 dapat berjalan sesuai rencana,” kata Sukiman, kemarin.

Kenaikan tunjangan diluar tanah bengkok ini, dinilai wajar oleh Sukiman. Ia menyebut bahwa tugas dan tanggung jawab dukuh yang semakin kompleks. Untuk mengusahakan hal tersebut, para dukuh berencana bertemu dengan Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Sleman guna menyampaikan usulan tersebut.

“Secara lisan sudah kami sampaikan. Kedepan melalui pengajuan resmi, kami akan mengajukan kembali kepada bagian Pemdes Sleman Pemkab Sleman,” ujar Sukiman.

Akan tetapi para dukuh harus menelan kekecewaan, karena pada pengusulan APBD perubahan 2014, tidak teranggarkan. Hal ini disampaikan secara gamblang oleh Bupati Sleman Sri Purnomo. Ia menyebut bahwa penganggaran kenaikan TPAPD belum diikutsertakan dalam pembahasan APBD murni maupun perubahan 2014. Sri Purnomo mengungkapkan agak sulit jika hal itu direalisasikan untuk tahun ini.

Namun demikian, ia melihat jika semuanya berjalan berdasarkan peraturan teknis, kenaikan TPAPD dapat terealisasi pada tahun depan. “Kalau untuk kenaikan pada tahun ini, dirasa sulit. Akan tetapi, hal tersebut masih bisa diusahakan pada tahun 2015,” tuturnya.

Selain mengusulkan kenaikan tunjangan, para dukuh juga menuntut agar Pemkab Sleman memberikan pembelajaran terkait UU Desa no 6/2014. Hal tersebut berkaitan dengan pengelolaan dana yang cukup besar.

 “Kami memerlukan bimbingan teknis terkait UU Desa yang akan segera diberlakukan, agar tidak ada perangkat desa yang terjerat masalah hukum,” tutup Sukiman.




Pemkab Sleman Buka Pendaftaran Simulasi CAT CPNS Mulai Jumat Besok

Sleman – Pemerintahan Kabupaten Sleman akan menggelar simulasi dan tes Computer Assisted Test (CAT) bagi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kantor Regional I BKN Jogja, Jalan Magelang KM 7,5. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pendaftaran secara resmi dibuka pada Jumat dan Sabtu (22-23/8) besok. Sedangkan jadwal tes akan diselenggarakan pada hari Kamis (27/8) mendatang.

Pendaftaran sendiri hanya dilayani pada laman Kanreg I BKN Yogyakarta di , dan tidak ada pungutan biaya alias gratis. Adapun kuota yang disediakan adalah 500 orang. Pendaftaran otomatis ditutup ketika kuota terpenuhi. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sleman dengan Kantor Regional I BKN Jogja, dalam menyelenggarakan simulasi dan sosialisasi tes CPNS yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Kabid Pengembangan dan Pembinaan BKD Sleman Anton Sujarwa mengemukakan, perekrutan CPNS menggunakan CAT adalah pertama kali dilaksanakan. Sehingga dengan sosialisasi dan simulasi yang dilakukan dapat mempersiapkan calon peserta dan petugas.

“Perekrutan menggunakan sistem CAT baru pertama dilakukan, jadi langkah ini merupakan proses persiapan baik bagi calon peserta maupun kami sebagai petugas,”ucapnya Kamis (21/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan dengan sistem ini, CPNS dapat mengetahui dirinya lolos atau tidak, pada waktu yang sama.