Pemkab Adakan Sosialisasi Pengelolaan Air Tanah

Sleman – Pemakaian air tanah dan pengusahaan air tanah dalam rangka memenuhi kebutuhan air minum, rumah tangga, kegiatan usaha maupun pembangunan akan semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya laju pertumbuhan penduduk dan kegiatan pembangunan. 

“Hal ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah yang dapat merugikan apabila tidak dilakukan pengelolaan secara bijaksana,” kata Fauzan Darmadi ST, Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral dinas Sumber Daya Energi, Air, dan mineral Kabupaten Sleman, dalam kegiatan Sosialisasi Perda No. 4 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Air Tanah di Aula Lantai 3 Pemkab Sleman, Jumat (29/8). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 105 peserta yang terdiri dari perwakilan dunia usaha, pemerintah desa, kecamatan, dan Kelompok Informasi Masyarakat se Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut Fauzan  mengatakan dalam rangka menjaga kelestarian air tanah, serta dalam rangka mewujudkan kemanfaatan air tanah yang seimbang, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan, Pemkab Sleman mengeluarkan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 4 tahun 2014 tentang Pengelolaan Air pengelolaan air tanah, berlandaskan pada 3 pilar yaitu  Konservasi, Pendayagunaan, dan Pengendalian Daya Rusak.

Pengendalian penggunaan air tanah dilakukan dengan cara menjaga keseimbangan antara pengimbuhan, pengaliran, dan pelepasan air tanah, menerapkan perizinan dalam penggunaan air tanah, membatasi penggunaan air tanah dengan tetap mengutamakan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari, mengatur lokasi dan kedalaman penyadapan akuifer, mengatur jarak antar sumur pengeboran atau penggalian air tanah.

Selain itu juga mengatur kedalaman pengeboran atau penggalian air tanah, dan menerapkan tarif progresif dalam penggunaan air tanah sesuai dengan tingkat konsumsi. Setiap orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan pemanfaatan air tanah wajib memiliki izin, yang terdiri  Izin Pemakaian Air Tanah, Izin Pengusahaan Air Tanah, Izin Usaha Perusahaan Pengeboran Air Tanah, Izin Juru Bor.

Setiap orang pribadi atau badan yang tidak memenuhi ketentuan perizinan dikenakan sanksi administrasi. Sanksi administrasi tersebut dalam bentuk peringatan tertulis, penyegelan, Tindakan paksa untuk mengajukan izin, penghentian sementara, sebagian atau seluruh kegiatan pemanfaatan air tanah, ganti rugi dan Melakukan pemulihan air tanah.




Pendaftaran Peserta Java Summer Camp 2014 Dibuka

Sleman – Untuk yang keenam kalinya Kabupaten Sleman akan mengelar event skala internasional dengan tajuk Java Summer Camp (JSC) pada 12 – 14 September 2014 di Bumi Perkemahan Desa Wisata Pentingsari Umbulharjo Cangkringan Sleman . Penyelenggaraan JSC tahun ini merupakan kelanjutan rutin tahunan, menyusul setelah tahun 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2013 silam. Tema yang diangkat pada JSC kali ini adalah “Unity in Diversity”.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, kemarin. Ayu menuturkan bahwa penyelenggaraan event JSC 2014 merupakan kerjasama antara Desa Wisata Pentingsari dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dan didukung oleh Dinas Pariwisata Provinsi DIY. Event ini dimaksudkan untuk meningkatkan intensitas interaksi dan komunikasi budaya antar daerah maupun budaya asing di antara para peserta.

JSC merupakan ajang yang strategis untuk meningkatkan kohesivitas antar budaya untuk mencapai kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan harmonis serta menciptakan perdamaian dunia. Sangatlah tepat event JSC diselenggarakan di DIY mengingat Jogja kental dikenal sebagai kota budaya dengan wilayah yang penuh kedamaian sehingga menjadi pilihan masyarakat dari berbagai daerah maupun manca negara untuk belajar tentang budaya Jawa.

Diharapkan JSC merupakan wahana yang efektif dalam upaya merefleksikan komunikasi dan kerjasama positif antar pelajar, mahasiswa dan insan budaya dan pariwisata untuk mencapai tujuan mulia mengangkat martabat manusia sebagai insan yang cinta damai.

JSC terbuka untuk umum bagi WNI dan WNA dengan persyaratan antara lain usia 18 – 25 tahun, pendidikan minimal SMA sederajad, sehat jasmani rohani dan menguasai bahasa Inggris aktif maupun  pasif. Target peserta terbatas untuk 150 orang berasal dari pelajar dan mahasiswa luar daerah, pelajar dan mahasiswa manca negara, pramuka dan organisasi pemuda, maupun utusan perusahaan/asosiasi.
Adapun fasilitas yang disediakan meliputi akomodasi tenda, konsumsi, T-Shirt, ID card, sertifikat, workshop, outbound, field trip ke obyek-obyek wisata di Sleman, perawatan medis, keamanan, dan asuransi.

Ditambahkan bahwa sistem rekruitmen didasarkan atas seleksi dokumen yang masuk khususnya terkait dengan potensi diri yang diantaranya meliputi pengalaman, bakat, penguasaan bahasa, dll. Umtuk itu diharapkan agar calon peserta untuk menunjukkan kemampuan-kemampuan tersebut. Proses seperti ini dilakukan untuk memilih calon peserta yang berkualitas yang dapat berkontribusi positif dalam kegiatan JSC 2014.

Pada tahap pertama akan dilakukan seleksi terhadap dokumen yang masuk hingga tanggal 4 September 2014, meskipun batas akhir pengumpulan dokumen pada tanggal 10 September 2014. Adapun syarat-syarat yang diperlukan meliputi isian biodata yang bias didownload di website , foto copi KTP/KITAS yang masih berlaku, foto copi ijazah SMA sederajad, foto warna ukuran 3×4 sebanyak 4 lembar.

Apabila calon peserta dinyatakan dipilih yang dinyatakan dengan konfirmasi penerimaan atau letter of acceptance maka calon peserta baru dapat melakukan pembayaran. Calon peserta yang dinyatakan diterima membayar biaya penyelenggaraan sebesar Rp per peserta.




Joglo Sumberan Diresmikan

Sleman – Joglo Sumber Wasis  Sumberan Potrowangsan Candibinangun Pakem yang merupakan bantuan Packet System Indonesia telah diresmikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, Hj Kustini Sri Purnomo, Jumat (29/8) yang ditandai dengan pengguntingan pita. Hadir pada kesempatan tersebut antara lain Dirut Packet System Indonesia Handy Surya wirawan, Camat Pakem Subagyo, Kepala Desa Candibinangun Sismantoro SH, juga kepala dusun Sumberan Haryono. 

Disamping pengguntingan pita juga ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Dirut Toket System Indonesia. Disamping bantuan berupa rumah Joglo sebagai tempat pertemuan dusun, bantuan juga berupa 2 unit komputer, Kambing, Bibit Ikan  dan penerangan jalan.

Pada kesempatan tersebut Handy Surya Wirawan menyampaikan bahwa bantuan dimaksud agar masyarakat Sumberan lebih melek Teknologi dan tidak kalah dengan mereka yang ada di kota/Jakarta. Disamping itu dengan bantuan tersebut diharapkan kehidupan masyarakat Sumberan lebih sejahtera, serta tingkat pendidikannya lebih baik lagi dimasa datang.

Sementara itu Kepala Desa Candibinangun Pakem, Sismantoro  menyampaikan bahwa dengan diterimanya bantuan tersebut diharapkan masyarakat Sumberan lebih baik lagi baik kehidupan ekonominya maupun dibidang yang lain. Termasuk dengan diterima komputer tersebut agar masyarakat lebih melek tekonologi untuk menyerap berbagai informasi. Yang jelas kondisi dusun sumberan masih asli, termasuk adanya jalan yang belum diaspal yang ada disekitar persawahan.

Maksud belum dan tidaknya jalan yang tidak diaspal tersebut diharapkan masyarakat kalau kesawah bisa jalan kaki dengan tanpa alas kaki, haal tersebut dimaksudkan agar kesehatan masyarakat lebih baik. Ternyata pergi kesawah dengan tanpa alas kaki untuk kesehatan lebih baik, sekaligus sebagai sarana olah raga masyarakat.




Disbudpar Sleman Harapkan Pelaku Wisata Tingkatkan Kreativitas

Sleman – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman  mengharapkan para pelaku pariwisata untuk lebih meningkatkan kreativitasnya untuk semakin menggaet kunjungan wisatawan di wilayah setempat.

“Keberhasilan Sleman yang semakin banyak menggaet wisatawan dari tahun ke tahun, diharapkan pelaku pariwisata senantiasa lebih meningkatkan kreativitas dalam mengelola destinasi dan pengemasan produk serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Ir AA Ayu Laksmidewi TP MM, kemarin.

Menurut Ayu, upaya tersebut diantaranya dengan penerapan Sapta Pesona Pariwisata yang semakin berkualitas. “Diharapkan pula kepada sektor-sektor lain untuk lebih meningkatkan program-program yang propariwisata di antaranya penyediaan sarana transportasi, sarana prasarana pariwisata, sehingga akan dapat meningkatkan kualitas destinasi wisata,” katanya.

Ia mengatakan semuanya itu akan memberikan keunggulan kompetitif, dan keunggulan komparatif dibandingkan dengan destinasi wisata di luar Sleman. Destinasi wisata di Kabupaten Sleman dikunjungi  wisatawan selama libur Lebaran 2014. “Angka tersebut melampaui 192 persen dari target yang ditetapkan sebanyak wisatawan. Ini merupakan angka yang fantastis,” katanya.

Ayu mengatakan ini sungguh menggembirakan. Wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata di Sleman saat libur Lebaran 2014 mengalami peningkatan yang signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Penyebaran kunjungan wisatawan tersebut meliputi objek wisata Kaliurang sebanyak wisatawan, diantaranya meliputi Taman Nasional Gunung Merapi sebanyak , Taman Rekreasi Anak , Pengguna Jeep Wisata Kaliurang sebanyak trip atau sekitar wisatawan,” katanya.

Kemudian `Volcano Tour Merapi` Cangkringan wisatawan, objek wisata museum wisatawan meliputi Museum Gunungapi Merapi , Monumen Jogja Kembali , Museum Dirgantara Mandala , dan Museum Affandi 512. Sedangkan kunjungan ke desa wisata di Kabupaten Sleman tercatat wisatawan, diantaranya Desa Wisata Rumah Domes , Gamplong , Grogol 525, Kembangarum 500, Tunggunarum , Pulesari 195 serta Tanjung 41 wisatawan.




Sosialisasi Pengembangan Usaha Korori Kabupaten Sleman

Sleman – Korp Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Sleman mengadakan sosialisasi Pengembangan Usaha yang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Sleman, Jumat (29/8). Acara di buka oleh Sekda dr Sunartono MKes yang  sekaligus Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kabupaten Sleman.  Hadir dalam acara tersebut  pengurus korpri baik kabupaten, Instansi SKPD,  Vertikal, BUMD  dan pengurus Korpri Kecamatan.

Sementara  Sekretaris Korpri Sleman, Endang Kusmawati SSos mengatakan maksud dan tujuannya diadakan sosialisasi pengembangan usaha ini adalah untuk memajukan   Korpri dalam rangka mensejahterakan anggota korpri,  dan dalam kesempatan ini  juga  dilaporkan akan dilanjutkannya pembangunan Perumahan Korpri yaitu Perumahan PNS GRIYA WAHANA PRAJA I yang berlokasi di  Dusun  Catur Binangun , Desa Widodomartani Ngemplak.

Selain itu juga  mengembangkan usaha dengan pihak ketiga untuk mendapatkan pelayanan potongan harga  di antaranya bekerjasama dengan  Hotel Savita Inn Jl palagan tentara Pelajar KM 9 Kamdanen Sariharjo, Ngaglik, bekerjasama dengan Pondok Makan Sido Mekar Jl Magelang, Wadas, Tridadi, Sleman, bekerjasama dengan Catering Anggrek dan Pijat Refleksi Kembang Jari.

Ini adalah salah satu usaha bagaimana bisa mensejahterakan anggota Korpri dengan memberikan diskon bagi seluruh anggota KORPRI Kabupaten Sleman yang mengakses dengan menggunakan Kartu Tanda Anggota (KTA) KORPRI. Selain itu juga ingin meningkatkan langkah-langkah KORPRI untuk meningkatkan Frofesional Korpri nan nantinya masing-masing unit KORPRI di kabupaten Sleman mempunyai program yang bisa dikembangkan di sub unit korpri.

Sunartono  dalam kesempatan tersebut  menyampaikan paparan  antara lain masalah Keberadaan Korpri di Kabupaten Sleman pada khususnya, dan Korpri diseluruh Indonesia Pada umumnya menjadikan Korpri tidak hanya sebagai jargon atau Slogan belaka, tetapi harus diwujudkan dalam karya yang nyata sebagai abdi Negara abdi masyarakat yang selalu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Untuk dapat bersikap Profesional , setiap anggota Korpri harus mau bekerja keras  dan tekun.

Setiap anggota Korpri tidak boleh malas belajar dan terus meningkatkan kompetensi diri. Untuk itu Korpri Kabupaten Sleman harus terus mengembangkan kegiatan pelatihan guna mendukung peningkatan kapasitas organisasinya. Dengan begitu semangat pengabdian dan pprofesionalisme akan menjadi dasar untuk mewujudkan reformasi birokrasi. Untuk menjadi sukses itu perlu proses dan tidak bisa instan karena dibutuhkan waktu,  pengalaman dan tekad untuk terus memperbaiki diri menjadi insan yang jauh  lebih baik.

Anggota Korpri yang  mendapatkan   kesejahteraan,  maka secara otomatis akan meningkatkan produktifitas kerjanya. Nara Sumber lain yang  memberikan paparan anatara lain Retno Susiati SH MM menyampaikan Organisasi dan Kelembagaan Korpri serta Drs Pustopo  tentang kerjasama dengan pihak ke tiga dan cara peningkatan kesejahteraan anggota Korpri.