Hari Jadi Pramuka

IMG_9791

Sleman – Upacara peringatan Hari Jadi Pramuka tingkat Kabupaten Sleman dipusatkan di Lapangan Sendangsari, Kecamatan Minggir, Kamis (14/08). Selain upacara, di adakan pula kegiatan kemah untuk siswa –  siswi SD se-Kabupaten Sleman.

Perkemahan di ikuti oleh siswa – siswi kelas 4,5, dan 6 SD. Wakil Bupati Sleman, Yuni Satia Rahayu, bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan peserta upacara di ikuti oleh siswa – siswi SD, SMP, SMA/SMK perwakilan dari seluruh wilayah Kecamatan Minggir.

Yuni Satia Rahayu mengatakan bahwa melalui pramuka dapat membangun manusia memiliki karakter dan watak yang kuat, bukan hanya cerdas yang menguasai pengetahuan. Karena pemuda yang seperti itulah yang sanggup menghadapi globalisasi, persoalan di negeri ini,  serta sanggup menatap masa depan yang lebih baik karena itu pramuka masih relevan dengan perkembangan zaman.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan penghargaan kepada aktivis pramuka di Kabupaten Sleman oleh Wakil Bupati SLeman, Yuni Satia Rahayu. Pengharagaan ini merupakan apresiasi kepada para aktivis pramuka yang selama ini telah dinilai mampu memberikan kontribusi positif.

Upacara di akhiri dengan penampilan dari Saka Bhayangkara Sleman dengan pertunjukkan ketrampilan olah pertahanan diri menggunakan borgol dan tongkat Polisi.




Bupati Kunjungi Para Kyai dan Alim Ulama di Sleman

2. Kyai Abdullah Efendi Moyudan BernasSleman – Kunjungan dan silaturahmi kepada kyai dan alim ulama berlangsung dua hari  Rabu dan Kamis (13-14/8)  dipimpin langsung oleh Bupati Sleman Drs H Sri Purnomo MSI serta Wakil Bupati Sleman Yuni Satia Rahayu SS MHum yang di ikuti  oleh Forum Koordinasi Pimpinan daerah Kabupaten Sleman  Kodim, Polres Kajari, Ketua Pengadilan serta SKPD se Kabupaten Sleman. 

Adapun Kyai dan ulama yang dikunjungi  rombongan satu yaitu Drs Muhtar .MSI. PD Muhammadiyah Sleman yang beralamat di Perumahan Banteng baru, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman selanjutnya ketempat Drs ’mum M Muro’I LML Ketua MUI Sleman berlamat di Klabanan, Sinduharjo, Ngaglik Sleman. Ny Hj Zamahsari pimpinan pondok pesantren Mursidul Hadi bertempat di Plosokuning, Minomartani, Ngaglik, Sleman, berkungjung di tempat kediaman Rais Pandeansari, Condongcatur Depok dan yang terakir berkunjung  Kyai Haji Abbas Pimpinan Pondok Pesantren Sunan Ampel beralamat di Kanoman, Maguwoharjo, Depok.

Sedangkan untuk hari Kamis (14/8)   silahturahmi Bupati dan rombongan  diawali ke rumah Ny Hj Rubaidah PP Al Falahiyah, Kyai H Sujai Masduki PP As Salafiyah, Kyai beralamat di Mlangi, Nogotirto, Gamping   Kyai H Abdul Majid, MSi  Ketua IPHI Sleman dan K.H. Asyari Pimpinan Pondok Pesantren As Salam Kerisan Banyurejo, Tempel .

Dalam kunjungan  kepada Kyai dan Alim ulama tersebut Sri Purnomo  mewakili jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman menyampaikan dalam acara ini merupakan ajang silaturahmi pimpinan Daerah dan SKPD Pemkab  Sleman apabila dalam melayani masyarakat ada kekhilafan dan kekurangan, selanjutnya atas nama pemerintah mohon doa dan restu agar dalam penyelenggaraan pemerintahan selalu diberikan yang terbaik untuk melayani masyarakat Sleman.




KPU Sleman Buka 228 Kotak Administrasi Pilpres 2014

Sleman – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman membuka kotak administrasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 untuk mengambil formulir C7 atau daftar hadir.

“Sebanyak 228 kotak administrasi Pilpres 2014 yang tersebar di seluruh kecamatan dibuka untuk mengambil formulir C7 (daftar hadir) guna mencocokkan data pemilih yang termasuk Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb),” kata Ketua KPU Kabupaten Sleman, Ahmad Shidqi, kemarin.

Menurut dia, pembukaan kotak administrasi ini merespon gugatan pasangan capres-cawapres nomor urut satu, Prabowo-Hatta di Mahkamah Konstitusi (MK). “KPU Pusat memerintahkan KPU di daerah di seluruh Indonesia untuk membuka kotak administrasi, berdasar surat nomor 1458/KPU/VIII/2014,” katanya. Ahmad Sidqi menjelaskan dalam proses pemungutan di DIY, khususnya Sleman tidak ada protes dari saksi pada tingkat PPS hingga Provinsi. “Disparitas C7 dan jumlah DPKTb, telah mengalami revisi,”tambahnya.

Ahmad Sidqi menambahkan mengenai banyaknya jumlah pemilih yang mempergunakan DPKTb karena Sleman memiliki jumlah mahasiswa yang cukup banyak. “Yang dipersoalkan pemohon dalam gugatan di MK adalah mengapa di sini (Sleman) banyak yang pakai DPKTb, jawabnya karena di sini paling banyak universitas. Maka hal itu memengaruhi jumlah pemilih dengan formulir tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, dari jumlah 300 ribu mahasiswa di Sleman, hanya 19 ribu diantaranya, yang memakai DPKTb. “Setelah pembukaan, serta perekapan jumlah pemilih, hasilnya akan diserahkan ke pusat. Kalau dibandingkan dengan total jumlah mahasiswa, pengguna DPKTb termasuk sedikit,” tutur Ahmad Sidqi.

Setelah proses tersebut, komisioner KPU Sleman akan menyampaikan laporan langsung ke KPU pusat, yang kemudian dilaporkan kepada MK. Proses pembukaan kotak, disaksikan dua saksi pasangan capres-cawapres nomor urut 1 dan 2, Panwaslu Sleman serta pihak kepolisian. Ketua Panwaslu Sleman Sutoto Jatmiko mengatakan, bahwadisparitas antara jumlah pengguna DPTb dan DPKTb hanya sekitar 0,25 persen, perbedaan tersebut pun sudah direvisi pada tingkat provinsi.

“Jumlahnya hanya 49 orang, dari data pemakai DPKTb yang sekitar 19 ribu,” ungkap Ahmad Sidqi.

Rincian untuk kotak suara yang dibuka adalah, Kecamatan Gamping 21 kotak, Godean 17 kotak, Moyudan dua kotak, Seyegan satu kotak, Mlati 23 kotak, Depok 60 kotak, Berbah tujuh kotak, Prambanan lima kotak, Kalasan 20 kotak, Ngemplak 10 kotak, Ngaglik 25 kotak, Sleman 16 kotak, Tempel 6, Turi 5 kotak, Pakem 4 serta Cangkringan 6 kotak.***




Pemkab Sleman Komitmen Gunakan Produk Dalam Negeri

Sleman – Sekda Sleman, dr Sunartono MKes mengatakan Pemkab Sleman senantiasa memegang komitmen untuk menggunakan produk dalam negeri di semua aspek kehidupan. Hal ini dilakukan untuk memacu pengembangan perekonomian masyarakat. Terlebih lagi di Kabupaten Sleman terdapat sekitar 50 ribu unit usaha industri kecil dan rumah tangga serta 40 PMDN. 

“Selain itu masyarakat Sleman mayoritas bermata pencaharian di sektor pertanian sebesar 28% atau sebanyak penduduk dan sekitar penduduk yang bekerja di sektor industri dan pengolahan,” kata Sunartono ketika menerima Tim Verifikasi Penghargaan Cinta karya Bangsa di Lantai II Setda Sleman, Kamis (14/8).

Tim verifikasi sendiri dari Inspektorat Jendral Kementerian Perindustrian yang di pimpin oleh Primtiningsih SE MM beserta Fitriah A Somad ST MEng dan Desmy Fitria SE sebagai anggota. Selanjutnya Sunartono mengatakan bahwa dengan upaya pemberian motivasi penggunaan produk lokal atau produk dalam negeri diharapkan masyarakat ikut mengembangkan dan mengamankan produk dalam negeri.

Dalam rangka mendukung penggunaan produk dalam negeri tersebut, berbagai pembenahan dan penentuan kebijakan Pemkab Sleman dilakukan untuk melindungi produk lokal. Salah satu upaya tersebut adalah dengan  memberikan apresiasi terhadap peningkatan kualitas produk-produk karya warga Sleman melalui penguatan kelembagaan, fasilitasi sertifikasi, penguatan modal dan lain sebagainya.

“Komitmen yang kuat untuk mendukung program penggunaan produk dalam negeri, juga kami tindak lanjuti dengan Peraturan Bupati Sleman Nomor 2 tahun 2014 tentang Pembentukan Unit Layanan Pengadaan sehingga kami berharap kelembagaan tersebut dapat lebih terstruktur dengan baik,” kata Sunartono.

Selain itu juga dengan Surat Edaran Bupati Nomor 027/00962 tanggal 9 Mei 2014 tentang Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa dengan sistem E-Purchasing, dan yang terbaru adalah Surat Edaran Bupati Nomor 412/0111 tertanggal 4 Juni 2014 tentang Pengutamaan Makanan Lokal sebagai jamuan dalam setiap kegiatan.

Komitmen terhadap produsen karya bangsa juga kami orientasikan untuk meningkatkan daya saing produk guna menyosong Masyarakat Ekonomi Asia 2015. Sedangkan komitmen terhadap konsumen karya bangsa salah satunya dilaksanakan  melalui dukungan terhadap kebijakan daerah yaitu pengajuan paten bagi batik khas Sleman Sinom Parijotho Salak.

Disamping itu Sleman juga telah memperoleh sertifikasi indikasi geografis untuk salak pondoh pada bulan Agustus tahun 2013 lalu.***




Sektor Pertanian Masih Jadi Unggulan Perekonomian di Sleman

Sleman – Dengan bantuan vakum evaporator, diharapkan agar kelompok petani penerima dapat menjadi lebih produktif dalam menjalankan usaha peternakan di Sleman ini. Diharapkan anggota Kelompok Petani Peternak (KPP) Pangestu sebagai penerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan sarana dan prasarana pertanian ini seoptimal mungkin untuk meningkatkan produksi pertaniannya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan para petani.

“Sektor pertanian di Kabupaten Sleman masih menjadi salah satu unggulan perekonomian. Berdasarkan struktur perekonomian daerah, pertanian memberikan kontribusi sebesar 12,99% dalam PDRB atas harga berlaku tahun 2012, dan berdasar struktur mata pencaharian penduduk terdapat sekitar 28% masyarakat Sleman bergerak pada sektor tersebut,” kata Staf Ahli Bupati bidang Kemasyarakatan dan SDM Sri Murni Rahayu yang mewakili Bupati Sleman ketika maenerima bantuan Vakum Evaporator di ruang Rapat Bupati Sleman, Kamis (14/8).

Sementara itu bantuan vakum evaporator ini  hasil pekerjaan Diseminasi Teknologi Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa diserahkan oleh Erwin Syahrial mewakili  Asisten Deputi Iptek Industri Besar Kementarian Riset dan Teknologi dan diterima Sri Murni Rahayu mewakili Bupati Sleman.

Selanjutnya Sri Murni mengungkapkan bahwa untuk rencana pembangunan daerah ke depan, telah ditetapkan pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas, sebagai bagian dari upaya kami menjaga stabilitas ketahanan pangan. Untuk swasembada perikanan dan daging di Kabupaten Sleman pada sektor perikanan dan peternakan merupakan tantangan tersendiri baik bagi Dinas Pertanian perikanan dan kehutanan maupun bagi masyarakatpetani peternak.

Penyiapan ketersediaan pangan yang dilakukan Pemkab Sleman juga tidak hanya terfokus pada kebutuhan karbohidrat, tetapi juga pada kebutuhan protein hewani dan nabati. Disampaikan pula bahwa akses masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pangan juga terus diupayakan. Dengan peningkatankesejahteraan, masyarakat Sleman memiliki kesempatan untuk memperoleh pangan yang lebih sempurna secara kualitas dan kecukupan gizi.

Sedangkan Kepala Bappeda Drg Intriyati Yudatiningsih Mkes menyampaikan bahwa Roadmap Sistim Inovasi Daerah (SIDa)  dipilih 4 potensi yang dapat dikembangkan yaitu padi, salak pondoh, bambu dan kambing PE.

Sedang jumlah kambing PE di Kabupataen Sleman data Juni tahun 2014 sebanyak 3173 ekor dengan produksi susu rata-rata 0,85 liter/hari. Adapun rencana aksi inovasi pengembangan kambing PE 2014-2019 antara lain program perbaikan teknis budidaya dengan kegiatan pemulian bibit kaambing, pengolahan gizi pakan ternak, sertifikasi bibit ternak dn penyediaan lahan pakan.